Kamis, 16 Juli 2026

Catatan Untuk Para Suami

​Catatan untuk para suami :

Berhati-hatilah ketika sikap terlalu ramah diberikan kepada perempuan lain.

Bukan karena isterimu berlebihan dalam cemburu, tetapi karena engkau sedang menukar kepercayaan dengan rasa nyaman yang bukan hakmu.

Jangan berlindung dibalik alasan "sekedar ngobrol" atau "tidak maksud apa-apa", "emang kenapa"

Karena zina tidak pernah dimulai dari sentuhan.

Ia bermula dari tatapan yang dibiarkan terlalu lama dan perhatian yang seharusnya tidak diberikan.

Ingatlah, kesetiaan bukan diuji saat tidak ada pilihan, tetapi saat ada godaan, dan engkau memilih menolak dengan sadar.

Kehormatan suami tampak dari kemampuannya menjaga hati isterinya, meski peluang tergoda terbuka lebih dari satu.


Sensi





Orang kalau sudah pernah punya riwayat ada masalah sama kita, 

bawaanya tersinggung selalu. 

Sekalinya posting gambar monyet, dikira ngatain dia.


Rabu, 15 Juli 2026

Masih Aku Pikirkan



Aku sebenarnya punya hak untuk mempermalukan seseorang yang lari dari tanggungjawab atas perbuatannya, aku bisa saja membuka semuanya, membuat dia merasakan malu yang sama seperti yang aku rasakan, tapi setelah aku pikir, aku tidak perlu melakukan itu, seseorang yang tidak menepati janji tanggungjawabnya sudah menunjukan siapa diri sebenarnya, tidak dewasa, nyalindung ka indung, dan pengecut!

Aku tidak perlu menjatuhkan siapapun untuk membuktikan kebenaran biar waktu akan membuka semuanya, karma selalu tahu kemana harus pulang.

Satu-satunya karma yang Aku inginkan bukan balasan yang sama, bukan luka yang dibalas luka, Aku cuma ingin suatu hari nanti seseorang itu akan bertemu versi dirinya sendiri sekaligus merasakan bagaimana rasanya diperlakukan seperti yang pernah orang itu lakukan, agar mengerti bahwa luka yang dianggap biasa ternyata sedalam itu rasanya.

Teruntuk manusia yang tidak perlu aku sebut namanya, ingat ini baik-baik, Aku akan menjadi penonton paling depan saat karmamu tiba.



Terkadang Rasanya

​Kadang rasanya ngga adil

Orangtuaku membesarkanku penuh perjuangan

Menjaga hati mati-matian

Jangan terluka sedikit juga

Tapi setelah dewasa

Justru orang lain melukainya

Lewat ucapan

Lewat sikap

Lewat perlakuan

Dan sedihnya lukanya bukan di badan

Tapi sakit di hati yang perlahan


Siapa ??

​Kau mengunci pintuku atas nama agama.

Tapi kau sendiri keluyuran tanpa kompas.

Kau bilang perempuan harus tertutup.

Tapi matamu bebas menjelajah.

Kita sama-sama ciptaan-Nya.

Lau siapa yang kau sembah :

Tuhan, atau egomu?

Perempuan tidak butuh lelaki sempurna.

Hanya butuh lelaki tahu batas.

Tahu tanggungjawab.

Dan takut pada Allah, 

Saat tak ada yang melihat.


Allah

​Tidak ada siapapun,

Yang ingin bertemu denganmu lima kali sehari,

Menerimu dalam keadaan apapun,

Senang, sedih, marah, gelisah bahkan patah hati,

Kecuali ALLAH.


Dalam Dua Bahasa




Dalam Bahasa Indonesia :

"Bukan mati rasa, tapi aku yang mematikan rasa itu".

Dalam Sastra Indonesia :

"Aku tidak sedang kehilangan kemampuanku untuk peduli, bukan pula hati ini tawar oleh waktu yang sepi. Kini kurapatkan gerbang rasa yang kau tahu dulu tak berpintu, mengunci setiap harap agar tidak lagi patah dengan kunci kecewa yang sama. Jangan anggap aku telah membeku atau kehilangan kelembutan jiwa, bukan kehilangan binar. Aku yang sengaja meredupkan lenteranya. Demi menjaga sisa kedamaian yang susah payah kubangun kembali".