Minggu, 07 Juni 2015

Saya seorang Isteri

HR Tirmidzi
Orang yang imannya 
Paling sempurna
Di antara kaum mukminin 
Adalah orang yang paling bagus akhlaknya
Di antara mereka
Dan sebaik baik kalian
Adalah yang terbaik akhlaknya terhadap isterinya
Kesimpulannya
Orang yang paling berhak
Diperlakukan dengan baik
Dan ditunaikan hak haknya
Oleh seorang lelaki adalah isterinya

Iqra Iqra Iqra

Santai itu
Pakai daster lepek sobek
Baca buku sepuasnya
Merdeka banget
Selamat membaca
Buku gudang ilmu 
Membaca kuncinya


Lagak si Ibu Ibu Muda

Mungkin belum terbiasa lihat saya
Itu mata
Melotot dan mendelik
Beberapa waktu terus begitu
Melihat dari kepala ke kaki
Balik lagi dari kepala ke kaki
Hihihihi
Pura pura ngga merasa dilihat
Nah
Mulai deh komentar
Ada notaris penampilan seperti itu
Hijab geblus
Kaos tiga puluh ribuan
Sandal merek bata
Celana jeans murahan
Nyeleneh
Hai Bu
Hati hati ya jaga in matanya
Takut lepas menggelinding
Ada yang salah pakai jilbab tukang cengek 
Ada yang salah pakai kaos jualan pinggir jalan
Ada yang salah pakai sendal dalam punya
Ada yang salah pakai jeans seratus ribuan
Emang ibu pantas dengan pakaian Ibu ?
Ngga eye catching juga kelleus
Hiiiiiyyy
Mata matanya si ibu mendamprat saya....
He he he
Disepelekan orang sombong itu
Bawaannya pengen kasih hibah
Cireng

Nasib Ibu

Berat badan seorang ibu
Mengikuti keadaan alam
Yang sewaktu gadis slim
Setelah menikah menjadi sailor moon
Berubah !!!
Saat hamil 
Berat badan naik 10 sampai 18 kilogram
Kaki bengkak, wajah seperti bakpao
Sulit pakai baju
Melahirkan
Kaki kempes tapi nafsu makan meningkat
Naluri menyusui menjadi cepat lapar
Anak sudah mulai merangkak
Berat badan mulai turun 
Anak mulai belajar jalan
Berat badan turun banyak
Harus mengawasi, menemani dan menjaga
Juga kurang tidur
Dituntut harus gesit
Alhasil wajah tirus, perut flat, baju longgar kedodoran
Ada sedikit sisa kulit bergelambir
Pasca partus dibagikan perut
Anak mulai bermain
Belajar mencoret, menonton film, mendengar musik
Sedikit diam
Anak makan sendiri ada sisa
Sayang kalau dibuang
Nah berat badan kembali naik
Pipi mulai terisi kembali
Gerakan sedikit lamban
Akibat makanan tambahan dari piring sebelah
Berulang ulang
Sesuai jadwal makan 
Nasib si ibu
Seperti recycle packaging....


Tiga Nama Saya

Seorang perempuan 
Merupakan tanggung jawab 
Empat orang laki laki
Ayahnya
Saudara laki lakinya
Suaminya
Anak laki lakinya 
Terbayang wajah ayah bila sudah tiada
Sudah putus amal ibadahnya
Kecuali tiga perkara
Ilmu yang bermanfaat
Shadaqoh jariyah
Doa anak shalih
Ayah mengajarkan membaca, menulis dan berhitung
Tidak marah
Saat menulis angka tiga seperti burung
Terus melatih
Tidak marah
Saat tidak tahu teknik perkalian
Malah bertanya bagaimana dapatkan hasil seperti itu
Melatih sampai bisa berhitung cepat
Dari murid anak bawang sampai bisa punya prestasi
Di rumah ayah memberikan contoh
Bagaimana bersih bersih rumah
Di perusahaan tempatnya bekerja
Ayah mengajarkan pembukuan yang rapi
Dalam kehidupan
Ayah ajarkan menjadi orang jujur
Ayah tidak mengajarkan saya menjadi orang kaya
Menurut ayah
Hidup sederhana itu terbaik
Kain kafan tidak ada sakunya
Pernah suatu kali
Saya pulang ke Bandung sore sore
Saya melewati waktu shalat maghrib di jalan
Sampai di rumah sudah waktu isya
Karena naik angkutan umum kepala saya pening
Saya rebahan
Saya dengar ayah memanggil manggis
Ayah seperti menahan tekanan dari semua arah
Kenapa ?
Karena ayah harus menanggung dosa anak yang tidak sholat
Seketika saya bangun 
Mimpi ataukah nyata
Menangis dan berlari ke kamar mandi
Wudhu, shalat dan memohon ampun pada Allah
Sejak itu
Apapun yang saya lakukan
Atau tidak akan dilakukan
Saya berpikir dulu
Apakah itu akan menjadi beban bagi ayah yang menanggung dosa saya
Saya mulai mengganti literatur bacaan saya
Mulai belajar memperbaiki diri
Untuk apa ? 
Doa anak shalih
Saya pikir
Doa saya sulit tembus jika saya masih belum perbaiki diri
Bandel, keras kepala, tukang berkelahi
Saya harus berubah
Agar doa saya dikabulkan
Belajar mengaji
Malu sekali anak SMA  lebih bagus
Saya spesialis Notariat
Hadeeuhh
Mau ditaruh dimana muka ini
Mengapa lidah saya kaku begitu
Datang jawaban ilham
Harus lebih banyak latihan
Bolak balik baca AL Quran dan artinya
Agar paham
Cita cita menjadi Notariat
Berubah ingin jadi anak shalihah
Setelah lulus ujian Notariat dan ujian PPAT
Ibu mulai mendesak untuk menikah
Sampai pada takdir menikah
Sampai pula pada takdir menjadi ibu
Ternyata tidak mudah
Banyak rintangan dan babak belur 
Jadi bekal pengalaman
Satu anak tunggal
Cenderung unik, otentik, tidak tertandingi an dan banyak ingin tahu
Yang saya ingat dari ayah
Start duluan belum tentu finish duluan
Ayah benar soal tongkat estafet
Saya siapkan anak saya tongkat estafet
Agar bisa ngoper ke keturunannya kelak
Yang saya ingin dari peninggalan ayah
Buku tafsir dan AL Quran ayah
Puas 
Tidak
Darah ayah mengalir dalam diri saya
Bukan cuman hidungnya yang turun kepada saya
Saya pakai nama ayah dibelakang saya
Puas
Tidak
Di kantor pertanahan
Mengapa dalam ijazah nama tidak sama dengan surat keputusan
Saya beragama Islam
Binti ayah saya
Saya pakai Family name
Surname ayah saya dan itu dari kakek saya
Formulir isian data notaris membolehkan nama saya
Plus nama belakang ayah saya
Apakah itu masalah
Wawancara sukses
Saya bahagia memakai nama ayah saya 
Kemana saya pergi
Disamping nama kecil, nama tengah ada nama ayah saya
Asyiikkkk
Serasa bersama sama tapi juga harus hati hati
Jangan sampai merusak nama ayah saya
Saya masih ingin jadi anak shalihah
Saya selalu terucap doa buatnya
Rabbigh firli walliwaliidayaa warhamhuma kamma rabbayanishoghiro....






Unconditional Love

Unconditional Love
Mendukung yang disayang
Apapun keadaannya
Meskipun tidak rela rasanya
Diperlakukan sedemikian
Dicakar
Diusir
Ditagih tagih
Kayak jeruk nipis
Diperes
Dituntut lebih melebihi kemampuan
Kejadian yang diulang ulang
Pernah bertanya
Apakah bisa dapatkan perempuan yang baik baik
Yang aman untuk hidupmu
Untuk keturunan mu
Untuk karirmu
Keluarga besarmu
Akhiratmu
Tapi yang bernama unconditional Love 
Meskipun kecewa dengan pilihan
Khawatir, sedih, menangis perih
Merasa dihina
Ditelan saja

Selasa, 02 Juni 2015

Kamu dan Isterimu

Hah......!
Kau belikan seharga empat juta
Apakah isterimu pernah kau belikan seharga sama
Jangan beralasan hanya agar karirmu semakin meningkat
Kau berikan seseorang hadiah memikat
Didepan mata isterimu yang berkaca mengkilat
Kenapa tak kau belikan pula 
Barang serupa
Seharga tak perlu sama
Bukankah isterimu juga banyak banyak membantumu dengan doa
Tanpa ada isterimu yang menjaga anakmu
Kau tenang bekerja
Tanpa meminta apa apa
Tak ingatkah kau apa yang pernah kau berikan padanya ?
Hitungan lima jari tangan pun tak sampai
Kenapa hatimu tak tergerak
Kenapa kau tak mengajak isterimu menghadap
Mereka yang kau anggap berjasa Padamu
Apakah kau malu
Karena isterimu tak punya baju baru
Tak ada sepatu
Isterimu lusuh dan berbau
Tak pantas mendampingimu
Kau malas dan berpikir lebih dulu
Belikan dia 
Pakaian satu juta
Yang pasti Isterimu akan menganga
Luar biasa bahagia
Tapi kau lupa
Lupa dan tak pernah ingat
Dikepalamu hanya ada kalimat menjilat
Kau malu
Dikepalamu hanya kau yang pantas memakai baju baru