

Dalam Bahasa Indonesia :
"Bukan mati rasa, tapi aku yang mematikan rasa itu".
Dalam Sastra Indonesia :
"Aku tidak sedang kehilangan kemampuanku untuk peduli, bukan pula hati ini tawar oleh waktu yang sepi. Kini kurapatkan gerbang rasa yang kau tahu dulu tak berpintu, mengunci setiap harap agar tidak lagi patah dengan kunci kecewa yang sama. Jangan anggap aku telah membeku atau kehilangan kelembutan jiwa, bukan kehilangan binar. Aku yang sengaja meredupkan lenteranya. Demi menjaga sisa kedamaian yang susah payah kubangun kembali".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar