Cinta itu buta
Dan mereka yang terjebak pesonanya
Tidak menyadari
Setiap jengkal tindakan bodoh
Yang mereka lakukan.....
Cinta itu buta
Dan mereka yang terjebak pesonanya
Tidak menyadari
Setiap jengkal tindakan bodoh
Yang mereka lakukan.....
Sebelum kau meregang nyawa
Kan kupeluk erat kau....
Agar kau nyaman karenan aku selalu ada
Hingga akhir tiba kau kelak
------- Asal kau tahu -------
Sejauh kau pergi dimanapun jini
Kita berada di bawah lengkung langit yang sama
Tentunya kau tahu
Dalam buku batinku terguris namamu
Kadang,ketika halaman putih penuh olehmu
Aku mendamba hujan untuk meluruhkan kenangan
Kata-katamu kadang bunga biru kadang rumput perdu
Membuatku mekar gemetar
Tapi biarlah kuingat tanpa sesal
Jika kelak kau kembali
Tiap kata punya makna sendiri
Mungkin tak lagi kau kenali
Tangerang Melati Mas
Aku memandangi gerimis dari balik jendela
Derasnya telah sampai ke dada
Membanjiri hati dan ingatan
Sementara kereta membawa ragaku pada satu impian
Jiwaku masih menapaki rel yang lain
Dengan impian lain
Ketika rumah dan sawah berlarian ke arahku
Kemuadian menjauh meninggalkanku
Yang masih sibuk menimbang kata
Jeriku tak lagi kau dengar
Dihembus rangkaian kabar
Saat doa membius
Aku perempuan lapar
Yang selalu mengisap isak
Suaraku tak lagi kau hampiri
Bahkan saat gelas ku lemparkan
Dan kau hanya sembunyi
Diantara tumpukan pakaian kotor
Ku tumpuk puisiku
Ku tumpuk
Tak lagi aku jenguk
Tak ada yang mengetuk
Cahaya saling silang
Membuat mata silau
Kutulis lagi puisi lalu ku tumpuk
Tak lagi ku peluk
Waktu meruntuhkan seluruh perkataanku
Memaku pintu
Bakarlah tubuhmu,puisiku
Bacalah api yang menghanguskanmu