Rabu, 26 Februari 2020

Menara Zamzam

Jika sudah melakukan ibadah umroh di Masjidil Haram, mungkin tidak akan asing lagi dengan bangunan tinggi menjulang bernama Zam Zam Tower atau Menara Zam Zam.

Zam Zam Tower letaknya berhadapan dengan Masjidil Haram. Zam Zam Tower diakui sebagai jam terbesar dan terakurat di dunia.

Pada awal Ramadan, tepatnya tanggal 6 Mei 2019 Museum Zam Zam Tower telah dibuka untuk umum. Museum ini menempati empat lantai teratas Menara Zam Zam di Mekah. Lantai pertama berisi informasi tentang matahari dan bulan, lantai kedua tentang pengukuran waktu, lantai ketiga menyuguhkan informasi tentang jam raksasa, dan yang keempat adalah balkon tempat pengunjung dapat menikmati pemandangan Masjidil Haram yang Indah dari ketinggian.

Makkah Royal Clock Tower adalah salah satu bagian gedung dari hotel Makkah Royal Clock Tower - Fairmont Hotel dan termasuk dalam komplek Abraj al Bait. Letaknya berada di depan Masjidil Haram dengan ketinggian sebesar 601 m. Menara yang semula akan dibangun dengan ketinggian 743 meter ini merupakan bangunan menara jam terbesar di dunia, bahkan mengalahkan "Big Ben" di London. Bangunan ini juga bangunan kedua tertinggi di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai.


Bentuk menara jam ini sangat mirip dengan menara jam raksasa Big Ben di London, tetapi ukurannya lebih besar 3 kali lipat. Jam pada menara tersebut pada malam hari akan berwarna hijau bisa dilihat dari jarak 17 km, sedangkan pada siang hari akan berwarna putih dan masih bisa dilihat dari jarak 12 km. Dua juta lampu LED di bawah jam dinyalakan lima kali sehari sebagai pertanda waktu shalat. Lampu ini bisa terlihat terangnya sampai 28 kilometer. Setiap bagian bawah dari semua sisi jam (ada 4 sisi) bertuliskan tulisan Arab yang bermakna kaligrafi, shalawat, dan kalimat dalam bahasa Arab. Pada atap menara terdapat tulisan dalam bahasa Arab yang bertuliskan lafaz Allah.

Tiket untuk masuk ke Tower Clock dapat dibeli di lantai dasar Mal Zamzam Tower diatas pukul 11 siang Waktu Arab Saudi, nanti akan diperoleh Acces Card untuk bisa naik lift, harga tiket saat musim haji tahun 2019 atau 1440 H sebesar 150 real, bila hendak merasakan makan di Resto Tower Clock maka harga tiket sebesar 300 real. 


Cindera Mata dari Mekkah dan Madinah


Setelah bertahun-tahun menabung dan menanti kesempatan berharga untuk berhaji dan atau berumroh, masa iya ngga bawa sesuatu berkesan dari Mekkah dan Madinah sebagai buah tangan untuk keluarga dan orang terkasih di tanah air dan juga untuk diri sendiri. 

Cinderamata dapat menjadi perwakilan dari jemaah untuk orang terkasih mengenai kesan terbaik mereka selama umroh di tanah suci. Ngga hanya itu, siapa tahu bisa menjadi doa dan penyemangat kita untuk menyusul pergi umroh atau berhaji. 

Oleh-oleh dari Mekkah dan Madinah biasanya identik dengan buah kurma, air zam-zam, kacang-kacang Arab, hingga sajadah asli tanah suci. Tapi, di beberapa pasar di Mekkah ternyata juga menjual oleh-oleh khas yang hanya ada di Mekkah, yaitu Rogne Ballasam.

Rogne Ballasam adalah ekstrak dari minyak alami Ballasam, yaitu sebuah pohon di Wadi al Badar yang disebut – sebut sangat langka sehingga harganya sangat mahal. Jadi belilah benda ini hanya jika Anda memiliki uang cukup karena harganya yang sekitar 70 sampai 100 Riyal. 

Menurut Penjual Rogne Ballasam dikatakan memiliki khasiat yang ampuh untuk membantu mengurangi sakit akibat diabetes, infeksi hati, lemah syahwat, luka, kelumpuhan dan banyak penyakit lainnya. Tidak hanya untuk menyembuhkan penyakit, minyak ini juga sering digunakan sebagai campuran aroma dalam sabun, deterjen, losion, dan parfum.

Banyak ukuran atau dosis yang mesti digunakan sesuai masing – masing penyakitnya. 

Misalnya

untuk penyakit seperti kelumpuhan atau penyakit terkait hati, Anda disarankan menggunakan 30 gram minyak zaitun dan 6 tetes Rogne Ballassam, lalu memijatkannya ke bagian tubuh yang sakit. Sementara untuk penyakit seperti asma, lemah syahwat atau diabetes, gunakan 25 gram susu dan 2 tetes Rogne Ballassam, kemudian minum ramuan setelah shalat Isya. Namun pastikan kamu telah makan sebelumnya dan tidak memasukkan gula ke dalam susu.

Wah ternyata ada nih buah tangan dari Mekkah yang unik, menarik, dan bermanfaat bagi keluarga dan orang terdekat. 

Pasar di Kota Mekkah

Arab Saudi memiliki beragam pasar mulai yang modern seperti mall hingga tradisional. Uniknya pasar-pasar di sana lazim dengan orang Indonesia, selain ada beberapa tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di toko, sang pemilik pun kian fasih berbahasa Indonesia untuk mengundang jamaah Tanah Air berbelanja. Bahkan ada toko yang terkenal di jamaah Indonesia karena menerima uang rupiah dalam transaksinya.

Jika anda ada di Mekkah, bisa berkunjung ke beberapa tempat berikut

1. Tempat Belanja di Mekkah, Pertama Pasar Zakfariah

Pasar yang satu ini memiliki lokasi strategis, hanya sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Pasar “Borong” atau Pasar Zakfariah termasuk dalam pasar tradisional, namun menjual barang-barang mewah seperti emas, perhiasan, jam tangan premium, handphone dan barang elektronik. Namun, sepert pasar lainnya di Mekkah di sini juga menjual peralatan ibadah.

Sebagian penjual emas dan jam di pasar ini berasal dari “Pasar Seng” yang dulu terletak persis dekat Masjidil Haram. Pasar tersebut tergusur karena adanya peluasan Masjidil Haram.

Uniknya, para pedagangnya rata-rata dapat menggunakan bahasa Indonesia walaupun dengan logat Arab. Mereka belajar bahasa Indonesia dari pembeli, juga dari TKI yang bekerja di beberapa toko. Tawar-menawar juga lazim dilakukan di pasar ini.

Keunikan lainnya ialah jika waktu sholat tiba, para pedagang serentak menutup kios-kios dan lapak mereka. Lalu mereka menggelar karpet untuk alas sholat di lorong-lorong jalan pasar itu.

Pasar Zakfariah disebut juga sebagai pasar “borong” oleh jamaah Indonesia, karena para pembeli yang umumnya jamaah haji banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh dan harganya umumnya relatif di bawah harga eceran di pasar lainnya.

2. Pasar Ukaz

Tempat belanja di Mekkah selanjutnya adalah Pasar Ukaz juga terletak di Kota Mekkah. Pasar ini banyak menjual ragam buah buahan, tentu yang paling banyak buah khas Arab yaitu kurma. Selain itu juga ada kismis, dan buah-buah lainnya seperti apel, pisang, anggur, jeruk, dan yang lainnya. Meski harus import, buah buahan tersebut juga cukup terjangkau.

Dahulu Pasar Ukaz merupakan pusat perdagangan masyarakat Makkah yang selalu ramai. Namun sekarang pasar ini agak sepi pengunjung.

3. Zam-zam Tower

Selain Pasar Zakfariah ada satu pusat perbelanjaan juga yang tidak kalah dekat dengan Masjidil Haram, bahkan menempel ke selasarnya. Ialah Zam-zam Tower, sebuah pusat perbelanjaan yang begitu terkenal dengan landmark berupa jam raksasa di puncaknya menjadi salah satu ikon di Mekkah yang berdekatan dengan Ka’bah.

Mall tertinggi di Mekkah ini, berada dalam Abraj Al Bait, sebuah komplek yang diterdiri atas sejumlah bangunan hotel bintang lima yang mewah dan megah di dekat Masjidil Haram.

Di Zam Zam Tower, Anda akan menemukan berbagai toko perhiasan, souvenir, pakaian hingga restoran. Bagi jamaah haji penggemar belanja, Zam Zam Tower menjadi surga, karena di sini dapat ditemukan berbagai produk perhiasan maupun pakaian dari produsen terkemuka di dunia. Sederet restoran cepat saji internasional juga bisa ditemukan di sini. Biasanya jamaah haji memanfaatkannya, ketika menunggu waktu shalat wajib.

Di Zam Zam Tower para pedagang dan pegawai toko umumnya bisa berbahasa Indonesia walau dengan logat Arab juga. Hal ini cukup memudahkan bagi jamaah haji asal Indonesia saat melakukan tawar menawar, meski mall mewah ada beberapa toko yang bisa Anda tawar. Meski suka menawar, para pedagang sangat menyukai jamaah haji Indonesia, karena gemar berbelanja.

4. Pasar Bab Makkah

Meski namanya Pasar Bab Makkah, lokasi pasar ini terletak di Suhaifa, di salah satu sudut kota Jeddah, Arab Saudi. Pasar tradisional ini buka setiap pagi dan tutup menjelang shalat Dzuhur. Pasar ini merupakan lokasi favorit untuk memborong oleh-oleh karena selain barang-barang yang dijual lengkap, harganya pun murah dibandingkan dengan pasar atau pusat perbelanjaan lain.

Pasar Bab Makkah dapat dijangkau dengan mobil dari pusat kota, jaraknya hanya 10 menit. Semua harga barang yang dijual di Pasar Bab Makkah terjangkau dan termasuk murah dibandingkan dengan di tempat lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda mencatat semua kebutuhan Anda sebelum membeli sehingga tidak menguras isi dompet Anda.

Sebagai perbandingan harga, parfum yang dijual di Pasar Bab Makkah misalnya, parfum Ted Lapidus, ukuran 100 ml dijual seharga 50 Riyal atau sekitar Rp150 ribu, padahal di Indonesia biasa dijual di atas Rp500 ribu. Sementara, parfum yang sama dijual di Corniche dengan harga paling murah 60 Riyal. Selain parfum, kurma nabi atau Kurma Ajwa dijual 60 Riyal per kilogram. Harga tersebut lebih murah 25% daripada yang dijual di Madinah dan Makkah yang seharga 80 Riyal. Begitu pula dengan pewarna kuku yang seharga 15 sampai 20 Riyal, surban seharga 10 Riyal.

Di Kota Mekkah


Sesampainya di kota Mekkah jemaah umumnya langsung diantar sampai di penginapan atau hotel. Kepala regu akan menerima kunci kamar. 1 kamar biasanya di tempati 4 – 6 orang, laki-laki sendiri perempuan sendiri. Hal lain yang harus diperhatikan adalah barang-barang bawaan agar tidak tertukar atau tertinggal. 
Kenali lingkungan seperti ketika masih di Madinah, seperti mengenali alamat hotel, nomor maktab, telepon dan lainnya.Intinya, setiap jemaah harus menguasai situasi kota Mekkah.

Setelah itu belajar hidup mandiri selama di Mekkah yang cukup lama antara lain soal makan dan lainya. Sejak musim haji 2019 ini, penyelenggara haji melayani jemaah dengan 40 kali makan, adapun sebelumnya hanya 30 kali. 

Selebihnya urusan akan akan menjadi tanggungjawab masing-masing. Jemaah haji biasanya tinggal di kota Mekkah selama lebih kurang 30 hari (umrah umumnya antara 5 harian), untuk itu bagi yang senang memasak apalagi pasangan suami istri pilihan memasak sendiri akan lebih baik. Tinggal beli perlengkapan dapur secara rombongan atau sendiri-sendiri. Semua bahan pokok tersedia, baik di pasar tradisional maupun di supermarket di Mekkah.

Malas untuk masak di depan hotel biasanya ada yang menjual makanan asli Indonesia yang dijual mukimin, dan di banyak tempat harganya sekitar 10 real, kerupuk 5 real ini tahun 2019. Di jalan-jalan atau restoran masakan khas Indonesia juga banyak. Bakso, suka nasi pecel/gado-gado juga ada. Semua ada termasuk segala jenis buah-buahan atau sekali-kali jika ingin merasakan makanan negara lain juga tersedia, bahkan makanan cepat saji seperti Mc D dan KFC atau 
Albaik juga tersedia. Bila ingin roti dan kopi produksi Starbuck jangan khawatir ada gerainya. Keluar dari Masjidil Haram di depan pelataran Masjid terdapat Mal Zamzam tower, ada Grapari Mekkah yang letaknya di lantai P3, selain menjual kartu seluler mereka juga menjual masakan2 Indonesia. Harganya sekitar 25 real, bakwan goreng beli 5 real dapat 3 buah. 

Setelah istirahat sejenak, petugas haji di sertai kepala Maktab akan membimbing jemaah untuk melakukan Ibadah Umrah Wajib (bagi yang haji Tamattu’). Berjalan bersama-sama menuju Masjidil Haram. Jangan pisah dengan rombongan, karena banyak jamaah yang tersesat terutama mereka yang berusia lanjut atau mereka yang tinggal di daerah dan jarang pergi ke kota besar. 

Sesampainya di masjid Haram berdoa (lihat buku manasik haji kalau sempat) lalu masuk usahakan lewat pintu Babussalam (pintu arah tempat sa’i, yang berada di tengah-tengah). Setelah masuk saat melihat Kakbah, dianjurkan berdoa yang baik-baik atau seperti diajarkan Nabi sebagaimana ditulis dalam buku panduan haji dan umrah.

Bukit Di Kota Mekkah


Sebagai salah satu dari dua kota suci bagi umat Islam, Mekkah al-Mukarramah terletak di sebelah barat jazirah Arab dan Kota Najed. Kota Mekkah sendiri adalah kota tersibuk di dunia, yang setiap tahunnya melayani jutaan orang jamaah haji dan jamaah umroh setiap bulannya. Uniknya dibalik sibuknya kota suci ini, Mekkah adalah sebuah kota yang terletak di lembah yang kering dan sesungguhnya dikelilingi bukit-bukit tandus dan tanah berbatu yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur. Bukit atau gunung ini sebenarnya lebih merupakan gundukan batu yang menyilaukan mata bila dilihat di bawah terik matahari.

Diantara bukit-bukit batu tersebut, setidaknya ada lima bukit (atau jabal dalam bahasa Arab) yang menjadi saksi sejarah jejak langkah para nabi, terutama Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW ketka menyebarkan agama Islam.

Jabal Rohmah

Jabal Rohmah berarti gunung kasih sayang. Bukit ini menjadi tempat dimana Nabi Adam dan Siti Hawa bertemu usai dipisahkan karena dihukum Allah SWT turun ke bumi akibat mengikuti bujuk rayu setan. Lokasi pertemuan yang penuh perasaan haru diantara mereka menjadi alasan bukit tersebut dinamai Jabal Rohmah, yang ditandai dengan tugu putih kerucut di puncaknya bila muslim traveler berziarah ke sana.

Bukit ini terletak di Padang Arafah, sekitar 25 kilometer tenggara kota Mekkah. Tidak seberapa jauh dari kaki gunung dan berdekatan dengan hamparan batu-batu besar terdapat masjid yang terbuka, dan menurut sejarah, di tempat ini pula Nabi Muhammad SAW pernah wukuf berkendaraan diatas untanya yang bernama Qush Waa’ dan masjid tersebut diberi nama Masjid Ash Shakh Raat.

Jabal Nur

Di gunung ini nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama ketika sedang bertafakur di sebuah gua kecil yang bernama Gua Hira (wahyu surat Al Alaq 1-5). Turunnya ayat tersebut sekaligus mengukuhkan diri Rasulullah sebagai utusan Allah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Jabal Nur berada 5 kilometer utara Mekkah atau sebelah kiri perjalanan menuju Padang Arafah. Tinggi puncaknya mencapai 200 meter, dengan lama perjalanan menuju Gua Hira kira-kira dua jam. Luas bagian dalam gua ini hanya cukup menampung tiga orang salat berdiri dan dua orang tidur berdampingan.

Jabal Tsur

Gunung ini terdiri atas bebatuan yang terjal sehingga dibutuhkan waktu hampir satu setengah jam untuk mendakinya. Terjalnya bukit ini sering kali menyulitkan peziarah yang berkunjung. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur yang bersejarah. Jabal Tsur menjadi saksi perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW bersama sahabat Abu Bakar menuju Madinah, saat itu bernama Yatsrib. Di gua ini Nabi berlindung dari kejaran kaum kafir Quraisy yang terus menghalangi dakwah nabi di kota Mekkah.

Jabal Qurban

Jabal Qurban adalah bukit yang dipercaya merupakan salah satu saksi sejarah dari peristiwa yang melatarbelakangi ibadah Qurban. Nabi Ibrahim diutus Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih anaknya sendiri yaitu Nabi Ismail. Di Jabal Qurban inilah tempat dimana Nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail namun kemudian digantikan dengan seekor domba sebagai gantinya.

Jabal Qurban terletak di Kota Mina, 5 kilmeter dari Mekkah. Sesuai namanya, jamaah haji biasanya dibawa ke tempat ini lalu dipersilakan untuk mengabil hewan kurban.

Jabal Qubais

Pada awalnya Jabal Qubais dikenal dengan Jabal al Amin (Bukit Kepercayaan). Hal ini dikarenakan Allah SWT telah menyelamatkan batu hajar Aswad ketika topan dan banjir bandang di zaman Nabi Nuh AS. Hajar aswad kembali ditemukan oleh nabi Ibrahim atas pertolongan malaikat Jibril ketika hendak membangun kembali Baitullah yang hancur, untuk kemudian disimpan di sudut Ka’bah.

Jabal Qubais terletak di sebelah timur Baitullah atau menghadap bukit Shafa dan sangat berdekatan dengan Masjidil Haram. Meskipun mempunyai makna historis, namun saat ini gunung tersebut telah hiang digantikan dengan bangunan istana Raja Saudi yang bermanfaat bagi keluarga kerajaan ataupun tamu negara yang akan beribadah haji atau umroh.