Kamis, 08 April 2021

Khutbah Rasulullah Saat Berhaji


Disunnahkan bagi Imam pada hari raya Idul Qurban untuk menyampaikan khotbah setelah tergelincir matahari yakni khotbahnya haji Wada Rasulullah. Kesunahan khotbah ini berdasarkan beberapa hadist Rasulullah.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Bakar. "Rasulullah SAW berkotbah kepada kami pada hari raya Qurban." (HR Bukhari).

Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas. "Nabi berkotbah di hadapan orang-orang yang padi pada hari raya Qurban."

Dalam sebuah hadits dari Ibnu Umar yang menurut Imam Bukhari bersetatus muallaq dan menurut Ibnu Majah berstatus muttashil diterangkan bahwa, Nabi Muhammad SAW. "Berdiam pada hari raya kurban di antara beberapa kali jumrah pada haji yang beliau laksanakan. Beliau bersabda. "Hehari ini adalah...."di sana nabi berpamitan kepada orang-orang. Lalu mereka berkata ini adalah Haji Wada.

Menurut Imam Ghazali dalam kitabnya Asrar Al-Hajj ada empat khotbah selama pelaksanaan Haji. Khotbah pada hari ketujuh, khotbah pada hari Arafah, khotbah pada hari raya Qurban dan khotbah pada hari nafar awal.

"Semua dilaksanakan setelah matahari tergelincir. Semuanya dilakukan sekali kecuali khotbah pada hari Arafah karena dilaksanakan dua kali yang di antara keduanya dipisah dengan duduk sebentar," kata Imam Ghazali.

Selanjutnya sesuai setelah melaksanakan thawaf, jamaah haji kembali ke Mina untuk mabit dan melempar jumroh. Bermalam pada malam itu di mina disebut dengan Lailatul Qadar karena keesokan harinya mereka akan berdiam di mina dan tidak pergi kemana-mana.

Esok harinya ketika matahari sudah tergelincir di barat, mereka mandi sebelum melempar jumrah. Lalu berangkat menuju jumroh Ula yang terletak di samping Arafah dan berada di sisi kanan jalan besar. "Kemudian melempar tujuh batu kerikil ke arah jumrah Ula," katanya.

Setelah melempar jumrah Ula, hendaknya menepi sedikit dari sisi kanan jalan besar lalu berhenti dalam posisi menghadap kiblat sambil membaca Tahmid, Tahlil dan Takbir serta berdoa dengan sepenuh hati dan melibatkan seluruh anggota tubuh.

Adapun kata Imam Ghazali berhenti sambil menghadap kiblat, lamanya kira-kira sama dengan kita membaca surat Al Baqarah sambil berdoa. Selanjutnya, berjalan menuju jumroh, lalu melemparkan batu kerikil seperti pada lemparan jumlah pertama dan berhenti seperti yang dilakukan saat usai melempar jumrah pertama.

Kemudian berjalan menuju jumrah aqabah dan melemparkan 7 kerikil kearahnya. Jangan menyibukkan diri dengan urusan apa pun, sebaliknya, setelah selesai melempar ketiga jumrah segera kembali ke tempat singgah dan bermalam di mina pada malam itu juga. "Malam itu disebut dengan malam nafar awal," katanya.

Esok harinya tasyrik kedua, setelah salat zuhur jumrah kembali sebanyak 21 kerikil seperti hari sebelumnya. Selanjutnya bebas memilih antara tetap berdiam di mina atau kembali ke Makkah.

Apabila keluar dari Mina sebelum matahari terbenam, maka tidak ada masalah apa-apa. Namun jika dia tetap bertahan hingga malam, maka dia tidak boleh pergi dari Mina akan tetapi wajib bermalam di sana hingga selesai melempar jumrah pada hari nafar tsani sebanyak 21 kerikil seperti jumroh jumrah sebelumnya.

Apabila Tidak bermalam di Mina dan tidak pula melempar jumrah maka wajib membayar Dam. Hendaknya daging hewan sembelihannya disedekahkan.

Diperolehkan mendatangi Baitullah pada malam-malam keberadaan di Mina asalkan dia hanya bermalam di sana. Rasulullah SAW melakukan yang demikian. Terpenting juga jangan sampai tidak menghadiri semua salat fardhu bersama Imam di Masjid al-Khaif karena utamanya amatlah besar.

Ketika bertolak dari Mina, maka lebih utama bila bermukim di Mahsab dari Mina, melaksanakan salat Ashar Maghri, Isya dan Subuh serta tidur sebentar di sana. Ini adalah sunnah Nabi yang diriwayatkan oleh para sahabat. Apabila tidak dilakukan maka tidak dosa baginya.

Kelainan Jiwa ?


Menurutnya emosi sang suami mudah tersulut meski hanya dengan masalah sepele.

Pemicunya, misalnya lagi ngomong hal ringan, lagi nonton tv, dalam perjalanan di mobil. Kalau misalkan kita berpendapat ya, namanya istri ngobrol sama suami, pengennya bisa lepas kan. Kalau ngomong sama dia bawaannya deg-degan aja, takut salah ngomong. 

Jika salah bicara atau ucapannya tak disukai sang suami, bisa dengan tiba-tiba emosi naik. Mulutnya bisa maju berapa sentimeter. 

Nanti kalau ada sedikit salah ngomong langsung dia nadanya tinggi, terus dia langsung ngegas, tinggi suaranya bikin senewen mendengarnya. Terkadang memaki di depan orang lain menjadi cara untuk lebih mempermalukan kita. 

Kalau nggak sesuai sama dia, mau pembicaraan mau perbuatan atau pemikiran kita, ngabentak adalah yang lebih dulu dia ucapkan. Istilahnya karena dia salah malah kita digebrak lebih dulu. Jadi nggak pernah tenang, mau ngobrol atau apa saja. 

Sudah karakternya temperamen, jadi segala sesuatu apa saja permasalahannya dia nggak bisa mengalah. Dia selalu merasa dirinya benar. Malah kalau dipikir sebenarnya keinginannya dia ingin isterinya jadi perempuan yang bodoh, manut, pasrah soal duit, harus mau dibegoin sama suami. Kerjanya perempuan hanya bersih-bersih, masak, sumur dapur dan kasur. Ngasih uang cukup teu cukup harus cukup, padahal kelakuannya selalu ingin makan enak. Pagi siang sore makanan harus beda. Masa bodoh istri kebingungan uang di dompet pas-pasan. Di pikirannya laki-laki itu, dia lah yang paling pintar, lebih kaya karena dia yang bekerja, lebih paham segala sesuatu. Uang sudah saya kasih, semampu dia katanya, tapi keinginannya macem-macem. Mana mau ngeluarin uang sendiri. Dipakailah uangnya buat hobbynya saat masih kecil ngga terlaksana. Pake duit suka-suka dia. Bohongnya mah kelihatan. Tapi ya itu karena males berdebat, ngelihatin aja kita mah. Dasar memang yahudi !!!

Perbuatannya keluar ke hubungannya dengan masyarakat atau teman-temannya selalu tercover kesholehan, rajin sholat, ngobrol ketakutan akan dosa, tentang masa depan keluarga, yang bagus dan yang indah. Samawa.  Jadi tidak akan ada yang percaya perbuatan dan kelakuannya selama di rumah. Contohnya paling keinget suami istri naik haji, istri bayar seluruh sendiri, memang suami setor uang ke istri tapi untuk biaya suami sendiri, ngga mau tahu cicilan istri. Yang bikin mungkin kelainan jiwa, saatnya berangkat, bekal haji minta sama istri. Alasanmya minjem nanti dibayar. Sampe sekarang berapa banyak pinjeman dia belum dibayar-bayar. Kalau ngomong agama memang jago, tapi dipraktekan ke diri sendiri ngga bisa. Whooii utang namanya kalau lu bilang pinjem !!! Itu salah satu contoh. Dasar koplak !!!! 

Gayanya selangit, tapi sama istri pedit. Kopet. Perhitungan. Mentang-mentang udah ngasih gaji yang itu juga dipotong buat bayar utang, buat makan, bulanan belanja, suka-suka lu ngatur uang. Gaji juga dipotong banyak sama lu sendiri. Gayanya sok cakep padahal muka dibawah standar, kalau kesal sama istri sok cari perhatian kayak gangsing sama perempuan lain (kejadian yang ini saat naik haji kelihatan sekali, belagu, mungkin Allah memperlihatkan semua keburukan dia). Perempuan lain mau deket-deket dia, ya karena dia bodoh, tinggal si perempuan kasih pujian, bentaran juga dapat makan-makan atau si laki ngasih oleh-oleh buat itu cewek. Bodo banget si lu laki !!!! 

Suami tipe seperti ini pada dasarnya tipe bodoh, gobloknya luar biasa, tipe laki-laki zaman kolonial, merasa paling diatas paling bisa segalanya. Padahal dalam kenyataan hidup rumah tangga sekarang, dia lebih tidak paham arti hubungan suami istri, tidak paham bahwa sekarang isteri bisa lebih pintar, lebih cerdas, lebih cekatan daripada dirinya sendiri. Mun ceuk urang sunda mah, manehna hayang gaya nunjukeun boga payung butut. Padahal teu boga nanaon ngan saukur ngarasa loba sawah. 

Teu kabayang salaki model kitu mun menang warisan ka pamajikan nyalutak na lebih luar biasa. 

Setelah apa yang aku kasih,  maksudnya aku sebagai istri itu setia. Bahkan tugas dan kewajiban dia sebagai kepala keluarga aja aku yang kerjain dan aku nggak pernah ngeluh. 


Situs Bersejarah Di Makkah Madinah


Wahabisme datang dengan membawa ideologi pemurnian sejak abad 18. Kerajaan Arab Saudi merupakan pemerintahan di dunia modern yang secara resmi mengadopsi paham Wahabisme sebagai ideologi negara. Sekalipun terdapat tarik-ulur dalam hubungan kerajaan dan ideologi Wahabisme, tetapi keduanya seakan telah menyatu dalam satu tarikan nafas.

Beberapa kebijakan kerajaan yang merupakan bentuk dukungan terhadap ideologi Wahabisme dapat mudah ditemui dalam sejarah perjalanan negeri tersebut. Salah satu yang menonjol adalah penghancuran situs Islam bersejarah selama kurang lebih 100 tahun belakangan.

Islam lahir di Mekah dan berkembang di kota Madinah pada abad ke-7 Masehi. Nabi Muhammad dan para sahabatnya berjuang menyebarkan Islam dari dua kota bersejarah ini. Selama ratusan tahun, situs-situs bersejarah peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabatnya terjaga dengan baik. Setidaknya, para penguasa yang silih berganti menguasai kawasan ini tidak berfikir untuk menghancurkannya.

Situasi berubah ketika kerajaan Arab Saudi dengan ideologi Wahabinya menguasai kawasan Mekah dan Madinah. Sejak era Arab Saudi pertama pada abad ke-18 hingga hari ini, ratusan situs Islam bersejarah dihancurkan dengan berbagai dalih.

Wahabisme menghendaki masyarakat Muslim yang murni. Untuk menjaga kemurnian keyakinan, mereka berfikir bahwa sarana yang dapat mengganggu kemurnian tersebut harus disingkirkan. Salah satu yang dianggap berpotensi mengganggu kemurnian keyakinan Muslim adalah benda-benda kuno seperti makam, masjid, sekolahan dan berbagai peninggalan era Nabi Muhammad dibuldoser. Benda-benda tersebut dianggap memiliki potensi merusak iman umat Islam, karenanya, harus dihancurkan.

Berikut ini adalah daftar situs Islam bersejarah yang dihancurkan di Arab Saudi dalam 100 tahun belakangan.

Pemakaman Ma’lah, Mekah

Di pemakaman ini terdapat sejumlah makam bersejarah seperti makam Abdul Manaf (buyut Nabi), Abdul Muthallib (kakek Nabi), Abu Thalib (paman Nabi), dan Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi).

Penghancuran sejumlam makam bersejarah di Mekah ini terjadi pada tahun 1926, empat tahun sebelum penyatuan Hijaz dan Hijaz menjadi Kerajaan Arab Saudi.

Pemakaman Baqi, Madinah

Di pemakaman Baqi, disemayamkan sejumlah sahabat Nabi, seperti Ibrahim (putera Nabi), Fatimah (puteri Nabi), Imam Hasan al-Mujtaba (Imam Syiah Itsna Asyariyah), Imam Ali Ibnul Hussain (Imam keempat Syiah Itsna Asyariyah), Imam Mohammed Baqir (Imam Syiah Itsna Asyariyah), Imam Ja’afar Sadiq (Imam Syiah Itsna Asyariyah), Abbas ibn Abd al-Muttalib (paman dan sahabat Nabi), Shafiyyah binti Abd al-Muttalib (bibi dan sahabat Nabi), Atika binti Abd al-Muttalib (bibi Nabi), Umm al-Banin (istri kedua Ali bin Abi Thalib), Ismail bin Saddiq (Imam Syiah Ismailiyah), Abdullah ibn Jafar al-Tayyaar (Cucu Nabi), Halimah al-Sa’diyyah (pengasuh Nabi saat kecil), dan 7.000 orang lainnya yang memiliki hubungan dengan Nabi.

Penghancuran makam di Madinah di atas terjadi pada tahun 1926, setelah penghancuran makam bersejarah di Mekah.

Masjid Basya, Jeddah

Pada tahun 1978, pemerintah membongkar Masjid Basya. Masjid ini dibangun pada tahun 1735, era Pemerintahan Turki Usmani, di bawah pengawasan Gubernur Jeddah saat itu, Baker Basya.

Makam Abdullah, Ayah Nabi Muhammad, Madinah

Pada tahun 1989, pemerintah membongkar makam Abdullah, ayah Nabi Muhammad yang terletak di Madinah. Menurut keterangan lembaga yang menangani proyek ini, makam tersebut akhirnya dipindahkan ke pemakaman Baqi.

Rumah Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Mekah

Pada tahun 1989, pemerintah membongkar rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pembongkaran ini bertujuan memperluas bangunan Masjidil Haram, Mekah.

Rumah Khadijah binti Khuwailid

Rumah Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad SAW, dibongkar pada tahun 1989. Pemerintah menggunakan lahan rumah tersebut untuk gedung perpustakaan dan toilet di ujung Masjidil Haram, Mekah.

Makam Aminah binti Wahb, Ibu Nabi Muhammad SAW

Pada tahun 1998, pemerintah membongkar makam Aminah binti Wahb. Ia adalah ibu kandung Nabi Muhammad SAW.

Gunung Uhud, Madinah

Pada tahun 2012, pemerintah menumpahkan semen ke celah-celah Gunung Uhud, di sebelah utara kota Madinah. Gunung ini menjadi saksi bisu pertempuran umat Islam melawan penyerang kafir dari Mekah. Nabi Muhammad SAW sempat terluka dalam perang ini, dan umat Islam mengalami kekalahan. Nabi SAW berhasil selamat dan dirawat di salah satu sudut gunung ini.

Pemerintah kemudian memasang pagar melingkar di gunung yang berada di sebelah utara kota Madinah ini, dan memasang papan pengumuman yang menyatakan gunung tersebut sama saja dengan gunung yang lain.

Masjid Abu Bakar Shiddiq, Madinah

Masjid ini berada di kota Madinah. Lokasi tempat masjid tersebut berdiri, diduga menjadi tempat Nabi Muhammad dan Abu Bakar pernah melaksanakan shalat. Ada yang mengatakan, bahwa di situlah rumah Abu Bakar Shiddiq, selama di Madinah.

Untuk mengenang peristiwa tersebut, Khalifah Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H.) dari Dinasti Umayyah, membangun Masjid di lokasi tersebut. Masjid tersebut direnovasi pada masa Sultan Mahmud Khan Al-Utsmani (w. 1839 M.), dari kesultanan Turki Usmani. Tidak heran jika gaya arsitektur masjid terpengaruh gaya bangunan Turki.

Raja Fahd merenovasi Masjid tersebut pada tahun 1411 H. tanpa mengubah bentuk warisan Turki tersebut. Tetapi, pada tahun 2014, pemerintah membongkar masjid tersebut. Menjadikannya tempat mesin ATM, dan setahun sebelumnya dibangun telah Hotel Hilton.

Masjid Ghamamah, Madinah

Bersamaan dengan pembongkaran Masjid Abu Bakar, adalah pembongkaran Masjid Al-Ghamama. Konon, di lokasi masjid inilah Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan shalat Id. Masjid dibangun pertama kali pada era Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H.).

Masjid ini pernah mengalami beberapa kali renovasi, pada tahun 761, 861, dan 1275 Hijriah. Renovasi terjadi pula pada era pemerintahan Sultan Abdul Hamid II dan pada era Kerajaan Arab Saudi.

Menurut laporan Americans for Democration and Human Right in Bahrain (ADHR), ratusan situs lainnya yang berkenaan dengan sejarah Islam telah dihancurkan. Secara khusus, penghacuran situs bersejarah juga menyasar situs bersejarah yang berkaitan dengan kelompok minoritas Syiah. Lembaga ini merekomendasikan agar proyek penghancuran ini dihentikan.

Rabu, 07 April 2021

Kisah Rasulullah Bagian 118

KISAH RASULULLAH ﷺ

Bagian 118

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

 
Setelah itu, turunlah Perintah agar kaum muslimah mengenakan jilbab yang menutup dada,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Surah An-Nur (24:30)

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Surah An-Nur (24:31)

Jilbab artinya pakaian longgar menutup aurat wanita kecuali wajah dan telapak tangan.

Kerudung berarti tudung yang menuntup kepala, leher, dan dada wanita.

Hijab adalah tabir atau dinding penutup.

Purdah adalah pakaian luar atau tirai berjahit.

Cadar adalah penutup wajah sehingga mata saja yang tampak.

Islam mewajibkan jilbab dan kerudung. Hijab hukumnya Sunnah,
Purdah atau cadar serta sarung tangan tidak diwajibkan.

*Merindukan Mekkah*

Dalam tahun-tahun pertama di Madinah itu, beberapa muslimah Muhajirin pun sudah melahirkan. Di antaranya adalah putri Rasulullah ﷺ, Fatimah az-Zahra putra pertama Fatimah bernama Hasan dan yang kedua bernama Husein. Rosulullah ﷺ sangat senang bermain dengan kedua cucunya itu.

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ memandangi dalam-dalam Hasan dan Husain yang sedang berlarian di hadapannya. Anak-anak ini lahir di perantauan, sama sekali belum mengenal Mekah, tanah air mereka. Hasan mengejar Husein yang bersembunyi di dalam kamar. sambil berteriak kegirangan, Husein kabur dan melompat ke punggung kakeknya. Fatimah hendak mencegah perbuatan itu, namun Rasulullah ﷺ mengisyaratkan agar mereka dibiarkan. Fatimah yang sangat dekat dengan ayahnya itu segera menangkap isyarat lain di mata Rasulullah ﷺ.

“Mengapa ayah tampak berduka?” tanya Fatimah lembut.

“Bukankah Ayah baru saja membuat kemenangan yang belum pernah dilakukan Suku Arab mana pun dengan mengalahkan pasukan Ahzab dan bani Quraizhah? atau Ayah kini sedang teringat kepada almarhumah Ibuku, Khadijah?”

Rasulullah ﷺ hanya menjawab dengan linangan air mata yang bergulir di kedua pipi beliau. Fatimah tahu yang paling baik ialah membiarkan ayahnya tercinta bermain dengan cucu-cucu sampai dukanya hilang.

Bersama suaminya, Ali bin Abi Thalib, Fatimah menarik kesimpulan bahwa duka Rasulullah ﷺ adalah akibat kerinduan beliau kepada Mekah, tanah air kaum Muhajirin. apalagi, saat itu adalah bulan Dzulhijjah, saat musim haji akan segera tiba.

Akhirnya, Ali bin Abi Thalib dan Fatimah pun larut dalam kedukaan itu. mereka terkenang negeri tempat mereka dibesarkan. Bagaimanakah keadaan Mekah kini setelah mereka tinggal kan? Walau kebun-kebun hijau Madinah menyejukkan hati, hamparan kota putih Mekkah, juga selalu terindukan siang malam.

Semua kaum Muhajirin sangat rindu untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Sebagai penduduk Mekah, mereka jugalah pemilik Rumah Tua Ka’bah yang diberkati.

Kini, Quraisy merintangi kaum muslimin pergi berhaji. Itu benar-benar tidak adil, karena siapa pun bisa berhaji ke Mekah. Dari dahulu, pihak-pihak yang bermusuhan selalu bisa saling bertemu dengan damai di Mekah dalam bulan haji.

Bersambung

Sabtu, 03 April 2021

Pulau Socotra dan Cerita Dajjal

Bumi memang menyimpan banyak misteri dan keunikan. Seperti pulau kecil di Yaman, Pulau Socotra, ini yang punya ratusan tumbuhan unik. Serasa di planet lain!

Socotra, sebuah pulau kecil yang berada di Kepulauan Yaman dan Somalia. Pulau itu terletak dekat dengan Teluk Aden, Yaman atau sekitar 250 km di lepas Pantai Yaman. Nama pulau ini diambil dalam bahasa Sanskerta kuno yang artinya Pulau Malcolm.

Julukannya adalah pulau terasing. Bagaimana tidak, ekosistem di sana sungguh berbeda dari daratan lain di bumi. Pulau ini bahkan masuk dalam situs warisan dunia UNESCO sebagai cagar biosfer manusia.


Jauh dari peradaban

Jangankan bangunan besar megah atau hotel, aspal saja baru masuk ke Pulau Socotra. Penduduknya sekitar 40.000 orang dan mereka cukup lama terputus dari dunia luar.

Karena konektivitas yang sulit, penduduk Pulau Socotra hidup dengan sedikit berbeda. Layaknya pulau terisolasi, Socrota punya cara sendiri dalam menyembuhkan penyakit.

Pulau Socotra dan pohon darah nagaPulau Socotra dan pohon darah naga Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Pohon darah naga

Pulau Socotra memiliki banyak jenis tumbuhan unik, salah satunya adalah pohon darah naga. Tanaman ini berbentuk payung dan bagi warga dijadikan obat segala penyakit di Socrota. Memiliki nama latin Dracaena cinnabari, pohon darah naga membuat Socrota kaya akan dukun dan penyembuh spiritual.

Nama nyentrik yang diberikan bukan karena asal-usulnya, tapi juga apa yang ada dihasilkan oleh pohon tersebut. Pohon ini memiliki getah berwarna merah darah. Jika batangnya digores, pohon ini mengeluarkan cairan berwarna merah, seumpama darah manusia.

Ada juga cerita yang mengatakan, konon pohon tersebut dulunya adalah seekor naga yang terluka saat bertempur dengan seekor gajah. Ada pula cerita yang berkembang kalau naga dikutuk menjadi pohon karena menghancurkan surga.

Di balik mitos dan getah uniknya, pohon darah naga juga spesial karena bentuk dan cara bertahan hidupnya. Dragon's blood tree ini termasuk dalam keluarga pohon cemara.

Pulau SocotraPulau Socotra Foto: (iStock)

Socotra yang sangat kering membuat pohon ini justru tumbuh pesat. Pohon darah naga bisa tumbuh di tanah yang pada dengan beberapa retakan. Pohon ini mendapat kelembapan dan makanan dari air yang merembes menuruni celah ranting sehabis hujan.

Pohon ini juga memiliki lapisan lilin pada daun sehingga bisa menjebak air dari kelembaban udara. Air tersebut kemudian disalurkan ke seluruh bagian pohon.

socotra pulau alienPulau Socotra Foto: socotra.ru

Bentuk payung dari rantingnya membuat akar pohon dan bibit jadi teduh. Ini membantu mengurangi penguapan air. Hebatnya lagi, pohon ini bisa hidup sampai 200 tahun.

Kaya akan Tumbuhan langka

Jika kepulauan Galapagos lebih banyak diisi oleh hewan endemik, Socotra dihuni oleh banyak tumbuhan endemik. Terhitung ada sekitar 825 spesies tumbuhan langka. Salah satu tumbuhan yang paling sering ditemukan wisatawan adalah pohon darah naga ini.

Pohon lain yang unik dan endemik di Socotra adalah pohon jenis sukun-sukunan, pohon mentimun raksasa. Socotra juga dihuni oleh pohon delima yang langka, dan pohon mawar gurun khas Socotra.


Traveler yang liburan di Socotra juga bisa menemukan aneka hewan langka, seperti siput dan reptil. Uniknya, 90% dari hewan-hewan di Socotra tidak ditemukan di tempat lain. Benar-benar endemik.

Ekosistem di Socotra semakin unik dan menakjubkan dengan adanya 253 spesies terumbu karang, 730 spesies ikan pesisir dan 300 spesies kepiting, lobster dan udang di perairan lautnya.

Kini Pulau Socotra menjadi bucket list bagi traveler dunia. Tanah tandus dan pohon darah naga yang unik membuat Socotra terlihat seperti tempat tinggal alien.

Salah satu tanda hari kiamat dalam ajaran agama Islam adalah munculnya Dajjal. Dalam beberapa riwayat hadist Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Dajal saat ini disembunyikan Allah SWT di sebuah tempat rahasia di muka bumi.

Salah satu tempat yang banyak diklaim sebagai tempat persembunyian Dajjal adalah Pulau Socotra di Yaman. Pulau itu juga dijuluki sebagai Pulau Dajjal.

Diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais mengatakan, "Aku telah mendengar muadzin Rasulullah SAW memanggil untuk shalat. Aku pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah saw. Selesai shalat, Rasulullah saw naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda sambil tertawa dan berkata: 'Hendaknya masing-masing kalian tetap berada di tempat shalatnya'.

Kemudian berkata: "Tahukah kalian, mengapa aku kumpulkan kalian?" Kami menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu'.

Rasulullah SAW menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: "Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, yaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?" Mereka menjawab: 'Ya, sudah ya Rasulullah'.

Rasulullah saw berkata lagi: "...Yaitu tentang Makkah dan Madinah yang tidak dapat dimasuki Dajjal."

Lewat hadist tersebut Nabi Muhammad SAW menyampaikan kabar bahwa Dajjal akan muncul dari arah timur Madinah.

Dikutip dari akun Quora Yudi Ramid, dilihat dari letak, struktur geologis, berbagai flora-fauna dan keunikan alamnya, ada yang menduga Dajjal dikurung di Pulau Socotra.

Namun, ada pendapat lain kalau Pulau Socotra bukan pulau dajjal. Hal ini karena pulau tersebut dihuni oleh manusia. Sedangkan pada Hadist Nabi tertulis "Di pulau yang tidak berpenghuni itu mereka bertemu dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana kelamin dan duburnya."

Secara geografis, Socotra merupakan bagian dari wilayah Republik Yaman. Pulau ini sudah lama menjadi bagian Kegubernuran 'Adan. Namun, pada tahun 2004 masuk Kegubernuran Hadramaut, yang lebih dekat ke kepulauan tersebut ketimbang Adan (walaupun kegubernuran yang terdekat adalah Al-Mahrah).

Bahasa yang dituturkan penduduknya ialah bahasa Arab. Di samping itu, bahasa asli pulau ini ialah bahasa Socotri yang terancam punah karena jarang penduduknya yang menganggap bahasa ini penting untuk dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal keanehan pulau Socotra yang terletak dalam wilayah Yaman oleh para ilmuwan dianggap sebagai tempat paling terisolir di bumi karena 1/3 dari flora dan fauna di dalamnya sangat endemik, hanya dapat ditemui di tempat ini. Terdapat sekitar 1.142 spesies flora dan fauna endemik di Pulau Socotra .

Karena perang di Yaman dan perebutan kekuasaan lainnya dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi yang mempengaruhi pulau itu secara politis, Socotra diabaikan oleh para wisatawan yang telah berhenti mengunjungi pulau itu karena informasi yang salah atau ketakutan. Akses ke Socotra pun dikabarkan sangat terbatas.

Untuk diketahui, Socotra adalah situs UNESCO dan pohon Darah Naga adalah spesies yang terancam punah karena dibutuhkan kira-kira 800 tahun untuk tumbuh hingga ukuran yang cukup besar.

Apakah Sokotra betul-betul tempat persembunyian Dajjal?

Selasa, 30 Maret 2021

Kisah Nabi Dawud - Pengetahuan


Inilah hadits yang bercerita tentang kematian nabi yang sangat cemburu terhadap istrinya, Dawud ‘alaihissalam. Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَانَ دَاوُدُ النَّبِيُّ فِيهِ غَيْرَةٌ شَدِيدَةٌ، وَكَانَ إِذَا خَرَجَ أُغْلِقَتِ الْأَبْوَابُ فَلَمْ يَدْخُلْ عَلَى أَهْلِهِ أَحَدٌ حَتَّى يَرْجِعَ ، فَخَرَجَ ذَاتَ يَوْمٍ، وَأغُلِّقَتِ الدَّارُ، فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ تَطَّلِعُ إِلَى الدَّارِ، فَإِذَا رَجُلٌ قَائِمٌ وَسَطَ الدَّارِ، فَقَالَتْ لِمَنْ فِي الْبَيْتِ: مِنْ أَيْنَ دَخَلَ هَذَا الرَّجُلُ الدَّارَ، وَالدَّارُ مُغْلَقَةٌ، وَاللَّهِ لَتُفْتَضَحُنَّ بِدَاوُدَ

Artinya: Dawud adalah seorang nabi yang memiliki rasa cemburu yang tinggi. Saat bepergian, ia selalu mengunci pintu-pintu rumahnya, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa masuk sampai dirinya kembali pulang. Pada suatu hari, sang nabi pergi. Semua pintu rumah dikuncinya. Kemudian, istrinya melihat-lihat keadaan rumahnya. Tiba-tiba ada seorang pria yang sedang berdiri di tengah rumah. Istri nabi pun bertanya kepada orang-orang yang ada di rumanya, “Dari mana pria itu masuk rumah ini? Sebab rumah ini dalam keadaan terkunci. Demi Allah, terungkaplah kejelekan kalian di hadapan Dawud!”

فَجَاءَ دَاوُدُ فَإِذَا الرَّجُلُ قَائِمٌ وَسَطَ الدَّارِ، فَقَالَ لَهُ دَاوُدُ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: أَنَا الَّذِي لَا أَهَابُ الْمُلُوكَ، وَلَا يَمْتَنِعُ مِنِّي الْحُجَّابُ، فَقَالَ دَاوُدُ: أَنْتَ وَاللَّهِ إِذَنْ مَلَكُ الْمَوْتِ، مَرْحَبًا بِأَمْرِ اللَّهِ، فَرَمَلَ دَاوُدُ مَكَانَهُ حَيْثُ قُبِضَتْ رُوحُهُ حَتَّى فَرَغَ مِنْ شَأْنِهِ، وَطَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ

Artinya: Nabi Dawud pun datang, dan melihat ada seorang pria berdiri di tengah rumahnya. Ia langsung bertanya, “Siapakah engkau?” Pria itu menjawab, “Aku adalah seseorang yang tidak diberikan kerajaan. Namun, tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangiku.” Dawud bertanya lagi, “Demi Allah, berarti engkau malaikat maut. Selamat datang pembawa perintah Allah!” Kemudian, Nabi menaburkan pasir di tempat ruhnya dicabut, hingga malaikat menyelesaikan tugasnya dan matahari terbit untuknya.

فَقَالَ سُلَيْمَانُ لِلطَّيْرِ: أَظِلِّي عَلَى دَاوُدَ، فَأَظَلَّتْ عَلَيْهِ الطَّيْرُ حَتَّى أَظْلَمَتْ عَلَيْهِ الْأَرْضُ، فَقَالَ لَهَا سُلَيْمَانُ: اقْبِضِي جَنَاحًا جَنَاحًا قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: يُرِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ فَعَلَتِ الطَّيْرُ، وَقُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَدَهُ، وَغَلَبَتْ عَلَيْهِ يَوْمَئِذٍ الْمَصْرحِيَّةُ

Artinya: Saat itu, Nabi Sulaiman berkata kepada burung, “Naungilah Dawud!” Maka burung pun menaunginya, hingga bumi pun gelap. Kemudian, Nabi Sulaiman kembali berkata, “Tahanlah sayap demi sayap.” Terakhir, Abu Hurairah berkomentar, “Seraya menahan tangan, Rasulullah saw. memperlihatkan kepada kami bagaimana burung itu menaungi Dawud dan bagaimana pada hari itu, burung al-Madhrahiyyah yang bersayap panjang mampu menaungi jenazah Dawud.” (HR. Ahmad). 

Sebagaimana diketahui, di samping seorang nabi dan hamba yang saleh, Dawud juga seorang raja yang agung dan pemimpin yang disegani. Beliau wafat dalam keadaan sehat walafiat. Tak kurang sesuatu apa pun. Bahkan, dikabarkan beliau belum terlalu sepuh.

Namun, di balik kepemimpinan dan keagungan Nabi Dawud ‘alaihissalam, tersimpan sifat pencemburu yang sangat besar terhadap istrinya. Kapan pun bepergian, sang nabi selalu mengunci seluruh pintu rumahnya. Sehingga tak mungkin ada seseorang yang bisa masuk menemui istrinya.

Suatu ketika, begitu sang suami keluar, istri Nabi Dawud ‘alaihissalam mencoba mengamati kondisi di sekitar rumah. Tiba-tiba dia melihat seorang pria berdiri di tengah rumah. Dia pun amat terkejut. Bagaimana mungkin pria itu bisa masuk ke dalam rumah yang terkunci rapat. Dia lantas bertanya pada penghuni rumah dan pelayan-pelayannya, mengapa pria itu bisa masuk. Khawatir jika pulang, suaminya marah kepada dirinya karena dianggap telah memasukkan seorang pria ke dalam rumahnya.

Rupanya pria itu adalah malaikat maut yang datang tanpa sepengetahuannya. Saat malaikat datang, sang nabi tidak ada di rumah. Malaikat maut pun menunggu. Tak berselang lama, Nabi Dawud ‘alaihissalam pun pulang. Pria tersebut tampak tak ada rasa khawatir, apalagi takut. Umumnya orang yang berhadapan dengan raja akan merasa takut. Apalagi sampai berani masuk rumahnya.

Nabi Dawud ‘alaihissalam lalu bertanya tentang identitas sang pria. Si pria pun menceritakan identitasnya yang cukup mudah ditebak.

“Aku adalah seorang yang tidak takut pada raja. Tidak terhalang oleh hijab,” tutur sang pria. Dengan ciri-ciri tersebut, Nabi Dawud ‘alaihissalam langsung bisa mengenalinya bahwa pria itu sesungguhnya adalah malaikat maut.

“Demi Allah, engkau adalah malaikat maut. Selamat datang pembawa perintah Allah!” jawab Nabi Dawud ‘alaihissalam. Setelah itu, beliau pun terdiam hingga ruhnya dicabut dan berpisah dengan jasadnya.

Dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengabarkan, ketika jenazah sang nabi selesai dimandikan dan dikafani, matahari pun terbit. Kemudian, melalui Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, Allah memerintahkan burung menaungi jenazah Dawud ‘alaihissalam dengan sayap-sayapnya. Burung pun menaungi jenazah Dawud dan menaungi para pengiringnya. Sehingga mereka tak terkena sinar matahari sedikit pun, bahkan bumi pun hampir gelap.

Sambil menuturkan kisahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperagakan kepada para sahabat bagaimana burung itu menahan sayap-sayapnya. Beliau juga menyampaikan bahwa burung-burung bersayap panjang yang menaungi jenazah Dawud pada hari itu dinamai dengan burung Madhrahiyyah.

Dari kisah di atas, dapat dipetik beberapa pelajaran berharga, di antaranya adalah:

  • Selama tidak berlebihan cemburu bukan sifat tercela. Buktinya sifat ini ada pada nabi. Terlebih, sifat ini sebagai bentuk perhatian dan perlindungan terhadap pasangan agar tidak diganggu oleh orang lain dan tidak rela diganggu.
  • Kematian datang tak terduga dan tiba-tiba, baik kepada orang sakit maupun orang sehat. Malaikat maut bisa datang kapan saja, seperti halnya yang terjadi pada Nabi Dawud ‘alaihissalam. Beliau meninggal dalam keadaan sehat walafiat.
  • Kematian juga tidak mengenal usia. Disebutkan, Nabi Dawud sendiri wafat dalam usia 100 tahun, di mana beliau terbilang muda dibanding dengan usia nabi-nabi yang lain.
  • Malaikat mampu menjelma dalam wujud manusia. Seperti halnya malaikat maut yang datang kepada Nabi Dawud ‘alaihissalam dalam wujud seorang pria, sebagaimana yang terlihat oleh istrinya.
  • Nabi Sulaiman ‘alaihissalam memiliki mukjizat berinteraksi dengan binatang, termasuk menundukkan dan memerintah burung Madhrahiyyah untuk menaungi jenazah Nabi Dawud alaihissalam dan para pengiringnya di tengah cuaca panas hingga selesai prosesi pemakaman. 

Senin, 29 Maret 2021

Kisah Rasulullah Bagian 117

KISAH RASULULLAH ﷺ

Bagian 117

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

 

*Keputusan Saad Bin Muadz*

Setelah dikepung sekian lama, bani Quraizhah mengirim utusan. Mereka ingin kepungan dihentikan agar mereka bisa pergi seperti bani Qainuqa dan bani Nadhir. Namun Rasulullah ﷺ menolaknya sebab pengkhianatan bani Quraizhah jauh lebih berbahaya daripada kedua suku Yahudi itu. Akhirnya bani Quraizhah pun menyerah tanpa syarat.

Rasulullah ﷺ setuju untuk mengangkat Saad bin Muadz sebagai Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada bani Quraizhah. Tindakan Rasulullah ﷺ ini sangat adil dan murah hati karena Saad bin Muadz dan suku Aus yang dipimpinnya dulu bersahabat dengan bani Quraizhah seperti halnya persahabatan Khazraj dengan bani Qainuqa.

Bani Quraizhah sendiri menyambut gembira keputusan itu, Baik kaum muslimin maupun bani Quraizhah menyatakan rela atas keputusan yang akan diambil Saad bin Muadz.

Pada saat itu Saad masih berada di kemah seorang tabib wanita yang dengan sukarela mengobati para prajurit muslim yang terluka. Saad dinaikkan ke atas unta dengan tangan terbalut dan menuju ke perkampungan bani Quraizhah.

Dengan tenang Saad memikirkan apa yang akan diputuskannya. Saad teringat betapa baiknya perlakuan Rasulullah ﷺ kepada orang Yahudi, beliau senantiasa mengingatkan para sahabatnya agar berbuat baik kepada mereka. Namun kebaikan itu dibalas Yahudi dengan tipu daya, kelicikan, kerusakan ekonomi dan penyebaran desas-desus untuk menjatuhkan Rasulullah ﷺ.

Jika bani Quraizhah dimaafkan dan dilepaskan mereka akan berlaku seperti halnya bani Nadhir dan bani Qainuqa, yang terus melancarkan permusuhan. Bukankah kedatangan pasukan Ahzab akibat hasutan Huyay bin Akhtab, pemimpin bani Nadhir? Jika tidak datang pertolongan Allah kemungkinan besar kaum muslimin dari wanita hingga anak-anak akan musnah dibantai oleh musuh.

Di hadapan kaum muslimin dan orang Yahudi Saad bin Muadz berkata,

“Aku memutuskan untuk membunuh kaum pria bani Quraizhah, membagi harta benda mereka serta menawan anak-anak dan kaum wanitanya.”

Hukuman itu pun dilaksanakan. Setelah itu kaum Muslimin kembali ke Madinah dalam keadaan yang amat disegani oleh seluruh suku yang ada di Jazirah Arab sampai ke pelosok Jazirah.

*Perintah Berjilbab*

Islam adalah agama yang sangat menghormati kaum wanita. Sebelum Rasulullah ﷺ diutus, kebanyakan hubungan kaum wanita dengan kaum laki-laki tidak lebih baik dari hubungan antara hewan betina dengan hewan jantan.

Di Arab dan beberapa tempat lain, kaum wanita biasa mempertontonkan diri untuk memamerkan kecantikan dengan berbagai perhiasannya kepada orang-orang lain selain suaminya. Wanita-wanita seperti itu biasa bertukar pandang dan saling melontarkan kata-kata pujian yang manis kepada kaum lelaki.

Wahyu yang dibawa Rasulullah ﷺ mengatur hubungan antara wanita dan pria menjadi hubungan yang saling membantu sebagai sesama saudara dengan penuh kasih sayang. Hak dan kewajiban wanita serta laki-laki sama. Hanya saja, dengan cara yang sopan, laki-laki diberi kelebihan dalam beberapa hal.

Peristiwa diganggunya wanita muslimah oleh orang Yahudi dan munafik membuat Rasulullah ﷺ berpikir sungguh-sungguh untuk mencegahnya. Seandainya para Muslimah menutup auratnya, tentu mereka akan lebih dikenal dan terjaga. Rasulullah ﷺ sendiri telah lebih dahulu memberi contoh dengan memerintahkan istri-istrinya mengenakan hijab (tabir) jika ada tamu yang datang ke rumah beliau.

Dalam keadaan ini, turunlah firman Allah,

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Surah Al-Ahzab (33:58)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Surah Al-Ahzab (33:59)

لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong di Madinah (dari menyakitimu), niscaya Kami perintahkan kamu (untuk memerangi) mereka, kemudian mereka tidak menjadi tetanggamu (di Madinah) melainkan dalam waktu yang sebentar,
Surah Al-Ahzab (33:60)

مَلْعُونِينَ ۖ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا

dalam keadaan terlaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan sehebat-hebatnya.
Surah Al-Ahzab (33:61)

سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
Surah Al-Ahzab (33:62)

_Shallu ‘alan Nabi…_

Bersambung