
Ngomongin tradisi Idul Fitri, dari dulu saya selalu merayakan hari pertama di rumah. Sholat Ied di masjid dekat rumah, kemudian berkumpul dengan semua semua keluarga mertua saya yang semuanya tinggal tak berjauhan. Punya mertua dan orang tua berdekatan jaraknya, otomatis setelah menikah, saya dan suami tak pernah mudik. Mau mudik ke mana, masa mudik cuma dari teras ke teras. Rumah saya di belakang rumah mertua, sedangkan rumah orang tua saya masih berjarak 10 kilometer dari tempat saya tinggal, tapi tetap aja termasuk deketan.









Moment Idulfitri hari pertama keluarga kecil kami berkunjung ke mertua. Berkunjung pun mungkin engga, karena shalat ied pun saya bersama mertua dan kakak ipar. Selesai makan ketupat di rumah, rutinas selanjutnya pasti kami selalu berfoto bersama depan rumah saya.
Moment Idulfitri hari kedua, Kami barulah berkunjung ke rumah orangtua saya, tapi bukan di Bandung. Orangtua sejak lama bila sebelum puasa datang selalu ke Jakarta, menginap di rumah adik bungsu, kemudian menjelang lebaran menginap beberapa hari di hotel atau apartemen untuk berkumpul bersama.
Dulu waktu kami masih kecil-kecil, semua masih bergabung satu atap di rumah mama. Sehari-hari pun selalu bertemu. Sekarang kami sudah mencar-mencar. Di hari-hari biasa atau di luar lebaran susah bagi kami berkumpul secara lengkap karena adik saya tinggal di luar kota .
Namun semenjak saya menikah, saya tidak bisa lagi mengikuti ritual maaf-maafan di rumah Oma karena saya mendatangi rumah ibu mertua terlebih dahulu, setelah itu saya menyusul ke rumah Oma. Jadi saya baru dapat bertemu Oma dan seluruh pasukan di sana lebaran hari kedua.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar