Minggu, 07 Juni 2015

Sehat Badanku

Ge er sekali
Kukira angin membawa hujan
Ternyata suara mobil tetangga sebelah
Padahal sudah lari tunggang langgang
Lompati dua belas anak tangga
Ke lantai bawah
Disambut matahari tertawa
Aku ge er
Eehhhh
Tapi alhamdulilah 
Aku sehat
Bisa berlari dan melompat seperti ABG
Meski ABG 1/2 tua
Tingkahnya semakin...
Makin kece dah....
Sehat sehat sehat

Taaahhhh

Sedang nyapu daun di halaman depan
Ada beberapa cowok iseng di kejauhan suit suit
Kayaknya tukang bangunan ngincer pembantu
Emangnya yang nyapu nyapu pembokat doang?
Tarik nafas panjang
Wahai Ki sanak
Kamu beruntung
Sekiranya ini terjadi tahun 80 atau 90 an
Saya akan datangi kalian
Dengan menggenggam sebongkah batu bata 
Sambil bilang
Sia teh suit suit ka aing,,,,
Bari....
Braaaak bata ngalayang...
Ka suku manehna 


Plaaaaakk!!!!

Mama bodoh !!!
Plak !
Serasa ditampar
Dan
Tegangan langsung tinggi
Eh tunggu dulu
Kamu benar Nak
Mama emang bodoh
Hidup selama 45 tahun
Masih belum juga paham
Bagaimana mengendalikan diri
Bagaimana memanfaatkan  waktu
Bagaimana mengatur urusan diri, keluarga, jabatan dan perusahaan, para pegawai
Sekaligus
Dalam waktu bersamaan
Aku memang Mama yang bodoh
Memaparkan kebenaran 
Tapi dirinya sendiri belum tentu benar
Merasa benar dari susut pandangnya sendiri yang cupet
Banyak bacot tentang kebenaran
Seolah setara Tuhan sebagai asistenNya
Mengajarkan strategi jitu belajar
Menjawab soal soal pekerjaan sekolah
Sedangkan diri sendiri
Kewalahan menyelesaikan pekerjaannya
Mengingatkan tentang shalat
Tapi diri sering shalat akhir waktu
Berusaha mati matian mandiri
Memperbaiki amal ibadah
Tidak mau memberatkan ayah
Saudara lelaki atau suami 
Tapi masih sering ngaret 
Anak sholeh yang akan menolong mama kelak...
Ngerecokin anak
Kubilang mama tidak suka anak yang berbohong
Padahal aku sendiri suka bohong
Bahkan dengan alasan white lie 
Aku berjanji hidupku, matiku, shalat ku untuk Allah
Tapi aku sering bohong
Aku asyik kerja, bikin tas tali kur, bermain dan bercanda
Sungguh tidak proporsional 
Aku malu
Ternyata aku mama yang bodoh
Apalagi kamu
Malu punya mama yang bodoh
Sungguh aku hanya butiran debu
Seperti judul lagu 
Jauh dari layak mama teladan
Semoga di hatimu yang paling dalam
Kamu berkenan memaafkan mama 

Nasihat Kepada Sendiri

Mau beli pakai rupiah
Go ahead
Mau beli pakai dollar
It's OK
Nothing too lose for the real fighters
Tapi aku
Biasakan tidak melihat merk tulisan
Biasakan yang mahal tidak selalu sesuai harga
Fokus pada guna dan manfaat
Supaya aku 
jadi manusia berkelas
Jaga keinginanku
Jangan seperti rupiah terhadap dollar
Melemah
Tiada yang rugi bagi jika yang tenang
Sepanjang mampu mengendalikan diri



70 Kilogram 150 centimeter

Mengapa seorang ibu
Tubuhnya cenderung padat berisi
Ssssttttt
Tolong dihide dulu sebentar
Karena kadang seorang ibu
Jadi kolektor menu tersisa
Dibuang sayang
1/2 porsi rendang
1/3 porsi mie goreng plus udang
1/4 porsi nasi goreng kornet
1/8 porsi chicken mozarella
2/3 minuman dingin bersoda
Yang mari digabungkan
Menjadi makanan aneka rasa 
Plus minuman apa adanya
Karena dalam menjalankan tugas negara
Ngasuh, ngajar, ngadikdik
Kecepatan
Kekuatan
Latihan fisik
Feeling sangat signifikan 
Jadi
Menu menu itu memang diperlukan




Super Duper

Saya sangat respek
Kepada pihak yang sabar
Yang diperlakukan under estimate
Dipandang serendah rendahnya
Baginya hanya satu jalan
Melompat lebih tinggi
Sebaliknya
Saya tidak simpatik
Kepada pihak yang membanggakan kemampuan
Ekonomi
Keluarga
Daya beli
Dunianya selebar daun kelor


Saya seorang Ibu

Adakah caranya
Berhenti menjadi ibu
Yang cerewet merepet 
Sehingga terkesan ngomel ngomel
Terlalu semangat 
Sehingga terkesan marah
Adakah formulanya
Tolonglah diriku yang dhuafa  ilmu ini
Yaa Rabb
Astaghfirullahal azhiiim