Sabtu, 18 Juli 2026

Aku


aku, tulisanku dan bukuku, sebuah kisah cinta segitiga yang sangat menyenangkan..

Jumat, 17 Juli 2026

Anakku Sayang

Yang sobek dasterku

Yang kubelikan baju anakku

Yang stress diriku

Yang kuajak liburan anakku

Yang lapar diriku

Yang aku kasih makan anakku

Yang kusut wajahku

Tapi yang ku dandani dan wangi anakku

Ternyata benar, setelah jadi ibu

Aku hanya ingin membahagiakan anakku.



Lembar Soal

Pertanyaan :
Kenapa laki-laki yang kamu temenin dari nol, setelah berhasil memilih perempuan lain ?

Jawaban:
Kebanyakan laki-laki itu ingin berjuang dengan perempuan yang mau diajak susah, tetapi ingin hidup dengan perempuan yang menganggap dia pahlawan.
Saat berjuang dari nol, istri sah pertama yang menyaksikan seluruh ketidaberdayaan dan kegagalan suaminya. 
Ego maskulin laki-laki kadang merasa kerdil di depan seorang yang tahu masa lalunya.
Makanya setelah sukses, dia mencoba mencari wanita baru, yang hanya tahu kehebatannya hari ini.
Ini bukti nyata dari ego laki-laki yang sudah beristri, sudah mempunyai keluarga, sudah memiliki anak, yang tidak tahu diri dan tidak tahu cara berterima kasih.

Intinya :
Laki-laki yang otaknya jarang dipakai, empatinya tidak diasah, akan membuang perempuan yang mengulurkan tangan saat dia kesusahan dan kelaparan.
Dan akan memilih tangan perempuan yang tidak pernah melihat dia saat kesusahan dan kelaparan.
Ini adalah laki-laki yang menjijikan, yang dengan sukarela memperlihatkan pada dunia  bahwa dirinya tidak mempunyai harga diri !


Kamis, 16 Juli 2026

Hebat

Siti Hajar juga cuma punya 1 anak

Ismail

Dia capek ? Nangis ? Ngeluh ?

Iya

Dia ngerasa gagal pas Ismail kehausan?

Pasti

Tapi Allah SWT abadiin larinya di Al Qur'an

Kenapa?

Karena 1 anak yang diperjuangin sepenuh hati

Kamu lagi lari Shafa - Marwah versi kamu

Bolak-balik

Capek. Haus. Takut. Sedih.

Tapi kamu ngga ninggalin anak kamu

Kamu Ibu Hebat

Bukan Ibu gagal.

Camkan

Masih ada anak yang Allah titipkan untuk kamu jaga.

Wajar


​Perempuan diluar terlihat cantik dimatamu?

Wajar, kamu ketemu dia saat dandan,

Atau dengan versi terbaik dia.

Perempuan diluar lebih seru dari istrimu?

Wajar, kamu ngga ketemu setiap hari.

Perempuan diluar membuatmu nyaman ?

Wajar, dia ngga mikirin hutang cicilan rumah,

Ngga mikirin kebutuhan hidup kamu

Ngga mikirin kebutuhan anak kamu

Ngga mikirin bayaran bulanan kamu

Perempuan diluar sana tidak mengeluh?

Wajar, karena dia tidak tahu busuknya kamu

Perempuan diluar sana gak secerewet istrimu?

Wajar, dia tahunya kamu punya uang banyak

Perempuan diluar sana berkata lembut?

Wajar, dia hanya ingin uangmu

Perempuan diluar sana menenangkan hatimu?

Wajar, karena dia murahan

Sedangkan istrimu menghadapi semua kekuranganmu.

Sadar?!!



Hey.....!!


​Kalau ada kehidupan selanjutnya

Menikahlah kamu dengan perempuan

Yang benar-benar kamu inginkan

Yang benar-benar kamu cintai

Sehingga kamu bisa bersyukur,

Dengan istrimu itu,

Yang cantiknya selalu kamu puji

Pengorbanannya kamu hargai,

Perasaannya kamu jaga,

Marahnya kamu bujuk,

Tangisnya kamu peluk,

Yang ceritanya kamu tunggu

Dan bisa membuatmu menundukan pandangan karena sudah merasa cukup dengan istrimu,

Bersamalah dengan wanita yang benar-benar kamu inginkan,

Sesuai typemu,

Sesuai seleramu, 

Agar kamu tidak menyakitinya, 

Tapi bolehkah aku mengingatkan,

Kembalikan hidupmu dahulu pada titik nol, seperti saat pertama datang kepadaku,

Tanpa uang,

Tanpa rumah,

Tanpa mobil,

Tanpa pakaian,

Tanpa PEKERJAAN,

Tanpa jabatan,

Jangan membayangkan hidupmu di posisi sekarang, bersama wanita baru 

Silahkan mencari wanita yang mau kamu jadikan istri, kembali dimulai dari nol !

Jangan tersenyum pada orang buta,

Jangan berisik pada orang tuli,

Paham kan??


Sering


​"uang hasil kerja tuh ditabung, jangan boros"

padahal aku cuma pingin beli sesuatu yang  orang lain dibeliin suaminya sementara aku harus beli sendiri tentunya pakai uangku sendiri.

"Ga apa-apa yaaaa, pingin sekali aku tuh, apalagi kemarin ulang tahunku, hitungan hadiah untuk diri sendiri...."

"nanti akan aku ceritakan betapa gilanya aku berjuang sendiri untuk meratukan diri sendiri dan membahagiakan anakku..."

Sambil aku mencoba mencari jawaban, apa yang tidak layak diperjuangan dari diriku...