Rabu, 21 September 2022

Menulis Itu Sulit

Betapa sulitnya menulis dengan baik

Mengisi kata dengan bijaksana

Memilih diksi dengan kejernihan hati

Menyambungkan ejaan dengan perbuatan

Menjadikan satu bahwa nilai kebajikan telah terlaksanakan

Siapa bilang menulis itu mudah

Telah terbukti dari sekian juta manusia

Hanya segelintir yang mau bersusah payah

Menjadikan ide sebagai singgasana

Mengurai masalah sebagai cahaya pena

Kadang menyukai sepi

Kadang harus menyendiri

Kadang mesti bersitegang dengan keadaan

Satu ide tersalurkan

Seribu ketukan tak ingin terlewatkan

Menulislah

Menulislah

Tetap menulis meskipun sekedarnya

Jangan berhenti menulis hanya karena target semata

Menulis memang sulit

Menulis memang terkadang pahit

Tapi tak menulis berarti jiwa telah mati

Menulislah.




Minggu, 03 Juli 2022

Mobil Kecil di Madinah

Kadang saya memang sok tahu, tapi kadang suka bener juga. Hari pertama setelah datang dari Makkah bersama rombongan, selesai Isya keliling Masjid Nabawi, saya lihat mobil kecil keliling masjid, saya langsung ngeh, pasti fasilitas buat jamaah nih, soalnya ada jemaah negara lain pada naik dimobil. Mak E, Mak Kokom sama Teh Ai pada sangsi. Besoknya dengan bahasa Inggris ditambah bahasa isyarat, saya bilang "please, go to 12 door, eeh si arab ngerti, langsung lehernya ngangguk nyuruh duduk, waduh!! aseli serasa ngechas betis naik ini mobil. Clek udah nyampe depan pintu masjid. Syukron saya bilang, terima kasih sopir bilang (asa tibalik). Cuman lama kelamaan, jamaah lain juga pada naik mobil jadi we kadang rebutan kursi. Bangladesh, Turki, India sama Pakistan, tiga tempat duduk jadi 2 kursi, pan badannya gede2, jamaah Indonesia mah tiga kursi jadi 4 penumpang, biasa naek angkot soalnya. Kadang bakating nungguin mobil lila, (kan halaman masjid penuh sama jemaah), mobil hese usik, jadi saya dan group sakamar, jalan kaki ka masjid. Tadinya mobil bisa nganter sampe pintu 26, lama2 di drop di pintu 7. Komo hari kedua mah bisa minta keliling masjid (sambil make bahasa isyarat). Paling enak kalau pulang jam 12 peuting ti Raudhah, berdua sama Mak Kokom, ngga manggil juga mobil datengin kita, meuren aya nini2 balik peuting bisi kuma onam, (Mak E sama Teh Ai osok kebingungan nelponan kamamana, lha nu dua tos molor di kamar, cepet amat jalannya cenah), kriikk kriikk kriikk....itu untungnya jalan jeung nini nini....dipikarunyaeun...😁😁 batur mah bilangnya "hamsa"...kabiasaan di garut.."kiriii3..seeetoop".

Kota Makkah


   https://drive.google.com/uc?export=view&id=1Otfd12JJnZsz2I3o0OYlVLPenqErncRd
Kota Makkah di Arab Saudi memang menjadi arah kiblat bagi muslim sejagat.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat memperhatikan dan merawat kota yang tiap tahun didatangi jutaan umat muslim dari segala penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji.

Akan tetapi sungguh menyayat hati jika kita mengetahui bahwa hampir 95 persen peninggalan bersejarah yang erat kaitannya dengan Rasulullah SAW sudah dihancurkan, seperti dilansir oleh situs theamericanmuslim.org.

Selama hampir 50 tahun sudah Saudi sedikit demi sedikit menggusur segala hal erat kaitannya dengan Nabi Muhammad. Bahkan beberapa tulisan mengenai penghancuran sejarah muslim oleh kerajaan dan pemerintah negara itu di berbagai situs Internet, namun sayang anda tidak akan lagi bisa melihat tulisan-tulisan tersebut karena telah dibajak dan tidak dapat dibuka.

Majalah Islamika memberhentikan penerbitan mereka pada 2009 soal penghancuran ini. Jika menginginkan soal data dan fakta dengan validitas teruji tulisan dari Irfan Ahmad yakni Penghancuran Tempat Suci Makkah dan Madina bisa dijadikan rujukan.

Dengan alasan bertambahnya peziarah ke Makkah lebih dari 300 situs Islam hancur dan ditakutkan dimasa akan datang Islam bisa menjadi mitos sebab tak ada bukti sejarahnya.

Proyek-proyek besar baru-baru ini termasuk Abraj Al-Bait senilai $15 miliar atau setara Rp215 triliun, sebuah kompleks hotel, perbelanjaan dan perumahan.

Kemudian hotel Fairmont Makkah Clock Royal Tower-nya menawarkan tampilan jam terbesar di dunia dan merupakan gedung tertinggi ketiga di dunia.

Sementara itu, “mega-hotel” berkapasitas 10.000 kamar itu bertujuan untuk menjadi yang terbesar di dunia saat dibuka pada tahun 2017.

Penghapusan ini telah terjadi selama beberapa dekade tetapi protes publik hanya sedikit dan jarang terjadi, terbatas pada laporan langka di Inggris dan pers AS.

Berikut lima situs peninggalan Muhammad yang telah dan bakal dihancurkan kerajaan Saudi dilansir dari portalindonesianews.com, dari surat kabar the Daily Mail, Russia Today, dan theamericanmuslim.org.

1. Tempat Lahir Nabi Muhammad Digusur Demi Bangun Istana Kepresidenan

Perusahaan pengembang di Arab Saudi yakni Grup Saudi Binladin milik keluarga kerajaan Saudi tahun lalu mengajukan proyek untuk menghancurkan tempat lahir Nabi Muhammad untuk mendirikan tempat tinggal bagi imam Masjidil Haram dan Istana Kepresidenan.

Jika disetujui maka proyek itu akan merenovasi Masjidil Haram dengan membangun kompleks modern di lokasi diyakini tempat lahir Nabi. Proyek itu ditaksir bernilai miliaran dolar Amerika, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail.

Untuk mendirikan kompleks baru itu, perpustakaan suci yang berdiri di atas tiang juga akan dihancurkan.

Lokasi itu rencananya akan diganti dengan sebuah stasiun kereta untuk mengangkut para jemaah haji atau sebuah perpustakaan baru dipersembahkan untuk menghormati Raja Abdul Aziz, pendiri Saudi saat ini.

Untuk diketahui keluarga kerajaan Saudi selama ini menganut aliran Islam Wahabi sejak keluarga al-Saud berkuasa pada abad ke-19.

Penguasa Saudi sejak lama menolak melestarikan peninggalan-peninggalan Nabi di Masjidil Haram karena beralasan dapat menimbulkan sirik terhadap Allah.

"Tempat itu adalah peninggalan terakhir dari Nabi Muhammad, yakni tempat lahir beliau, lokasi paling suci bagi umat Islam dan komunitas Syiah di seluruh dunia," kata Irfan al-Alawi, sejarawan dan direktur eksekutif Yayasan Penelitian Warisan Islam yang berdomisili di Inggris.

Sangat menyedihkan karena sebagian besar umat Islam bahkan tidak tahu lokasi itu bakal dihancurkan.

2. Penghancuran Makam Keluarga Rasulullah

Pada 21 April 1925, pemakaman Jannatul Baqi tempat keluarga Nabi Muhammad dimakamkan dihancurkan oleh Raja Abdul Aziz bin Saudi dari Arab Saudi. Di sini terbaring Shafiah (bibi Rasulullah), Ibrahim, putra baginda nabi, dan masih banyak lagi, termasuk putra Umar bin Khattab, dan ibu Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad.

Saudi beralasan butuh banyak pengeluaran merawat dan merekonstruksi makam-makam itu sebab bangunannya sudah banyak yang rusak. Sangat boros membuang uang negara untuk memperbaiki kuburan. Sangat menyedihkan karena tidak lama kemudian setelah memberikan alasan keuangan, pemerintah Saudi membangun hotel mewah dengan jam raksasa di atasnya di sekitar Kabah.

3. Rumah Khadijah Jadi Toilet

Perluasan Masjid Al-Haram, selain ada rumah Nabi yang kini berubah jadi perpustakaan masjid, ternyata juga terdapat rumah Siti Khadijah, istri baginda Rasulullah. Lebih mengenaskan dari nasib rumah Nabi Muhammad SAW, bangunan yang pernah ditinggali Khadijah di masa lalu ini berubah jadi toilet.

4. Rumah Yang Pernah Ditinggali Muhammad SAW Jadi Perpustakaan

Dalam dua dekade terakhir, the Gulf Institute yang berpusat di Ibu Kota Washington D.C., Amerika Serikat, mencatat Saudi telah melumatkan 95 persen dari seluruh bangunan berusia lebih dari seribu tahun di Mekkah dan Madinah. Perluasan Masjid Al-Haram juga mengundang protes dan kecaman berbagai pihak. Di sekitar Kabah kini bermunculan pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung tinggi.

Di sana kini terdapat kompleks Jabal Umar, terdiri dari apartemen, hotel, dan menara jam tertinggi di dunia. Untuk mewujudkan proyek ini,Kerajaan Arab Saudi menghancurkan benteng Ajyad dibangun di masa kekhalifahan Usmaniyah. Di kompleks ini terdapat rumah Nabi kini berubah menjadi perpustakaan masjid.

5. Rencana Penggusuran Makam Rasulullah

Hal yang paling memilukan adalah rencana Kerajaan Arab Saudi yang akan menggusur makam Nabi Muhammad. Pusara Rasulullah itu terletak di dalam masjid paling suci kedua setelah Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Tujuannya untuk memperluas Masjid Nabawi.?

Pembangunan masjid itu memang diperlukan, tapi rencana pemerintah petro dollar itu sungguh mencemaskan sebab perluasan direncanakan dilakukan di sebelah Barat, tempat makam Rasulullah bersama dua sahabatnya, Abu Bakar as-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Rencana ini dinilai akan membuat banyak pihak murka dan umat Islam bergejolak. Hingga kini rencana itu masih menjadi kontroversi.

Masjid Quba

Inilah kisah masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW sebagai peninggalan nyata jejak Rasulullah 1.400 tahun silam. Lokasinya berada di tanah Madinah dan masih bisa ada untuk dikunjungi.

Masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW adalah Masjid Quba. Mengutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah Kelas VII oleh H. Fida’ A. & Yusak B., pada tahun 622 M, Rasulullah tiba di Quba (dekat Madinah) dan kemudian membangun masjid pertama di sana.

Tepatnya, Rasulullah SAW membangun Masjid Quba di atas lahan kebun kurma seluas 1.200 meter persegi.

Cerita Rasulullah membangun Masjid Quba ini juga termaktub dalam Al Qur’an di Surat At-Taubah ayat 108 yang artinya berbunyi:

“Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.”

Usaha Rasulullah membangun rumah ibadah untuk pertama kali tersebut dibantu oleh para sabahat-sahabat yang mengikuti Nabi hijrah dari Makkah.

Dalam proses pembangunannya, Rasulullah terlibat langsung dalam membawa bahan-bahan bangunan, bahkan badan Rasulullah dipenuhi debu dan pasir.

Seiring jalannya peradaban Masjid Quba ini mengalami banyak renovasi. Renovasi pertama terjadi pada masa Khalifah ketiga, Utsman bin Affan.

Kemudian direnovasi pada masa Khaligah Ummayah Umar bin Abdul Aziz dengan membangun menara masjid pertama.

Kondisi sekarang Masjid Quba luas bangunannya mencapai 5.860 meter persegi hingga muat menampung jamaah sebanyak 20 ribu orang.

Secara struktur bangunan saat ini, Masjid Quba memiliki 4 menara yang mencolok menjulang tinggi ditambah juga dengan enam kubah besar. Masing-masing kubah berdiameter 12 meter dan ada 56 kubah kecil berdiameter 6 meter.

Meski mengalamai banyak renovasi, Masjid Quba tetap memberikan nunasa tradisional dan arsitektur dasarnya dipertahankan.

Menghitung tahun awal berdirinya masjid Quba sejak tahun 622 M hingga tahun 2022 M hari ini, umur rumah ibadah pertama yang lokasinya di tepi Madinah ini sudah mencapai 1.400 tahun.

Sebagai salah satu tumah ibadah yang juga banyak dikunjungi umat muslim ketika melaksanakan ibadah umrah dan haji, petugas di Masjid Quba menyediakan air zam-zam di selasar tengah masjid ini.

Demikian kisah Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah sebagai peninggalan kepada umatnya sejak 1.400 tahun silam.

Kisah Tentang Nabi Ilyas

Nabi Ilyas AS merupakan nabi yang gigih dalam berdakwah. Bahkan ia sempat diusir oleh kaumnya karena dianggap meresahkan dan mengganggu.

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam bukunya Kisah Para Nabi, disebutkan bahwa Nabi Ilyas AS masih satu garis keturunan dengan Nabi Harun AS. Ada yang mengatakan Ilyas AS merupakan keturunan keempat dari Nabi Harun AS dari Yasin bin Pinehas bin Eleazar bin Harun.

Nabi Ilyas AS lahir dari kaum Bani Israil. Diceritakan sepeninggalan Nabi Musa AS dan Harun AS, kaum Bani Israil kembali menjadi penyembah berhala. Bahkan kemaksiatan turut merajalela di sebuah negeri yang bernama Ba'labak.

Penduduk Ba'labak menyembah berhala besar yang bernama Ba'al. Ajaran tauhid dari nenek moyangnya sudah tidak lagi dilakukan oleh mereka. Hingga Allah SWT mengutus Nabi Ilyas AS untuk menyadarkan kaum Bani Israil agar kembali ke jalan yang benar.

Kerasulan Ilyas AS dijelaskan dalam surat ash-Shaffat. Allah SWT berfirman,

وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Artinya: "Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul. (Q.S ash-Shaffat: 123).

Dalam berdakwah, Nabi Ilyas AS mengalami banyak cobaan. Seperti kaum-kaum sebelumnya, Bani Israil juga mendustakan rasul utusan Allah SWT yang datang kepada mereka.

Kisah Nabi Ilyas AS diceritakan dalam Q.S ash-Shaffat ayat 124-132:

"(ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?" Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. (yaitu): "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?"

"Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman."

IIbnu Katsir menafsirkan, Nabi Ilyas AS menyeru kaum Bani Israil untuk menyembah Allah dan mencegah mereka supaya tidak menyembah selain Allah SWT.

Pada mulanya, kaum Bani Israil memiliki raja yang telah beriman. Kemudian ia murtad dan terus berlanjut dalam kesesatan bersama kaumnya. Sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang beriman kepada Allah SWT.

Nabi Ilyas AS berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan pelajaran terhadap kaumnya. Maka Allah SWT mengabulkan permintaan rasulnya. Dia menahan hujan di negeri itu selama tiga tahun.

Kekeringan itu menjadi bencana besar bagi kaum Bani Israil. Akhirnya mereka meminta kepada Nabi Ilyas AS untuk menyudahi kekeringan yang melanda. Mereka juga berjanji akan beriman kepadanya setelah Allah SWT menurunkan hujan.

Nabi Ilyas AS pun memohon kepada Allah SWT akhirnya diturunkanlah hujan kepada mereka. Akan tetapi, mereka ingkar kepada janji yang telah dikatakan di awal. Mereka justru semakin dalam kesesatan dan kekafiran seperti sebelumnya.

Diceritakan Nabi Ilyas AS diusir oleh kaum Bani Israil. Hingga ia pergi dan bertemulah dengan seorang laki-laki yang tengah menderita sakit keras, dia adalah Nabi Ilyas AS yang kelak menjadi penerusnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Munabbih dari Ahli Kitab sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir, Nabi Ilyas AS memohon kepada Allah SWT agar Dia mencabut nyawanya untuk kembali kepada-Nya. Maka Allah SWT memerintahkan Ilyas AS untuk pergi ke suatu tempat.

Allah SWT berfirman bila ada sesuatu yang datang kepadanya, janganlah ia takut dan naikilah tanpa keraguan. Maka, datanglah seekor kuda dari api lalu Nabi Ilyas AS menaiki kuda tersebut.

Allah SWT juga memberikan pakaian dari cahaya dan memberikannya sayap. Setelah itu Nabi Ilyas AS pergi bersama malaikat dan menjadi penghuni langit. 

Kisah Tentang Nabi Yunus


Salah satu kisah nabi yang dapat kita teladani adalah kisah Nabi Yunus AS. Dikisahkan dalam sebuah buku Kisah Para Nabi yang ditulis oleh Ibnu Katsir, Nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah karena kaumnya, kaum Ninawa, tidak mau diajak beriman pada Allah SWT. Kaumnya tidak mau menerima dakwah Nabi Yunus.

Kemudian ia menaiki sebuah kapal laut berlayar ke negeri Terbis. Namun, kapal tersebut diketahui melebihi daya muat maksimal hingga akhirnya kapal menjadi oleng dan hampir tenggelam. Ditambah dengan angin yang bertiup kencang serta ombak yang mulai menggulung lautan.

Beberapa barang berat sudah dilemparkan ke lautan, namun sayangnya hal itu terlalu mengurangi beban muatan kapal. Hingga akhirnya, nahkoda kapal pun meminta salah seorang penumpang harus keluar dari kapal, seperti yang dikutip dari Tafsir Al-Azhar karya Hamka.

Akhirnya dilakukan undian, nama Nabi Yunus keluar hingga ketiga kalinya dan Allah berfirman dalam QS. Ash-Shaffat: 139-142 yang berbunyi:

(139) وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
(140) إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ
(141) فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
(142) فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

Artinya: "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Lalu ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela." (QS. Ash-Shaffat: 139-142.

Nabi Yunus pun dilemparkan ke laut. Atas perintah Allah, ikan yang sangat besar kemudian menelannya, tetapi tidak sampai menghancurkan daging beserta tulangnya. Kisah ini diceritakan dalam firman Allah, QS. Al-Anbiya: 87.

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87)

Ahli-ahli tafsir pun berkata, Nabi Yunus sempat mengira dirinya meninggal. Namun, setelah berhasil menggerakkan anggota tubuhnya, saat itu juga ia memosisikan diri dalam keadaan sujud dan berkata:

"Ya Tuhanku, aku telah menjadikan tempat bersujud di suatu tempat yang tidak ada seorang pun di antara hamba-hamba-Mu bersujud di tempat seperti ini."

Selama berada dalam perut ikan besar tersebut, Nabi Yunus mendengar suara tasbih ikan-ikan besar dan ikan-ikan lainnya di lautan. Bahkan ia mendengar suara tasbih telur ikan yang tidak terhitung jumlahnya.

Semuanya bertasbih pada Allah dengan bahasa lisan dan isyarat untuk memuji keagungan dan kekuatan Allah SWT.

Salim bin Abi al-Ja'd dalam buku Tafsir Ibnu Katshir menyebutkan bahwa ikan besar tersebut ditelan lagi oleh ikan lainnya yang lebih besar sehingga keadaan gelapnya menjadi 2 kali lipat ditambah dengan kegelapan lautan. Disebut dalam firman Allah melalui QS. Ash-Shaffat: 143-144 yang berbunyi.

(144) لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ (143) فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ

Artinya: "Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS. Ash-Shaffat: 143-144).

Untuk lamanya waktu Nabi Yunus di dalam perut ikan tersebut, masih terdapat perbedaan pendapat antara para ahli tafsir, seperti Mujahid, Qotadah, Ja'far, dan Abu Malik.

Mujahid mengatakan dari asy-Sya'bi bahwa Nabi Yunus ditelan ikan pada pagi hari dan dimuntahkan kembali pada sore harinya. Qatadah menyebutkan 3 hari lamanya, sementara Ja'far ash-Shadiq berpendapat 7 hari. Kemudian menurut pendapat lain, Abu Malik, Nabi Yunus berada di dalam selama 40 hari lamanya. Wallahu 'Alam.

Kisah Nabi Yunus membuktikan kekuatan sebuah dzikir. 

Kisah Tentang Nabi Yahya


Nabi Yahya AS termasuk orang-orang shaleh yang dimuliakan Allah SWT. Kelahirannya merupakan mukjizat dari Allah berkat ketulusan doa ayahnya,

Nabi Zakaria AS.

Kisah Nabi Yahya AS tak lepas dari kisah Nabi Zakaria AS. Ia menjadi penerus dakwah ayahnya kepada kaum Bani Israil.

Ia lahir saat ayahnya sudah menginjak usia senja. Sehingga Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Yahya AS dengan hafal kitab sejak usia kanak-kanak.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Maryam ayat 12-13 sebagai berikut:

يَٰيَحْيَىٰ خُذِ ٱلْكِتَٰبَ بِقُوَّةٍ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْحُكْمَ صَبِيًّا (12) وَحَنَانًا مِّن لَّدُنَّا وَزَكَوٰةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا (13)

Artinya: "Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa)." (Q.S Maryam: 12-13)

Selain hafal kitab Taurat sejak kecil, Nabi Yahya AS berbakti kepada orang tuanya. Tidak ada kesombongan dalam diri Nabi Yahya AS apalagi durhaka kepada kedua orang tuanya. Bahkan Allah SWT memberikan kesejahteraan atas dirinya. Ia gigih mengajak kaum Bani Israil untuk terus menyembah Allah SWT.

وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّارًا عَصِيًّا (14) وَسَلَٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا (15)

Artinya: "Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali." (Q.S Maryam: 14-15)

Nabi Yahya AS merupakan seorang anak yang suci. Ia diberikan kebijaksaan dalam otaknya.

Ia disebut sebagai manusia yang menyukai ibadah dengan ketinggian ilmunya. Di kehidupan sosial, Nabi Yahya AS dikenal sebagai orang yang berani dalam kebenaran dan tegas dalam kebatilan.

Diceritakan oleh Usman bin Affan bin Abdul AS bin Umayyah bin Abdu Syams dalam 25 Nabi Banyak Bermukjizat Sejak Adam AS Hingga Muhammad Saw, Nabi Yahya AS diberikan mukjizat lain berupa rasa cinta dari sisi Allah SWT yaitu Al Hanan.

Al Hanan merupakan ilmu tentang kecintaan terhadap seluruh makluk beserta alam semesta. Hanan merupakan tingkat cinta yang bersumber dari ilmu. Allah SWT memberikan karunia kepadanya berupa sifat Al-Hanan ini sejak Nabi Yahya AS masih muda.

Berkat kecintaan dan kasih sayangnya itu, Nabi Yahya AS dicintai semua makhluk. Tidak hanya manusia, bahkan burung-burung, binatang buas, gurun, hingga gunung turut mencintainya.