Selasa, 31 Maret 2020

Makanan Yang Disukai Rasullah - Pengetahuan

Sebelumnya sudah dijelaskan salah satu makanan kesukaan Nabi Muhammad (SAW) adalah Zaitun. Dalam buku Aja'ib Al-Makhluqat karya Al-Qazwaini disebutkan keajaiban pohon zaitun adalah dapat menahan air dalam waktu yang lama.

Kemudian, rebusan daun Zaitun berwarna hijau bermanfaat untuk mengusir lalat dalam rumah. Air rebusannya dipercikkan di dalam rumah, maka lalat-lalat akan lari dari rumah itu. Daun Zaitun yang dicampur cuka juga efektif mengobati sakit gigi. Sedangkan getahnya bermanfaat untuk mengobati ambien, yaitu dengan cara dibalutkan pada bagian yang sakit.

Syeikh Prof Abdul Basith Muhammad as-Sayyid dalam Kitab Tha'amur-Rasul SAW wat-Tadawi bil-Ghidza (Inilah Makanan Rasulullah SAW) menyebutkan, selain Zaitun, Rasulullah SAW juga menyukai daging bagian lengan.

Abu Ubaid, salah seorang pelayan Rasul, berkata, "Aku pernah memasak satu periuk (makanan) untuk Nabi. Sungguh, beliau sangat menyukai daging bagian lengan. Rasulullah bersabda, "Berikanlah kepadaku daging bagian lengan." Aku pun memberikan daging itu kepada beliau.

Ibnu al-Qayyim mengatakan, "Daging bagian lengan itu sangat disukai Rasulullah karena lebih matang dan lebih lunak dibanding bagian lainnya, dan letaknya jauh dari tempat kotoran. Selain itu, ia juga memiliki rasa yang enak, serta lebih ringan dan lebih cepat dicerna oleh lambung.

Salah satu hal yang termasuk mukjizat berkaitan dengan daging bagian lengan ini adalah seperti kisah berikut. Dikisahkan bahwa kaum Yahudi mengetahui Nabi menyukai daging bagian lengan kambing. Mereka pun meletakkan racun ke dalam daging lengan kambing yang akan dimakan oleh Nabi SAW.

Ketika beliau hendak menggigitnya, daging itu tiba-tiba memberitahu kepada Nabi bahwa dirinya telah diracuni. Dalam peristiwa itu, Allah Ta'ala memperlihatkan salah satu mukjizat Rasulullah yaitu lengan seekor kambing yang dapat berbicara. Orang yang meletakkan racun ke dalam makanan Nabi adalah Zainab binti Harits atas perintah kaum Yahudi.

Rasulullah bertanya kepada Zainab alasan apa yang mendorongnya untuk melakukan hal itu. Dia pun menjawab, "Aku melakukan itu karena, jika Engkau benar-benar seorang Nabi, engkau tidak akan celaka oleh racun. Jika engkau tidak dapat celaka oleh racun, maka kami akan beriman kepadamu." Rasulullah sendiri tidak pernah merasa dendam kepada Zainab, dan itulah yang menyebabkan Zainab masuk Islam.

Makanan lain yang paling disukai Rasulullah adalah tsarid. Abu Musa al-Asy'ari meriwayatkan Rasulullah bersabda, "Keutamaan 'Aisyah atas wanita-wanita lainya adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang direndam dalam kuah dan dicampur daging) atas makanan-makanan lainnya". (HR Bukhari-Muslim).

Hal itu karena 'Aisyah memiliki karakter yang baik seperti akhlak yang baik, bahasa yang fasih, dan daya pikir yang kuat. Maksud hadis di atas adalah Aisyah merupakan wanita yang paling baik pada zamannya maupun pada zaman lainnya.

Rasulullah juga suka mengonsumsi daging ayam. Kepala Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Umum Universitas Iskandariah, Mesir, Dokter Nawal Abdurrahim, menjelaskan, daging ayam murni dapat memberikan 140 kalori, 19 gram protein, dan 7 gram lemak. Selain itu, daging ayam murni mengandung vitamin B kompleks, kalsium, dan zat besi.

Bagian daging ayam yang paling baik adalah bagian dada, karena tidak mengandung lemak dan sangat baik bagi kesehatan tubuh. Terutama bagi orang yang diet dan penderita penyakit jantung. Sedangkan bagian paha, meskipun mengandung zat besi yang lebih banyak daripada bagian dada, namun kadar lemak yang dikandungnya sangat tinggi.

Abu Musa al-Asy'ari meriwayatkan, "Aku pernah melihat Rasulullah memakan daging ayam". (HR Bukhari).

وَقَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِى الۡـكِتٰبِ اَنۡ اِذَا سَمِعۡتُمۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَيُسۡتَهۡزَاُبِهَا فَلَا تَقۡعُدُوۡا مَعَهُمۡ حَتّٰى يَخُوۡضُوۡا فِىۡ حَدِيۡثٍ غَيۡرِهٖۤ‌ ‌ ۖ اِنَّكُمۡ اِذًا مِّثۡلُهُمۡ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ‌‌‌الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡكٰفِرِيۡنَ فِىۡ جَهَـنَّمَ جَمِيۡعَا

Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur'an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam 

(QS. An-Nisa:140)


Mesjid Quba

Masjid Quba berada di kota Madinah. Kala itu, Nabi Muhammad baru saja menyelesaikan perjalanan hijrahnya dari kota Mekah dan langsung memerintahkan untuk membangun Masjid Quba. Setelah masjid Quba selesai dibangun, Nabi Muhammad turut memimpin salat terbuka untuk para sahabat. Bahkan, Rasulullah semasa hidupnya selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin, dan Kamis. Dahulu Nabi SAW mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu dengan berjalan kaki atau berkendaraan kemudian melaksanakan sholat dua rakaat. Nabi Muhammad SAW bersabda: ”Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba, kemudian dia mendirikan sholat di sana, maka dia mendapatkan pahala umroh”.. 

Kisah Nabi Ibrahim - Pengetahuan


Nabi Ibrahim Alaihisalam merupakan penghulu para nabi. Dari Nabi Ibrahim lah lahir keturunan para nabi dan rasul. Nabi Ibrahim juga merupakan salah satu nabi ulul azmi bersama Nabi Nuh, Musa, Isa, dan Muhammad SAW.

Nabi Ibrahim lahir di masa Raja Namrud yang zalim. Di masa itu, semua bayi laki-laki harus dibunuh. Ibunda Ibrahim, Amilah kemudian memasukan Ibrahim kecil ke sebuah gua agar tidak dibunuh para pengawal raja.

Namun, atas seizin Allah SWT, Ibrahim kecil tidak kelaparan dan kehausan karena ibunya selalu bisa menyusui dan memberinya makan hingga dewasa.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dikisahkan dalam Alquran, Surat Al Anbiya ayat 51, bahwa Allah telah menganugerahkan hidayah kebenaran kepada Ibrahim sejak kecil.

.......

"Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui keadaannya".

Kaum Nabi Ibrahim merupakan para penyembah berhala. Bahkan, ayah Ibrahim, Azar dikenal sebagai pembuat patung terbaik.

.........

" (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadat kepadanya?” Mereka menjawab, "Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.”

Kemudian Ibrahim AS bersumpah yang sumpahnya dapat didengar oleh sebagian kaumnya bahwa sesungguhnya dia akan membuat tipu daya terhadap berhala-berhala mereka, yakni dia benar-benar akan menyakiti hati mereka dengan memecahkan berhala-berhala mereka sesudah mereka pergi menuju ke tempat perayaan mereka. Menurut kisahnya, mereka (kaum Nabi Ibrahim) mempunyai hari pasaran tertentu yang mereka rayakan di suatu tempat.

Ketika hari raya itu sudah dekat masanya, ayah Ibrahim berkata, "Hai anakku, seandainya kamu keluar bersama kami menuju ke tempat perayaan kami, niscaya kamu akan kagum kepada agama kami." Maka Ibrahim keluar (berangkat) bersama mereka. Ketika di tengah jalan, Ibrahim menjatuhkan dirinya ke tanah dan berkata, "Sesungguhnya aku sakit."

Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong. Yakni hancur berkeping-keping dipecahkan oleh Nabi Ibrahim, kecuali berhala yang paling besar. Ibrahim AS lalu meletakkan kapak di tangan berhala yang terbesar, untuk memberikan gambaran kepada mereka bahwa berhala yang terbesarlah yang memecahkan berhala-berhala lainnya. Karena mereka tidak mau menyembahnya, maka ia memecahkan semua berhala kecil yang membangkang kepadanya.

Setelah mereka kembali dari perayaannya dan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh Ibrahim terhadap berhala-berhala mereka. Ternyata apa yang telah direncanakan oleh Nabi Ibrahim mencapai sasarannya dengan tepat. Dalam pertemuan yang besar ini Ibrahim AS bermaksud menjelaskan kepada mereka akan kebodohan dan kekurangan akal mereka karena menyembah berhala-berhala tersebut yang tidak dapat menolak suatu mudarat pun dari dirinya, tidak pula dapat membela dirinya.

Mereka bertanya, "Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab, "Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya. (Al-Anbiya: 62-63)

Setelah Nabi Ibrahim mematahkan hujah kaumnya, menjelaskan kelemahan mereka, serta menampakkan kebenaran dan menghapuskan kebatilan, maka mereka beralih membalasnya dengan menggunakan kekuasaan raja mereka, lalu mereka berkata:

Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kalian, jika kalian benar-benar hendak bertindak. (Al-Anbiya: 68)

Kemudian mereka mengumpulkan kayu bakar yang banyak sekali.

Namun, atas kuasa Allah, Ibrahim selamat dari kobaran api tanpa sedikit pun tubuhnya tersentuh api.

........

"Hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim, "mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.(QS Al Anbiya: 69)

Qatadah mengatakan bahwa pada hari itu tiada suatu hewan pun yang datang, melainkan berupaya memadamkan api agar tidak membakar Nabi Ibrahim, terkecuali tokek. Az-Zuhri mengatakan, Nabi Saw. memerintahkan agar tokek dibunuh dan beliau memberinya nama fuwaisiq.

Mengajak Ayahnya Beriman

Nabi Ibrahim yang dikenal penyantun kemudian mengajak ayahnya untuk meninggalkan patung-patung itu. "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu.

Maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.”

Berkata bapaknya, "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.” Berkata Ibrahim, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain dari Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku " (Maryam: 41-48)

Sejak itu Nabi Ibrahim AS selalu berdoa kepada Tuhannya, memohonkan ampun buat bapaknya. Ketika bapaknya meninggal dunia dalam keadaan tetap musyrik, dan hal itu sudah jelas bagi Nabi Ibrahim, maka Nabi Ibrahim mencabut kembali permohonan ampun dan berlepas diri dari perbuatan ayahnya.



Wafatnya Siti Khadijah

"Alangkah bencinya apa yang ku lihat darimu sekarang wahai Khadijah, dan sungguh terkadang Allah jadikan dalam kebencian banyak kebaikan," kata Nabi Muhammad ketika Sayyidah Khadijah wafat.

Pemboikotan ekonomi dan sosial oleh kaum kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad dan keluarga besarnya sedikit banyak telah menyita kesehatan Sayyidah Khadijah. Bagaimana tidak, dalam rentang waktu tiga tahun, Sayyidah Khadijah, Nabi Muhammad, dan keluarganya kekurangan makanan dan minuman, dibatasi gerak-geriknnya, dikucilkan, dan dilarang melakukan ini-itu. Di samping itu, usia Sayyidah Khadijah yang sudah tidak muda lagi pada saat itu juga mempengaruhi kesehatannya.

Kondisi kesehatan Sayyidah Khadijah semakin menurun setelah kejadian itu. Badannya semakin lemas karena menahan sakit yang menghinggapi tubuhnya. Meski demikian, tidak ada riwayat yang menyebutkan penyakit apa yang mengakibatkan Sayyidah Khadijah Wafat. Dalam keadaan itu, Sayyidah Khadijah hanya berdzikir kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya, mengharapkan ridha dan rahmat-Nya, serta mengosongkan hatinya dari segala sesuatu yang berbau duniawi.

Sementara Nabi Muhammad dengan setia dan penuh kasih sayang menunggui belahan hatinya tersebut yang tengah terbaring sakit. Tidak ada kata-kata lain yang keluar dari mulut beliau kecuali doa kebaikan untuk Sayyidah Khadijah. Ketika ajal Sayyidah Khadijah sudah dekat, orang-orang terdekat, keluarga, dan kerabatnya hadir untuk meringankan pertemuannya dengan Allah.

Hingga akhirnya, Sayyidah Khadijah mengembuskan nafas terakhirnya di hadapan Nabi Muhammad pada hari kesepuluh bulan Ramadhan tahun kesepuluh Nubuwah. Saat itu, Sayyidah Khadijah berusia 65 tahun, sementara Nabi Muhammad 50 tahun. Sama seperti manusia pada umumnya, Nabi Muhammad tidak kuasa membendung air matanya untuk tidak keluar ketika orang terkasihnya pergi. Terlebih ketika itu Nabi Muhammad sangat membutuhkan kehadiran Sayyidah Khadijah yang menjadi penyeimbang, penyemangat, dan pendukung setia Nabi dalam mendakwahkan Islam, di tengah penolakan dan penganiayaan yang dilakukan kaum kafir Quraisy terhadap beliau dan umatnya.

Kabar wafatnya Sayyidah Khadijah langsung tersebar ke seluruh penjuru Kota Makkah. Orang-orang bersedih atas kabar tersebut, mengingat perangai dan akhlak Sayyidah Khadijah yang baik, cerdas, lembut, suka membantu, dan tidak pernah menyakiti orang. Penduduk Makkah dan kabilah sekitar kota berbondong-bondong datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sayyidah Khadijah.

Nabi Muhammad sendiri yang turun ke liang lahat kuburan Sayyidah Aisyah. Sambil malafalkan doa-doa, beliau sendiri juga yang meletakkan jenazah sang belahan jiwa di tempat persinggahan terakhirnya itu. Tampak jelas kesedihan di wajah Nabi Muhammad karena ditinggal istri tercintanya.

Wafatnya Sayyidah Khadijah tersebut menambah kesedihan Nabi Muhammad karena tiga hari, riwayat lain dua atau tiga bulan, sebelumnya Abu Thalib, paman yang menjadi pelindung Nabi mendakwahkan Islam juga meninggal. Maka kemudian tahun wafatnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah (tahun kesepuluh nubuwah) tersebut dikenang sebagai Tahun Kesedihan (‘Am al-Huzni). Seperti dijelaskan M Quraish Shihab dalam Membaca Sirah Nabi Muhammad Saw(2018), kesedihan di sini maksudnya bukan berarti Nabi Muhammad berduka selama satu tahun atas wafatnya Abu Thalib dan Sayyidah Khadijah. Namun, mangkatnya dua tokoh pendukung mengakibatkan semakin besar kemungkinan tertutupnya banyak peluang dakwah Islam bagi umat manusia. Padahal sebelumnya beliau melihat ada secercah harapan tersebarnya dakwah Islam karena dukungan dan pertolongan dua orang tersebut.

Kediaman Nabi Muhammad menjadi sunyi setelah kepergian Sayyidah Khadijah. Tidak ada lagi keceriaan di sana karena suasana rumah berubah menjadi duka cita. Bahkan setelah wafatnya Sayyidah Khadijah, Nabi Muhammad tidak berkeluarga dalam waktu cukup lama. Beliau tidak langsung menikah karena yakin tidak ada perempuan yang setara dengan Sayyidah Khadijah.

Keadaan Nabi yang hidup sendiri membuat saudara Sayyidah Khadijah, Khaulah, prihatin. Khaulah kemudian menyarankan kepada Nabi Muhammad agar menikah lagi sehingga ada yang merawat, menghibur, dan menjadi teman hidupnya. Khaulah kemudian menyebutkan dua nama; Saudah binti Zam’ah dan Aisyah binti Abu Bakar. Nabi Muhammad setuju dengan usulan itu dan kemudian menikahi Sayyidah Saudah dan kemudian Sayyidah Aisyah.

Meski Nabi Muhammad sudah menikah dengan wanita lain, namun posisi Sayyidah Khadijah di benak Nabi tidak tergantikan. Beliau mengenang dan menghormati segala hal yang berkaitan dengan Sayyidah Khadijah—walau sang belahan hati sudah lama meninggalkannya. Mulai dari barang-barang, perhiasan, kerabat, sahabat, dan orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Sayyidah Khadijah.



Sumur Raumah Madinah - Pengetahuan


Pasca hijrah ke Madinah, kaum muslimin memadati kota Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersebut. Suatu hari, Madinah mengalami paceklik, sumur-sumur pada kering. Problem kekuarangan air bersih pun terjadi. Hanya ada satu-satunya air bersih yang berasal dari sumur Raumah, milik seorang Yahudi.

Untuk memenuhi kebutuhan air, kaum muslimin membeli dan harus mengantri mengular agar bisa mendapatkan air dari sumur Raumah. Melihat hal tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wahai para Sahabatku, siapa diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala” (HR. Muslim)

Utsman bin Affan, salah satu sahabat utama Nabi menyambut seruan tersebut dengan membeli sumur Raumah seharga 20.000 dirham. Harga yang sangat tinggi untuk sebuah sumur waktu itu. Setelah dibeli oleh Utsman, sumur tersebut diwakafkan untuk kepentingan umat Islam. Penduduk Madinah bisa sewaktu-waktu mengambil air dari sumur Raumah secara gratis, termasuk si Yahudi yang telah menjual sumur tersebut.

Apa yang terjadi selanjutnya? Keberkahan sumur yang dibebaskan sejak 1.400 tahun lalu itu bisa dirasakan sampai sekarang. Dalam perkembangannya, area di sekitar sumur Raumah ditumbuhi oleh pohon kurma. Pemerintahan Ustmaniyah mengembangkan daerah sekitar sumur menjadi kebun kurma, yang lalu dilanjutkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Jumlah pohon kurma tersebut kini sudah mencapai 1.550 buah. Hasil dari penjualan kurmanya dibagi dua, separoh dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin dan setengahnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan. Rekening tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf Kerajaan Arab Saudi.

Kekayaan Utsman pun terus mengalir dari kebun kurma tersebut. Lalu, sebagian hasil panen kurma itu digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan eksklusif dekat Masjid Nabawi. Di atas tanah tersebut hotel Utsman bin Affam didirikan, di samping masjid yang bernama sama: Ustman bin Affan. Hotel berbintang 5 dengan 15 lantai yang setiap lantainya terdiri dari 24 kamar tersebut dikelola oleh manajemen Sheraton. Keuntungan dari pengelolaan hotel juga dibagi 2: separoh untuk fakir miskin dan anak-anak yatim, dan setengahnya lagi masuk ke rekening atas nama Utsman bin Affan.

Sementara, sumur Raumah sampai saat ini masih dijadikan sumber untuk mengairi kebun kurma yang ada di sekitarnya. Utsman bin Affan sendiri, sudah syahid sejak 1400 tahun lalu, tetapi kekayaannya terus bertumbuh dan dimanfaatkan untuk kepentingan pihak-pihak yang memerlukan bantuan.

Kisah tentang sumur Raumah ini sebagai salah satu bukti, bahwa zakat, sedekah dan wakaf tidak akan mengurangi harta seseorang, bahkan semakin menumbuh-suburkan kekayaan yang dimiliki oleh para pelakunya. Inilah bukti dari kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kitab-Nya, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.


Tentang Imam Bukhari - Pengetahuan

Ulama hadis paling dikenal oleh kaum muslim saat ini adalah Imam Bukhari. Karena berkat karyanya Sahih Bukhari yang berisi tentang sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW, sebaik-baiknya manusia di bumi. Tanpa bukunya, rasanya akan susah untuk mengetahui pesan-pesan Nabi yang sudah berlalu hampir 15 abad yang lalu.

Namun, tak banyak yang mengetahui tentang latar belakang penulis buku tersebut. Terutama, soal Imam Bukhari yang pernah dikaruniakan kebutaan dalam hidupnya. Lantas bagaimana fakta-fakta tentang beliau selanjutnya? Langsung saja, check this out!

1. Bernama asli Muhammad

alfikeer.com

Kata Bukhari yang disematkan pada nama beliau, sesungguhnya bukanlah nama asli. Melainkan, kata Bukhari ini diambil dari nama kota kelahirannya, kalau sekarang kota ini adalah bagian dari negara Uzbekistan.

Lantas Siapakah nama aslinya? Ialah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail. Beliau lahir pada tanggal 13 Syawal 194 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 21 Juli 810 Masehi. Ayahnya pun sudah tiada sejak beliau masih belia, hingga akhirnya sang ibulah yang terus mendidiknya dengan baik. Terbukti, saat ini namanya harum di mana-mana.

2. Pernah mengalami kebutaan

Mengutip perkataan dari Ustadz Adi Hidayat, bahwa Imam Bukhari saat kecil pernah mengalami kebutaan. Namun, Allah memberikan cobaan tersebut semata-mata untuk menunjukkan kebesaran-Nya. Karena, bagaimana seorang ulama hadis buta, padahal dia harus berkeliling ke mana-mana untuk memverifikasi suatu hadis.

Bermula, saat Imam Bukhari kecil yang buta, sang ibu menyekolahkan di sekolah yang fokus mempelajari Alquran. Di sana, sang guru membacakan surat 'Qaf' yang kemudian langsung dihafal seketika oleh Imam Bukhari yang hanya bisa mendengar tanpa bisa melihat. Singkat cerita, surat 'Qaf' inilah yang menjadi sebab hilangnya kebutaan Imam Bukhari, tepatnya pada ayat 22 dibacakan.

3. Memiliki daya ingat yang luar biasa

daimca.com

Dilansir Alarabiya, Imam Bukhari sudah mampu mengahafalkan Alquran dan ribuan hadis sejak usia muda. Dengan bekal ini, akhirnya beliau memutuskan untuk pergi ke berbagai daerah guna mengumpulkan hadis-hadis. Negara-negara tersebut antara lain adalah Baghdad, Kufa, Damaskus, Mesir.

Dan sebelum menuliskan hadisnya beliau selalu berwudu dan salat untuk menjaga betul dari kesalahan dirinya yang mungkin tak sengaja dilakukan. Hal inilah yang patut dicontoh darinya, bahwa sebagai manusia haruslah memohon perlindungan kepada Sang Pencipta agar terhindar dari kesalahan, terlepas manusia adalah tempatnya salah.

4. Kepopuleran Sahih Bukhari

freekitab.com

Terdapat kisah di balik kepopuleran buku Sahih Bukhari ini. Dilansir Islamicfinder, Imam Bukhari bermimpi melihat Rasulullah SAW datang di mimpinya. Di mimpi itu, Bukhari berdiri memegang kipas untuk mengusir lalat di sekitar Rasulullah SAW.

Arkian, Imam Bukhari pergi ke penafsir mimpi untuk bertanya apa maksud dari mimpinya. Lantas, sang penafsir menjelaskan bahwa mimpi itu bermaksud agar Imam Bukhari menghancurkan serta mengikis kebohongan-kebohongan yang terdapat pada sebagian hadis Rasulullah SAW.

5. Meninggalnya Imam Bukhari

kajian.afahrurroji.net

Ketika beliau kembali lagi ke tempat kelahirannya, Bukhara. Setelah berkeliling ke berbagai negara untuk mengumpulkan hadis, di Bukhara ini beliau mendirikan Madrasah untuk belajar hadis. Lantas, Gubernur kota Bukhara meminta Imam Bukhari datang ke istana untuk mengajarkan hadis pada putranya. Namun, Imam Bukhari menolak karena, seharusnya ilmu itu dicari, atau dengan kata lain merekalah yang harus mendatangi ilmu itu, bukan sebaliknya.

Akibat tragedi inilah, sang gubernur mengusir Imam Bukhari. Akhirnya beliau menghabiskan sisa hidupnya di Samarkand hingga tutup usia di umur 62 tahun. Beliau meninggal dunia pada tanggal 1 syawal 256 Hijriah bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri kala itu.


Tanda Peristiwa Datangnya Kiamat - Pengetahuan

Tidak ada yang mengetahui kapan hari kiamat itu akan datang, kecuali Allah SWT. Setiap umat Islam tentunya harus mengimani hari akhir atau hari kiamat tersebut, karena pada hari tersebut manusia yang sudah mati akan dibangkitkan kembali dan dihisab amal perbuatannya.

Hari kiamat atau yang dikenal dengan hari akhir zaman atau yaumul akhir adalah hari dimana umat manusia akan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan ditimbang amal perbuatannya.

1. Keluarnya dajjal

Dajal dalam bahasa arab memiliki arti kekacauan. Dajjal sendiri nanti akan keluar dari negeri persia. Persia tergolong dalam suatu suku pada negara iran. Ustad khalid menjelaskan, ketika dajjal sudah turun, maka dajjal dan pengikutnya akan membuat kerusakan di bumi selama 40 hari. Rasulullah menjelaskan bahwa dalam 40 hari itu, satu hari pertama seperti satu tahun, hari kedua seperti sebulan, hari ketika seperti sepekan, dan hari selanjutnya sama seperti hari hari kita.

2. Keluarnya Imam Mahdi

Imam mahdi merupakan keturunan asli Rasulullah. Imam mahdi juga mempunyai nama yang sama persis seperti Rasulullah SAW, yaitu, Muhammad bin Abdullah. Imam Mahdi lah yang nantinya akan memimpin perang jihad untuk mengejar dajjal ketika sudah berada di Palestina. Ketika imam mahdi telah sampai untuk mengejar dajjal, maka turunlah tanda - tanda selanjutnya.

3. Turunnya Nabi Isa AS

Ketika Imam mahdi dan pasukannya sudah sampai damaskus, mereka shalat ashar berjamaah yang dipimpin langsung oleh Muhammad bin Abdullah (imam mahdi) sebelum sampai menemui dajjal. Maka sebelum mereka shalat, turunlah Nabi Isa AS, dengan memegang kedua sayap malaikat serta rambut yang basah dan menetes - netes ke bumi. "Saat itu semua muslim menyaksikan" ujar Ustad khalid basalamah.

Setelah mereka shalat, barulah Imam Mahdi dan pengikutnya melanjutkan perjalanan menuju palestina untuk menemui dajjal. Setelah sampai Nabi Isa langsung berburu dajjal untuk kemudian dibunuh. Setelah terbunuh, ustad khalid menjelaskan, nantinya pengikut dajjal akan berlarian untuk bersembunyi dibalik pohon dan batu.

4. Keluarnya Yajuj dan majuj

Nabi Muhammad SAW mejelaskan ciri - cirinya seperti, mata mereka terlihat sipit namun bola mata mereka terlihat besar, mereka memiliki rambut yang kriting serta memiliki postur tubuh sama seperti manusia. Mereka akan keluar jika sudah dizinkan oleh Allah SWT seperti pada firman allah yang artinya : “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Anbiya’: 96-97).

5. Keluarnya binatang melata

Dalam hadist bukhori dijelaskan bahwa binatang tersebut akan muncul dan dapat berkomunikasi seperti halnya manusia. Binatang tersebut natinya akan mendatangi orang - orang yang kembali kufur setelah wafatnya Nabi Isa AS. Binatang itu akan menasihati dan mengingatkan orang - orang yang kembali kufur. Binatang itu akan tersebar di seluruh dunia dan akan menandai orang - orang yang tidak beriman kepada Allah SWT.

6. Keluarnya api dari kota Aden

Aden merupakan sebuah kota di Yaman. "Subhanallah baru tadi malam saya melihat di youtube, sebuah penelitian yang menunjukan bahwa, dibawah kota aden itu terdapat api yang cukup panas, dan api itu bisa keluar setiap saat dan bisa membakar siapa pun" sambung ustad khalid.

7. Munculnya tiga gerhana

Gerhana tersebut muncul di tiga bagian bumi, pertama pada bumi bagian timur seperri Asia, kedua dibagian Barat Seperti Amerika dan lainnya, dan ketiga di bagian Jazirah Arab. Selain gerhana, pada saat itu juga di barengi dengan datangnya bencana.

Ustadz khalid Basalamah dalam ceramahnya menjelaskan bahwa, terjadi gempa besar lalu kemudian terjadi longsor besar di belahan timur bumi. Sebagian ulama hadist menjelaskan, bagian ini dapat terjadi di bagian asia, namun tidak tahu pasti tempatnya dimana. Setelah terjadi dibagian timur bumi, maka akan terjadi kembali pada bagian barat, seperti benua amerika dan lainnya. Kemudian amblasnya bumi di jazirah arab, ustad khalid menjelaskan bahwa hal ini merupakan longsor besar yang sudah sulit untuk diperbaiki.

10. Terbitnya matahari dari sebelah barat

Di saat itulah pintu taubat akan di tutup oleh Allah SWT. " Ini adalah tanda - tanda yang terakhir. Maka seperti kata Rasulullah, Taubat akan diterima sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya".