Selasa, 10 Agustus 2021

Tulang Ekor Manusia




Balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dibangkitkan, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka.

Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.

“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat,” (HR. Al-Bukhari, nomor 4935).

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955): Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”

Hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika.

Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut di kemudian hari.

Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman, dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut.

Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama.

Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio.

Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu).

Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.

Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka.

Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor.

Semakin banyak energi positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energi negatif atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.

Kamis, 24 Juni 2021

Tamu Allah

Menjadi tamu Allah SWT dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, menjalankan ibadah haji atau umrah: mengunjungi rumah Allah SWT, Baitullah, Ka’bah Al-Musyarafah. Kedua, dengan cara meninggal. Keberangkatan seorang hamba menunaikan ibadah haji atau umroh tak lepas dari campur tangan Allah. Sekeras apapun manusia berusaha, tidak akan terjadi jika “undangan” itu belum diterima.
Adalah benar, seseorang hanya bisa menjadi tamu jika sudah diizinkan oleh pemilik rumah,
 “undangan” dari Allah yang menentukan kita jadi berangkat atau tidak. Tidak ada satu kejadian pun di dunia ini yang terjadi tanpa rencana Allah.

Minggu, 20 Juni 2021

Selamat Jalan

Ada pepatah yang menyebut:  ada tiga perkara yang mendasar dalam kehidupan manusia dari Allah. Yang pertama rejeki, kedua adalah jodoh dan ketiga, yakni kematian.

Dua hal yang pertama, bernuansa kegembiraan. Bagaimana dengan jal yang ketiga ? Bagaimana rasanya kalau satu-persatu orang yang dekat dengan kita, sahabat masa kuliah hingga sekarang misalnya pergi lebih dahulumeninggalkan kami?  Sedih. Sedih sekali, tentu.
Ternyata juga seperti saudara, ada rasa kehilangan yang teramat sangat ketika tak ada lagi waktu untuk berjumpa. 

Selebihnya ini semakin menguatkan rasa takwa pada-Nya bahwa tidak ada sesuatu yang kekal kecuali Dia.

Hingga akhirnya kepala saya berpikir, giliran saya juga sudah ada dalam daftar-Nya, entah kapan.

Selamat jalan Rahmiati

Minggu, 13 Juni 2021

Avengers ??


Tahun berganti tahun, imut, lucu dan menggemaskan. Mulai berganti menjadi fase belajar, berganti sedikit ngeselin, berganti menjadi sulit ditebak, berganti lagi, berganti lagi beberapa kali, up and down, sampai sekarang ...
Kadang timbul perasaan cemburu saat si anak memilih pergi bersama temannya dan saya ditinggalkan seorang diri (kayak lagu aja). Otomatis nasehat, petuah, kalimat bijak, kata-kata mutiara keluar dari mulut ini : tentang pergaulan yang benar, jangan terjebak kesalahan konyol, bla bla bla, sampai anak bilang.."dunia tuh tidak diseputaran ommy saja..." jleb langsung mingkem bibir ini.

Huhuhuhu, ommy cemburu, nak. Lalu hatiku berbunga-bunga lagi waktu dia lanjut : "minggu depan  ya mi, waktunya kita jalan-jalan..." hahaha, senangnya aku tuh digombalin kayak gitu....

Sabtu, 12 Juni 2021

Rumah Biru


Hari ini aku ingin bercerita kepadamu, soal "rumah biru" tempatku menitipkan tulisan. Aku sendiri menjalani semuanya di sini, jauh sebelum berangkat merantau, sampai akhirnya harus kembali gegara pagebluk, dan entah sampai kapan.
Bagiku, ini berkat yang menyelamatkan. Untuk pertama kalinya, sejak Opa berpulang, aku bisa kembali menyuarakan isi hati dan pikiran sampai tuntas. Memang, rasanya masih belum sebanding dengan saat mengobrol bersama Opa dulu: bisa saling mendengar dan didengar secara langsung. Berdebat macam debat kusir. Tapi, aku akhirnya bersyukur karena bisa kembali berada di rumah ini.
Dari sini juga akhirnya aku bisa bertemu dengan banyak orang dan banyak hal-hal baru. Inilah rumah tempat aku bebas jadi diri sendiri.
Memang, seperti layaknya sebuah rumah, kadang masalah itu ada. Entah mati listrik, atap bocor, semuanya wajar, karena inilah rumah.
Pada akhirnya, rumah ini pasti akan punya perubahan di sana-sini seiring waktu, tapi izinkan aku tetap jadi diriku seutuhnya, karena ini sangat membebaskanku, dari semua keterbatasan yang kupunya.
Aku adalah hasil dari orang-orang yang mencintaiku
Rumahku adalah istanaku
Ayah ibuku adalah teladanku
Saudaraku adalah cintaku
Siapakah aku ? Aku adalah cermin dari rumahku. 

di suatu waktu.....

Di suatu siang di suatu tahun, di suatu bulan, dan di suatu minggu ... di suatu hari: Aku pergi menunaikan shalat Jumat ....