Selasa, 14 Juli 2026

Prioritas




Lagi rame soal kasus suami yang dapat hadiah hampers makeup mahal di kantor, bukannya dibawa pulang buat istrinya di rumah, malah dikasih ke temen cewek kantornya. 

Terus mulut cowok ngga ngotak dan cewek gatel pada ngebela, "haduh, kan cuma makeup doang, lagian hadiah gratisan 😳

Ini bukan cuman soal "tentang makeup hadiah" tapi soal kehilangan rasa dihargai dan dikhianatinya kepercayaan dalam rumah tangga. Juga bukan soal harga makeupnya ya....,tapi soal batasan sama cewek lain. Ini soal perasaan istri yang tidak diprioritaskan.

Sama seperti cerita, hari ini ulang tahun cewek yang digadang-gadang di keluarga besar, besoknya semua tahu itu ulang tahun istrinya.

Dengan sengaja si suami pesan tumpeng segede gaban pada hari ini, padahal istri sudah melarangnya, padahal sudah dikatakan "jangan dilakukan", tapi masih dilakukan dibantu keluarga dekatnya, dengan alasan istrinya besok ulang tahun, dengan alasan hari ini semua kumpul, padahal setiap hari selalu kumpul

Heh ! Siapa yang kau rayakan ? Istrimu atau siapa ? tumpeng datang hari ini ?  Merayakan bersama ? Tentu tidak ! Sibuk merayakan kebahagian siapa? 

Yang membuat istrinya terluka, dia mengatakannya sambil tersenyum dan bangga dengan "kebaikannya", kamu tidak peduli hal yang melukai.

Sementara istri baru selesai membereskan rumah, menyiapkan makanan dan masih mengenakan pakaian rumah

Bagi istri bukan soal tumpeng. Ini soal perasaan yang tidak diprioritaskan. Si suami lebih peduli terlihat baik di depan orang lain daripada memikirkan bagaimana perasaan istrinya. Semua orang memuji kebaikannya sementara istrinya menahan kecewa. Paling kecewa itu, disaat istri sudah melarangnya tetapi dia masih melakukannya.

Soal prioritas pada siapa si suami utamakan, tidak ada cewek yang mau diduakan apalagi dia istrimu. Dengan kalimat lain, ego dan citranya di mata orang lain lebih penting daripada perasaan istri

Semua memuji kebaikannya sementara istrinya hanya bisa menahan sedih dan amarah hati.

Si suami bilang istrinya hanya cemburu berlebihan. Tapi bagi istri, ini bukan soal cemburu - ini soal kurang rasa menghargai dan pertimbangan perasaan istri.

Sampai sekarang aku, istrinya masih tidak bisa melupakan hari itu.

Sekarang Aku mengerti mengapa aku tidak pernah diusahakan, tidak dihargai, marahku selalu diabaikan, kesalku tidak pernah didengarkan.

Bukan kamu yang tidak mengerti. Tapi aku yang harus sadar. Bahwa dikehidupan mu, aku hanya setitik prioritas yang kalau hilang pun tidak berpengaruh apapun.

Esok jika kamu mencari Aku.

Carilah Aku ditumpukan paling bawah diantara prioritas mu. Di sela antara hal yang tidak pernah kamu anggap penting.

Karena menurut kita itu menyakitkan, tapi menurut mereka itu tidak

Karena apa.?? Karena standar moral orang itu berbeda-beda. 

Sesuatu yang kita anggap itu menyakitkan, di lingkup mereka hanya terlihat sebuah hal kecil yang biasa saja. Sebab yang terlihat besar dimata orang lain akan dianggap normal oleh mereka.

Percayalah Aku tidak menangisi laki-laki itu. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar