Minggu, 16 Agustus 2020

Tentang Sertifikat Tanah

Ada banyak sekali contoh sertifikat tanah yang ada di Indonesia. Kenali contoh, jenis, serta cara membedakan sertifikat yang asli dan palsu di sini!

Sertifikat tanah bertujuan untuk menertibkan administasi tanah warga negara Indonesia.

Bagi kamu yang ingin membeli atau menjual rumah atau properti, kamu harus mengetahui seluk-beluk mengenai sertifikat tanah.

Hal tersebut berguna agar kamu tidak mudah tertipu saat melakukan proses jual beli tanah atau properti.

Simak penjelasan mengenai jenis dan cara membedakan contoh sertifikat tanah di bawah ini!

Jenis dan Contoh Sertifikat Tanah

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

SHM adalah sertifikat atas kepemilikan penuh hak lahan dan/atau tanah yang dimiliki oleh pemilik sertifikat.

Tanah dengan sertifikat SHM hanya boleh dimiliki oleh warganegara Indonesia.

Dilihat dari karakteristiknya, tanah dengan sertifikat SHM adalah tanah dengan nilai paling tinggi.

Kelebihan dari memiliki SHM adalah dapat diwariskan secara turun-temurun dan dapat diperjual belikan.

Sementara kekurangannya adalah tanah dapat musnah atau diambil negara jika ditelantarkan atau haknya dicabut.

2. Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun (SHSRS)


SHSRS berlaku pada kepemilikan seseorang atas rumah vertikal atau apartemen yang dibangun di atas tanah dengan kepemilikan bersama.

Pengaturan kepemilikan bersama ini digunakan sebagai dasar kedudukan atas taman, tempat parkir, sampai area lobi yang menjadi objek kepemilikan di luar unit.

Selain itu, hak milik atas satuan rumah susun bersifat perorangan atau terpisah.

3. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

SHGB adalah hak seseorang untuk mendirikan bangunan di atas tanah yang tidak ia miliki.

Tanah tersebut bisa berupa tanah milik pemerintah, tanah milik perseorangan, atau tanah milik badan hukum.

SHGB biasanya berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang dengan jangka waktu mencapai 20 tahun.

SHGB dapat dimiliki oleh semua warga negara Indonesia, badan hukum yang berada di Indonesia, dan warga negara asing yang menetap di Indonesia.

4. Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)

Hak ini diberikan pada badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berdomisili di Indonesia untuk mengusahakan tanah yang dimiliki oleh negara dalam waktu tertentu.

Pada umumnya, tanah tersebut merupakan tanah negara yang digunakan sebagai hutan tanaman industri, perkebunan, perikanan, atau pertanian.

HGU hanya diberikan pada tanah berukuran minimal 5 hektare.

Jika tanah yang diberikan sudah melebih 25 hektare maka akan diberlakukan Sistem Penguasaan Tanah dan Konflik.

5. Hak Pakai

Hak pakai adalah hak untuk memanfaatkan dan mengumpulkan hasil tanah yang dikontrol langsung oleh negara atau individu pemilik tanah.

Hak pakai dapat diberikan untuk jangka waktu tertentu dengan biaya, imbalan, atau pelayanan tertentu.

Hak ini dapat diberikan baik pada warga negara Indonesia atau pun warga negara Asing.

6. Girik atau Petok

Girik atau petok berfungsi untuk menunjukkan penguasaan atas lahan dan keperluan perpajakan.

Girik atau petok bukanlah sertifikat kepemilikan tanah dan bukan merupakan administasi desa.

Di dalam surat girik, kamu akan menemukan nomor, luas tanah, dan pemilik hak karena jual beli atau warisan.

7. Akta Jual Beli

AJB bukanlah sertifikat tanah, melainkan hanya perjanjian jual beli dan salah satu bukti pengalihan hak tanah.

Cara Membedakan Contoh Sertifikat Tanah yang Palsu dan Asli

1. Perhatikan Bentuk Fisik Sertifikat

Cara sederhana untuk membedakan sertifikat tanah yang asli dan palsu adalah dengan melihat bentuk fisiknya.

Di beberapa kasus, ditemukan cover atau sampul buku sertifikat tanah berwarna abu-abu, padahal sertifikat tanah yang dikeluarkan langsung oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) berwarna hijau.

Cek pula cap serta tanda tangan yang tertera pada sertifikat.

Biasanya cap dan tanda tangan akan berbeda bentuknya dengan sertifikat yang asli.

2. Datang dan Cek Langsung ke Badan Pertahanan Nasional

Guna memastikan keaslian sertifikat tanahmu, ada baiknya untuk segera mendatangi BPN.

BPN akan mengecek sertifikat tanah dengan rinci, mulai dari bentuk fisik buku sertifikat hingga nomor registrasi yang tertera.

Kamis, 13 Agustus 2020

Sejarah Masjid Hudaibiyah


Sejarah Masjid Hudaibiyah? Hudaibiyah erat kaitannya dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya saat hendak melakukan ibadah haji dan umrah.

Saat itu Rasulullah membawa 1.000 rombongan dari Madinah ke Makkah. Namun, Rasulullah bersama rombongan justru dicegah oleh orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy malah menganggap Rasulullah bersama rombongan berniat mengajak perang.

Kepada utusan Quraisy, Rasulullah menjelaskan tujuan kedatangannya ke Makkah untuk ibadah haji dan umrah. Bukan untuk berperang.

Namun, pihak Quraisy tak sepenuhnya percaya hingga mereka mengatur siasat untuk mengadang kedatangan Rasulullah bersama pengikutnya ke Makkah. Kisah ini pun diabadikan dalam Al-Quran pada QS Al Fath Ayat 24.

Rasulullah bahkan mengutus Utsman bin 'Affan untuk melakukan perundingan. Namun kandas. Sampai akhirnya muncul desas-desus bahwa Usman bin 'Affan telah dibunuh oleh kaum Quraisy secara muslihat.

Rasulullah dan pengikutnya pun merasa gelisah. Untuk menunjukkan rasa solidaritas yang kuat, kaum muslimin saling meletakkan tangannya di atas beberapa pedang yang dibawa untuk keperluan pemotongan binatang kurban.

Sumpah setia ini dalam sejarah Islam dikenal dengan "Bai'atur Ridwan." Bai;atur Ridwan ini rupanya sampai ke telinga pihak Quraisy dan menggetarkan hati mereka.

Kaum Quraisy lantas segera mengadakan sidang darurat untuk mencari cara menghadapi ancaman kaum muslimin. Quraisy sejatinya terjatuh mentalnya lantaran masih trauma dengan kekalahan di Perang Badar.

Usman bin 'Affan pun akhirnya bisa kembali bersama Rasulullah dan rombongan. Sementara pihak Quraisy mengirimkan utusannya untuk melaksanakan perundingan dengan kaum muslimin untuk menghindari kesalahpahaman.

Kala itu pihak Quraisy diwakili Suhail Ibnu Umar dan kaum muslimin diwakili Nabi Muhammad SAW. Dari perundingan itulah, muncul Perjanjian Hudaibiyah. Dinamakan Perjanjian Hudaibiyah karena dilaksanakan di daerah Hudaibiyah, di luar Kota Makkah, pada bulan Dzulqa'dah 6 Hijriah.

Di lokasi perjanjian itulah, didirikan Masjid Hudaibiyah yang menjadi saksi sejarah Perjanjian Hudaibiyah.

Seiring berjalannya waktu, dibangunlah Masjid Asy-Syumaisi Hudaibiyah yang letaknya ada di sebelah masjid sejarah Perjanjian Hudaibiyah.

Masjid Asy-Syumaisi Hudaibiyah itu digunakan oleh jamaah haji dan umrah sebagai tempat mengambil miqat. Luasnya tak lebih dari 1.000 meter persegi.


Jumat, 31 Juli 2020

Kisah Marmer Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Dr Muhammad Kamal Ismail merupakan satu dari beberapa insinyur dan arsitek yang diminta untuk membantu perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Namun, dia menolak menerima bayaran untuk jasanya dalam mendesain dan mengawasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi.

"Mengapa saya harus menerima uang (untuk pekerjaan saya) di dua Masjid Suci (Mekkah dan Madinah), bagaimana saya akan menghadapi Allah (pada Hari Pengadilan nanti?)," ungkapnya saat itu.

Ada kisah menarik lainnya di balik pembangunan kedua masjid bersejarah bagi umat Islam tersebut yang ditulis oleh ahli geologi sekaligus penulis Zaghloul El-Naggar.

Muhammad Kamal Ismail kala itu ingin melapisi lantai masjid menggunakan marmer yang dapat menyerap panas, karena lantai tersebut digunakan untuk para jamaah yang melakukan thowaf. Namun, jenis marmer tersebut hanya ada di gunung kecil di Yunani.

Dia kemudian melakukan perjalanan ke Yunani dan menandatangani kontrak untuk membeli marmer dalam jumlah yang banyak untuk Masjidil Haram, hampir setengah dari gunung marmer itu.

Dia menandatangani perjanjian dan kembali ke Mekkah dengan membawa marmer putih ke Mekkah. Proses pemasangan marmer putih di lantai Masjidil Haram telah rampung.

Setelah 15 tahun berlalu sejak pemasangan marmer, Pemerintah Arab Saudi memintanya kembali untuk menggunakan jenis marmer yang serupa di Masjid Nabawi Madinah.

"Ketika Raja meminta untuk menggunakan jenis marmer yang sama untuk Masjid Nabawi, saya sangat bingung, karena hanya ada satu tempat di bumi ini yang memiliki marmer jenis ini, yaitu Yunani, dan saya sudah membeli 1/2 dari deposit marmer yang ada di gunung tersebut," ungkap Muhammad Kamal Ismail.

Dia kemudian kembali ke perusahaan di Yunani dan bertemu dengan pimpinan di sana, dan bertanya tentang deposit marmer yang tersisa. Pemimpin perusahaan tersebut mengatakan bahwa setengah deposit marmer itu telah dijual.

Muhammad Kamal Ismail kemudian meminta kepada sekretaris kantor tersebut untuk mencari informasi keberadaan orang yang telah membeli sisa deposit marmer itu. Namun, sedikit kesulitan karena transaksinya telah lama terjadi.

Pada hari berikutnya, dia menerima panggilan telepon tentang keberadaan pembeli marmer tersebut yang ternyata sebuah perusahaan di Saudi Arabia.

Muhammad Kamal Ismail kembali terbang ke Arab Saudi pada hari yang sama dan langsung pergi ke perusahaan tersebut.

Di sana dia bertemu dengan pimpinan perusahaan dan bertanya tentang marmer yang dibelinya dari Yunani belasan tahun silam.

Ternyata marmer putih tersebut belum digunakan sama sekali oleh perusahaan Arab Saudi. Bahkan perusahaan tersebut tidak menggunakan sedikit pun marmer Yunani.

Mendengar hal tersebut, Muhammad Kamal Ismail menangis seraya menyodorkan cek kosong (tanpa menulis besaran nilai transaksi) kepada pemilik marmer dan memintanya menuliskan jumlah yang diinginkannya.

Ketika pimpinan perusahaan Arab Saudi tersebut mengetahui rencana penggunaan marmer untuk pembangunan Masjid Nabawi di Madinah dia pun menolak untuk dibayar.

"Saya tidak akan menerima 1 Riyal pun. Allah yang membuat saya membeli marmer ini dan melupakannya, itu artinya marmer ini memang sudah ditakdirkan oleh Allah harus digunakan untuk Masjid Nabawi," ujarnya.


Rabu, 29 Juli 2020

Catatan Harian Haji 1440H Bapa Asep

Pemberangkatan haji, pada hari Selasa tanggal 23 juli 2019 jam 05.30 sebelumnya dilaksanakan sholat sunat safar. Pukul 6.30 WIB berangkat dari rumah menuju Pusdikav Cimahi, dilakukan pengecekan dokumen kesehatan dan dilepas oleh Bapak Bupati Bandung Barat  total jemaah KBB sebanyak 1.139. Kloter 56 yang berangkat pada hari ini sebanyak 407 orang diterima diasrama haji jawa barat bekasi pada Pukul 18.00  WIB, berada diasrama haji sekitar 22 jam, Pukul 16.15 WIB jemaah akan diberangkat ke tanah suci dengan menggunakan Saudi Air Lines dan rencana kepulangan tgl 4 september jam 22.25, Kloter 56 berada di maktab 70 sektor 8 dan  selama tinggal di Mekkah berdiam di Hotel Al Zaer Al Khalil daerah Misfalah yang berjarak kurang lebih 1500 meter dari masjidil haram.                                                           Hari rabu tanggal 24 Juli 2019 jam 3.30 bangun pagi mandi bersih bersih, 4.30 sholat shubuh dilanjutkan manasik haji terakhir, 6.30 sarapan pagi ,7.30 sd 10 pembagian pasport dan living cost sebesar 1500 real, 10.00 persiapan berangkat ke bandara soeta , 14.00 sd bandara soeta , 16.30 berangkat ke tanah suci menggunakan saudi air line sd bandara king abdul aziz jedah jam 1.30 wib sedangkan waktu di mekkah jam 21.30.                                                                  Sd hotel jam 01 00.  Hotel 809 bis 11.        Hari ke 1 kamis jam 7.00 persiapan thawaf , sai, tahalul selesai jam 12.30, kembali kehotel                                                             Hari  ke 2 jumat jam 3.00 wkt mekkah sholat shubuh di mesjidilharom , dhuha ,,ngecup hajar aswad, sholat ashar trs pulang ke hotel.                                                               Hari ke 3 Sabtu tanggal 27 juli jam 1.30 ke mesjidil harom thawaf sunnah sholat di multajam, kemudian menuju arafah, musdalifah, ke musium mekkah ke jabal rahma ke mesjid jarotun.                                               Hari ke 4 minggu  28 juli jam 2.30 ke masjidil harom sholat tahajud sd shubuh.                         Hari ke 5 senin tgl 29 juli jam 3.40 sholat di mesjidil harom jam 15.30 ke musium mekah dan umroh dari tan im dengan haji deden Azairin                                               Hari ke 6 selasa tgl 30 sholat shubuh di hotel istirahat sd sholat magrib di mesjidilharom.                                                    Hari ke 7 rabu tgl 31 jam 3.00 thawaf sunnat sebanyak 10 putaran.                           Hari ke 8 kamis tanggal 1 melaksanakan umroh dengan mang haji aden berangkat jam 12. Malam ngambil miqat di jaronah dilanjutkan dengan thawaf Sa i dan tahalul selesai jam 5.00.                                 Hari ke 9 jumat umroh bersama isteri rombongan mang haji aden ngambil miqat di jaronah sd jam 5.00 WAS                               Hari ke 10 sabtu tanggal 3 agustus jam 3.00 WAS bersama KBIH Al mutaryah mande umroh miqat dari udabaydiah.                    Hari ke 11 minggu tanggal 4 agustus sholat shubuh ke harom berangkat jam 2.30 sd 5.00.                                                        Hari ke 12 senin tanggal 5 agustus jam 12.30 umroh dengan rombongan mang haji aden ngambil miqat di jaronah sd jam 5.00 Was                                                            Hari ke 13 selasa tanggal 6 agustus jam 3.00 umroh dengan mang haji aden ngambil miqat dari jaronah sholat shubuh di mesjid jaronah umroh mulai jam 6.30 sd jam 8.50.                                                            Hari ke 14 rabu tanggal 7 agustus istirahat di hotel  jam 10.30 berangkat jalan kaki ke harom karena bis sholawat sdh tidak ada untuk melaksanakan sholat dhuhur dan ashar sd ke hotel jam 17.00 wib.                                                                       Hari ke 15 kamis tanggal 8 agustus melaksanakan kegiatan di hotel istirahat persiapan wukup di arofah.                                Hari ke 16 jumat tanggal 9 Agustus jam 10.30 berangkat ke arafah sd 12.30 makan siang sholat dhuhur dan ashar jama takdim.                                                       Hari ke 17. Sabtu tgl 10 agustus jam 12.46 selesai khutbah wukuf dilanjutkan adzan dhuhur dilanjutkan berdoa dzikir wukuf selesai jam 14.50 WAS selesai doa hujan selanjutnya persiapan ke musdalifah dari musdalifah ke mina berangkat jam 13.00 sd jam 14.00 langsung melempar jumroh aqobah sd jam 5.00  dilanjutkan dgn tahalul awal.                                                       Hari ke 18 minggu tgl 11 agustus yg merupakan hari idul adha di indonesia kegiatan di mina istirahat                            Hari ke 19 senin istirahat.                                Hari ke 20 selasa jam 15.00 melaksanakan melontar yang ke dua dengan melakukan qodo pertama melempar jumroh ulla wusto dan aqobah sebanyak 7 kali kemudian memutar kembali karena menunggu masuk waktu fajar melakukan melempar jumroh kembali sebanyak 7 kali yaitu ulla, wusto, aqobah selesai sd 7.30 selanjutnya menunggu bis sd jam 11.00 kemudian pulang ke hotel.           Hari ke  21 rabu tanggal 14 agustus jam 02.00 ke harom untuk melaksanakan thawaf ifadhoh dan sai sd jam 4.30 alhamdulillah selesai  melaksanakan rangkaian ibadah haji🙌🙌🙌🙌.                        Hari ke 22 kamis tanggal 15 agustus jam 4.00 sholat di mushola hotel. Jam 16.00 berangkat ke jabal nur gua hiro sd jam 20.00 di lanjutkan ke harom untuk thawaf sunat, tidur di harom jam 1.30 bangun dilanjutkan sholat tahajud dan shubuh.    Hari ke 23 jum at tanggal 16 Agustus jam 8.00 istirahat di hotel jumatan di hotel  , jam 16 melaksanakan umroh dengan rombongan haji enceng ngambil miqat di jaronah sholat magrib di depan maulid nabi di lanjutkan thawaf dan sai sd jam 22.30 WAS.                                                           Hari ke 24 sabtu tanggal 17 Agustus sholat shubuh di hotel jam 9.00 ke harom untuk melaksanakan sholat dhuha dan dhuhur.                                                                Hari ke 25 minggu tanggal 18 Agustus jam 2.30 ke harom untuk sholat tahajud hajat, shubuh. Selanjutnya sarapan di grapari telkomsel.                                                             Hari ke 26 Senin tanggal 19 Agustus sholat di mushola hotel jam 10 ke harom sholat sunat tahiyatul mesjid, hajat, qodo, dhuhur.                                                                Hari ke 27 selasa tanggal 20 Agustus  jam 11.00 ke harom thawaf sunat 14 putaran sd jam 14.00 selanjutnya beli mie ayam grapari memenuhi pesanan istri antri sd jam 16.45.                                                                 Hari ke 28 Rabu tanggal 21 Agustus thawaf sunat jam 11.00 sd jam 12.00 sebanyak 7 putaran                                                                                Hari ke 29 Kamis tanggal 22 Agustus jam 1.30 ke haram untuk thawaf sunat sholat shubuh. Jam 8.00 thawaf sunat sebanyak 4 kali putaran jam 22.30 thawaf sunat sebanyak 7 kali dilanjutkan tidur di haram.                                                      Hari ke 30 Jumat tanggal 23 Agustus jam                                                       13.30 bangun sholat sunat, 5.30 ke maulid nabi mandi air zam zam, selanjutnya sholat jumat di haram.                                            Hari ke 31 sabtu tanggal 24 jam 4.00 sholat shubuh di harom bersama isteri makan nasgor di grapari  jam 13.30 berusaha ngecup sama abah hanya kebagian sholat di multajam dan megang pintu kabah lanjut sholat ashar kemudian thawaf 7 putaran sd magrib.                     Hari ke 32 minggu tanggal 25 Agustus jam thawaf wada bersama rombongan almutariyah mulai jam 3.40 sholat shubuh lanjut thawaf 3 putaran lagi selanjutnya persiapan ke madinah 13.30.       Sd di madinah jam 20.00 persiapan masuk hotel langsung ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, baqi , istirahat di hotel Al barakah Oehued Hotel.                               Hari ke 33 senin tanggal 26 Agustus jam 13.30 menuju ke mesjid nabawi sholat sunat, tahajud  dan sholat shubuh arbain 1 di raudhoh sd jam 8.00 kemudian ziarah ke mesjid Kuba sd 10.30 lanjut sholat dhuhur di roudhah arbain ke 2 , jam 14.30 shohat ashar di raudhah arbain ke 3, dilanjutkan sholat mahrib arbain ke 4, kemudian sholat isya arbain ke 5 sambil menunggu isteri dkk ke raudhah.                     Hari ke 34 selasa tanggal 27 Agustus jam 2.00 ke mesjid nabawi untuk sholat sunat tahajud, kemudian sholat shubuh di raudhah arbain ke 6, lanjut dengan rombongan ziarah ke mesjid kebun kurma, mesjid kuba, jabal uhud, khandak dan meskid kiblatain sd jam 10.30 WAS dilanjutkan dengan sholat dhuhur di raudhah melaksanakan arbain ke 7, makan di grapari telkomsel lanjut sholat ashar di raudhoh arbain yang ke 8, selanjutnya sholat magrib arbain yang ke 9.    Dilanjutkan sholat isya arbain yang ke 10.                                                                       Hari ke 35 Rabu tanggal 28 Agustus      Jam 1.30 ke mesjid nabawi tahajud dan sunat lainnya dilanjutkan sholat shubuh di raudhah arbain 11  , dhuhur di raudhah arbain yang ke 12, ashar di raudhah arbain yang ke  13 selanjutnya sholat magrib arbain ke  14, selanjutnya sholat isya arbain ke 15.                                           Hari ke 36 kamis tanggal 29 Agustus , jam 1.30 menuju nabawi sholat sunah tahajud dan sholat shubuh di raudhah arbain ke 16,   Dilanjutkan sholat dhuhur arbain ke 17, dilanjutkan sholat ashar arbain ke 18. Dilanjutkan sholat magrib arbain ke 19 dan diakhiri dengan sholat Isya arbain ke 20 .                                                                      Hari ke 37 jumat tanggal 30 Agustus    Jam 1.30 ke mesjid nabawi  untuk melaksanakan sholat sunat hajat tahajud dan sholat shubuh di raudhah arbain ke 21   Dilanjutkan dengan sholat jumat mulai jam 10.00 di raudhah arbain yang ke 22   , lanjut sholat ashar di raudhah arbain ke 23, kemudian sholat magrib arbain ke 24   Dan sholat isya arbain ke 25.                                                         Hari ke 38 sabtu tanggal 31 Agustus jam 1.30 WAS menuju ke nabawi alhamdulillah dapat di raudhah belakang imam untuk melaksanakan sholat sunat, tahajud dan sholat shubuh arbain ke   26, dilanjutkan sholat dhuhur di raudhoh arbain ke 27, lanjut ashar arbain ke 28 , magrib arbain ke 29 , isya arbain ke 30.                                    Hari ke 39 minggu tanggal 1 September jam 1.30 menuju mesjid nabawi melaksanakan sholat sunat, tahajud dan sholat shubuh di raudhah arbain ke 31, habis shubuh ketemu atase saudi arab renaldy umar, pulang ke hotel persiapan penimbangan koper, jam 10.30 menuju ke nabawi untuk melaksanakan sholat dhuhur di raudhah arbain ke 32, selanjutnya sholat ashar diraudhah arbain ke 33  , lanjut  sholat magrib arbain ke 34               
Kemudian sholat isya arbain ke 35.         Hari ke 40 Senin tanggal 2 September jam 1.00 menuju mesjid nabawi untuk melaksanakan sholat sunat tahajud dan shubuh di raudhah arbain ke 36 , selanjutnya sholat dhuhur arbain ke 37.   Lanjut sholat ashar diraudhah arbain ke 38.   Lanjut sholat magrib arbain ke 39 dan selanjutnya sholat isya arbain ke 40 alhamdulillah selesai di lanjutkan sholat sunat wada dan ziarah ke makam kangjeng Nabi.                                                    
Hari ke 41  selasa tanggal 2 september jam 3.00 ke masjid nabawi untuk sholat tahajud, shubuh dan sunat shubuh beserta rombongan, jam 8.00 berangkat ke bandara madinah jam 12.45 boarding menuju jakarta sd jam 1.30 WAS jam 3.25 WIB.                                       Catatan Raudhah. Dari 40 arbain 19 kali ke Raudhoh                                                        Hari ke  42 jam 6.00 tiba di embarkasi bekasi untuk diserah terimakan kepada bandung barat selanjutnya jam 7.30 WIB berangkat ke pusdikav bandung.      Sd jam 10.30 wib                                                                                                      

 Persiapan oleh oleh.                                          1. Wa haji holil, 2. mang haji idin 3. Mang haji emuh 4. Mang haji OO, 5. Mang lili, 6. Mang haji Amat 7. Mang haji asep wa haji.              8. Haji Agung Cipatik, 8. Pak Amir , 9. Papap, 10. Bupati Sujadi, 11. Pak jeje.                          
Thawaf sunah baru 11 tambah 7 = 18 putaran + hari selasa tgl 20 Agustus 14 putaran = 32 putaran + hari rabu tanggal 21 agustus sebanyak 7 putaran = 39 + hari kamis tanggal 22 sebanyak 7 putaran = 46 putaran + 4 putaran hari kamis tgl 22 Agustus jam 8.00 = 50 kali putaran thawaf sunat + thawaf sunat 7 putaran = 57 + thawaf sunat hari sabtu tgl 24 agustus jam 16.30 sebanyak 7 putaran =64 putaran

Minggu, 26 Juli 2020

Kisah Nabi Luth - Pengetahuan

Nabi Luth Alaihi salam (AS) merupakan putra Ibnu Haran ibnu Azar, yaitu anak saudara lelaki Nabi Ibrahim Al-Khalil AS. Dia telah beriman bersama Nabi Ibrahim dan hijrah ke tanah Syam bersamanya.

Kemudian Allah mengutus Nabi Luth kepada kaum Sodom dan daerah-daerah sekitarnya untuk menyeru mereka agar menyembah Allah Swt memerintahkan mengerjakan kebajikan, dan melarang mereka melakukan perbuatan mungkar.

Saat itu kaum Sodom tenggelam di dalam perbuatan-perbuatan yang berdosa, hal-hal yang diharamkan, serta perbuatan fahisyah (kerusakan) yang mereka adakan sendiri dan belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan Bani Adam dan juga oleh lainnya; yaitu mendatangi jenis laki-laki, bukannya jenis perempuan (homoseks).

Perbuatan ini merupakan suatu hal yang belum pernah dilakukan oleh Bani Adam, belum dikenal dan belum pernah terbetik dalam hati mereka untuk melakukannya selain penduduk Sodom; semoga laknat Allah tetap menimpa mereka.

Karena itulah maka Nabi Luth mengatakan kepada kaumnya, seperti yang disitir oleh firman Allah Swt:

وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ مِّنَ الْعٰلَمِيْن اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ

Artinya: Mengapa kalian mengerjakan perbuatan Jahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita. (Al-Araf: 80-81)

Nabi Luth mengatakan kepada kaumnya jika perbuatan mereka melampaui batas dan suatu kebodohan, karena perbuatan seperti itu berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Kemudian Nabi Luth berkata kepada kaumnya:

قَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ

Artinya: Inilah putri-putriku (kawinilah mereka), jika kalian hendak berbuat (secara halal). (Al-Hijr: 71)

Nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka untuk mengawini putri-putrinya. Tetapi mereka merasa keberatan dan beralasan tidak meng­inginkannya.Mereka menjawab, "Sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”(Hud: 79)

Para ahli tafsir mengatakan bahwa kaum lelaki mereka melampias­kan nafsunya kepada lelaki lain, sebagian dari mereka kepada sebagian yang lain. Demikian pula kaum wanitanya, sebagian dari mereka merasa puas dengan sebagian yang lainnya.

وَجَاۤءَ اَهْلُ الْمَدِيْنَةِ يَسْتَبْشِرُوْنَ

قَالَ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ ضَيْفِيْ فَلَا تَفْضَحُوْنِۙ

وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ

قَالُوْٓا اَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

قَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ

لَعَمْرُكَ اِنَّهُمْ لَفِيْ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ

"Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu. Lut berkata, "Sesung­guhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina.” Mereka berkata, "Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”Luth berkata, "Inilah putri-putri (negeri)ku (kawinlah dengan mereka), jika kalian hendak berbuat (secara yang halal).” (QS. Al Hijr: 67-72)

Kaum Nabi Luth sangat senang melihat kedatangan tamu Nabinya yang berwajah tampan.

Mereka mendatangi rumah Nabi Luth atas informasi istrinya dengan isyarat khusus. Melihat kedatangan kaumnya, Luth berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina.” (Al-Hijr: 68-69)

Hal ini dikatakan oleh Nabi Luth sebelum dia mengetahui bahwa tamu-tamunya itu adalah utusan Allah. Tamu-tamu berwajah tampan itu merupakan malaikat yang diutus Allah.

Setelah mereka masuk ke dalam rumah, ternyata istri Nabi Luth yang sudah berusia lanjut lagi berhati buruk itu pergi dan naik ke atas rumah, ia mengibarkan pakaiannya sebagai isyarat yang ditujukan kepada kaumnya. Maka orang-orang fasik berlomba-lomba datang dengan cepat menuju ke arahnya, lalu bertanya, "Apakah yang telah terjadi denganmu?" Istri Luth berkata, "Luth telah menerima suatu kaum sebagai tamunya, aku belum pernah melihat wajah yang setampan mereka dan belum pernah mencium bau yang sewangi bau mereka."

Maka mereka bersegera menuju pintu rumah Nabi Luth, lalu Nabi Luth menutup pintu rumahnya dan menahan mereka dari dalam, sedangkan mereka mendorong pintu dari luar. Dalam keadaan demikian Nabi Luth mengingatkan mereka kepada Allah seraya berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya: Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian. (Hud: 78)

Maka Malaikat Jibril bangkit dan menyumbat pintu itu, lalu ia meminta izin kepada Tuhannya untuk menyiksa mereka, maka Allah mengizin­kannya. Lalu Jibril bangkit dan berubah ujud seperti aslinya di langit, kemudian membeberkan kedua sayapnya.

Jibril mempunyai dua buah sayap, dan pada sayapnya terdapat kain selendang yang terbuat dari mutiara yang dianyam. Malaikat Jibril mempunyai gigi seri yang berkilauan, keningnya lebar lagi bercahaya sedangkan (rambut) kepalanya ikal bergelombang berwarna mutiara yang sangat putih seperti salju, dan kedua kakinya berwarna kehijau-hijauan.

Lalu ia berkata, "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu.” (Hud: 81) Pergilah kamu, hai Luth, menjauhlah dari pintu itu dan biarkanlah aku menghadapi mereka. Maka Luth menjauh dari pintu, lalu Malaikat Jibril keluar menghadapi mereka dan merentangkan sayapnya; ia pukul wajah mereka dengan sayapnya dengan pukulan yang membuat mata mereka tidak dapat melihat, sehingga mereka menjadi buta, tidak dapat melihat jalan.

Kemudian Luth diperintahkan untuk pergi bersama keluarganya pada malam itu juga: Sebab itu, pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam. (Hud: 81)

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikan­lah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

Allah Swt. berfirman, "Kami selamatkan Lut bersama keluarganya dan tidak ada seorang pun dari kaumnya yang beriman selain keluarga dan ahli baitnya sendiri kecuali istri Nabi Luth sendiri, karena sesungguhnya dia tidak beriman kepadanya, bahkan dia tetap berpegang kepada agama kaumnya.

Dialah yang memberikan informasi dan memberitahukan kepada kaumnya perihal tamu-tamu yang datang kepada Nabi Luth dengan bahasa isyarat yang hanya dimengerti oleh mereka.

Karena itu, ketika Nabi Luth diperintahkan agar memberangkatkan keluarganya di malam hari. Allah memberitahukan kepadanya bahwa janganlah Luth memberitahukan keberangkatannya kepada istrinya dan janganlah membawa serta istrinya keluar dari negeri itu.

Setelah Nabi Luth dan pengikutnya yang beriman keluar dari Kota Sodom, Allah menurunkan azabnya dengan menjatuhkan batu-batu besar dari langit dan menjungkir balikkan kota itu.

Sebelumnya, azab tersebut diawali dengan suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Setelah itu, mereka dihujani dengan batu dari tanah yang keras.



Tentang Haji 2020 - 1441H

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jemaah yang melakukan haji tahun ini hanya dapat melewati satu Miqat (batas dimulainya ibadah haji).

Dilansir dari publikasi Arab News, Ahad (27/7/2020), Miqat sendiri adalah istilah yang mengacu pada batas dari mana jemaah harus memakai pakaian Ihram, dua lembar kain putih tanpa jahitan, untuk melakukan haji atau umrah.

Empat batasan dipilih oleh Nabi Muhammad SAW untuk para peziarah yang datang dari berbagai daerah di dunia untuk melakukan ibadah haji dan umrah. Sedangkan yang kelima dipilih oleh khalifah Umar bin Khattab.

Lima batas, atau Mawaqit, mewakili ritual pertama haji. Terletak di timur laut Makkah, Miqat Qarnul Manazil, yang dianggap oleh para sejarawan sebagai Miqat orang-orang Najd, juga biasanya merupakan Miqat bagi para peziarah yang bepergian dari negara-negara Teluk dan Asia Timur saat ini.

Istilah ini mengacu pada gunung kecil yang membentang ke utara dan selatan dengan air mengalir di kedua sisi, alasan mengapa itu juga dikenal sebagai Al-Sail Al-Kabir (banjir besar).

Selain itu, jumlah peziarah yang melakukan ziarah tahunan tahun ini pun juga rendah. Mengingat keadaan luar biasa yang disebabkan oleh pandemi coronavirus. Jemaah diharapkan menuju ke Miqat Qarnul Manazil karena itu yang terdekat ke Makkah.

Masjid Al-Sail Al-Kabir di dalam Miqat Qarnul Manazil dianggap sebagai salah satu yang terbesar di Kerajaan. Masjid ini dilengkapi dengan layanan modern untuk jemaah haji.

"Tempat itu terkait dengan kehidupan Nabi, ketika Nabi melewatinya selama Pengepungan Taif. Menurut sejarah, Nabi melewati 'Qarn' yang berarti Qarnul Manazil,” ujar seorang Profesor sejarah dan peradaban di Universitas Ummul Qura Makkah, Adnan Al-Sharif.

Ia mengungkapkan, negara Saudi telah merawat Miqat Qarnul Manazil dengan baik. Kerajaan menyediakan fasilitas bagi para peziarah yang berkunjung untuk melakukan umrah dan haji.

Sedangkan menurut seorang jurnalis dan sejarawan, Hamad Al-Salimi, sepanjang sejarah, terdapat makna yang berbeda ada di balik penamaan Qarnul Manazil.

Seorang filolog dan satu dari tiga ahli tata bahasa Arab dari sekolah Basra di Irak, Al-Asmai pun menggambarkan Miqat sebagai gunung di Arafat. Sementara para sejarawan percaya bahwa itu juga melayani orang yang datang dari arah lain sepanjang sejarah.

Sultan ke-45 dari dinasti Mamluk, Al-Ghuri mengatakan itu adalah Miqat rakyat Yaman dan Taif, sedangkan Qadi Ayyad. Sedangkan menurut seorang sarjana hukum, Maliki yang terkenal di Zaman Keemasan Islam (800-1258) mengatakan itu adalah Qarn Al -Thaalib yang berfungsi sebagai Miqat rakyat Najd. Beberapa orang mengucapkannya "Qaran", yang salah, karena Qaran adalah suku di Yaman, menurut Al-Salimi.


Sabtu, 25 Juli 2020

Musim Haji

Musim haji telah tiba. Meski pemerintah Indonesia memutuskan tidak mengirim jemaah ke tanah suci karena pandemik COVID-19, pemerintah Arab Saudi sebagai penyelenggara tetap melaksanakannya. Tetapi jemaah tahun ini sangat dibatasi, hanya 10.000 orang saja.

Nah, sebelum melaksanakan ibadah haji tentu banyak yang harus dipersiapkan. Tidak hanya fisik tapi juga bacaan-bacaan yang harus dilafazkan ketika melaksanakan ritualnya.

Sebelum sampai ke niat haji, ada baiknya kita mengetahui apa itu haji?

Secara bahasa, kata haji bermakna al-qashdu, yang artinya menyengaja atau melakukan sesuatu yang agung. Haji juga bermakna mendatangi sesuatu atau seseorang. Namun secara istilah syariah, haji berarti mendatangi Kakbah untuk mengadakan ritual tertentu.

Tetapi ada juga yang mendefinisikan sebagai berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu dan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.

1. Haji ternyata ada tiga macam: tammattu, ifrad dan qiran

Kalau belum tahu, haji itu ternyata ada tiga macam, yakni haji tammattu, haji ifrad, dan haji qiran. Apa bedanya?

Jadi kalau haji tammattu mengerjakan umrah dahulu baru haji. Sedangkan haji ifrad mengerjakan haji terlebih dahulu baru umrah dan diselingi tahallul. Adapun haji qiran, mengerjakan haji dan umrah bersama-sama tanpa diselingi tahallul.

Jemaah bisa memilih salah satu dari haji tersebut. Namun sebelum pelaksanaan ibadah haji ada urutan dan tata cara pelaksanaan haji beserta beberapa sunahnya.

2. Ini bacaan niat haji jika sudah mengenakan ihram

Pertama, bersuci dengan mandi dan wudhu. Kedua, Berangkat menuju miqat. Ada dua macam miqat haji, yaitu: miqat Zamani, yakni batas waktu memulai ihram haji yaitu 1 Syawal sampai terbitnya fajar pada 10 Zulhijjah, dan miqat Makani, yakni batas tempat mulai ihram haji.

Ketiga, berpakaian ihram dari miqat sambil membaca doa ihram. Keempat, jika memungkinkan salat sunah ihram.

Kelima, niat haji dari miqat dengan mengucapkan: Labbaika Allaahumma hajjan. Artinya, "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji."

Kemudian membaca: Nawaitul hajja wa ahramtu bihii lillaahi t'aalaa

Artinya, "Aku niat haji dan berihram karena Allah SWT."`

3. Memperbanyak bacaan talbiyah, salawat, dan doa

Keenam, berangkat ke Arafah dengan memperbanyak bacaan talbiyah, salawat, dan doa. Berikut doa ketika berangkat ke Arafah:

Allaahumma ilaika tawajjahtu wa ilaa wajhikal kariimi aradtu faj'al dzanbii maghfuuran wa hajji mabruuran warhamnii wala tukhayyibnii innaka 'alaa kuli syai-in qadiirun.

Artinya, "Ya Allah, hanya kepada Engkaulah aku menghadap dan hanya kepada-Mu Yang Maha Pemurah aku mengharapkan, maka jadikanlah dosaku terampuni, hajiku diterima. Kasihanilah aku dan janganlah Engkau mengabaikan aku. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Ketujuh, masuk ke Arafah dengan bacaan doa, kemudian memperbanyak talbiyah, zikir, istighfar, tahlil, shalawat, dan lain sebagainya.

4. Berdiam diri di Arafah sejak mulai tergelincirnya matahari di siang hari pada 9 Zulhijjah sampai terbitnya fajar pada 10 Zulhijjah

Kedelapan, menunggu waktu wukuf dengan memperbanyak berzikir, tasbih dan membaca al-Quran. Kesembilan, memperbanyak bacaan talbiyah dan doa.

Kesepuluh, wukuf atau berdiam diri di Padang Arafah sejak mulai tergelincirnya matahari di siang hari pada 9 Zulhijjah sampai terbitnya fajar pada 10 Zulhijjah.

Kesebelas, berangkat menuju Muzdalifah dan melaksanakan mabit. Selanjutnya mabit di Mina pada tanggal 10-12, atau 13 Zulhijjah.