Sabtu, 13 Oktober 2012

Lama begitu Lama

Seperti perpustakaan tua tanpa penjaga
Buku-buku berjajar,bertumpuk,berserak,tersebar
Siang malam,kemarau hujan,orang-orang datang
Siang malam,kemarau hujan,orang-orang membaca
Siang malam,kemarau hujan,orang-orang menulis
Kisah cinta, nostalgia, malapetaka, insomnia, amnesia, paranoia

Kau sadar, engkau salah satu dari mereka.

1999


Tangerang Malam Hari

Sebuah pertemuan bukanlah
Sekedar basa-basi yang tercatat
Atau pun yang tidak tercatat
Ia senantiasa akan berlangsung
Dengan caranya
Aku takut malam ini
Untuk memainkan peranku
Sebagai kekasih atau sebagai
Pengembara
Jalan lurus serpong
Seperti hatiku yang tak tahu
Menuju ke siapa
Perlahan-lahan aku menjauh
Di sudut kota ini
Tertunduk tak berdaya
Oleh seribu kegamangan
Yang menusuk dadaku
Langit malam di Karawaci
Terlalu sepi bagi seorang
Yang hanya menatap bulan
Diantara gedung-gedung beton bertulang.

1998





Jalan Pajajaran

Barangkali hanya kepak sepi
Yang melesat di langit
Dan tak sengaja
Menjatuhkan bayanganmu
Sampai pada ujung kakiku
Dari arah perkampungan padat
Orang-orang masih merapikan
Kecemasan dalam lipatan
Wajah lelah
Dekapan hari sisa debu
Dan jerit luka
Berbaur saling campur
Di tepi jalan
Menggigilkan kenanganku
Hanya ada hati
Yang tak retak tak kunjung
Menemu oenawar rindu para tamu dari kota lain
Membuka lembar hidupnya
Dengan laguku
Seolah tinggallah luka
Ditiap persimpangan
Dan membawanya lari
Aku tak pernah ingin
Kembali ke sudutmu
Yang dingin
Karena diujung sana sebuah kampung
Telah memungutnya dari mimpiku
Ke entak kemana pergi
Aku masih ketakutan
Dalam pengembaraan
Dari pejalan malam.
1996


Kampus Padjajaran

Mimpi dari kota ini
Telah berulang kali
Padaku memanggil
Dari jarak yang paling jauh
Sekalipun terdengar lirih
Seperti lagu-lagu
Gaung yang sumbang
Pernah kulayangkan
Wajahku pada indahnya
Pertama kali perjumpaan
Meski hanya tinggal
Kepadatan dan keruwetan
Di dalam kepala ini
Aku hendak menitipkan
Kenanganku untuk ditanam
Di tempat ini
Datanglah sesukamu! !!
Dengan atau tanpa
Pendampingmu....


1996




Sabtu, 06 Oktober 2012

Topeng Jelita

Ada ungkapan serigala berbulu domba
Ada pula yang berbunyi, musang berbulu ayam
Ungkapan kepada manusia yang tampak baik,
Tapi sebenarnya culas....


Kisah Wajah Muram

Dengarlah ceritaku
Tentang kisah pilu kawan sekolahku,dulu
Saat ia tiba-tiba duduk dibangku ku
Berbicara seperti gumaman
Aku tak akan meneruskan sekolah,katanya
Sebelum namanya dipanggil guru
Untuk dibagi raport kenaikan kelas
Aku tak mengerti sambil kutatap lekat
Wajahnya yang muram
Pada siang yang terik,kabar itu kuterima
Sesosok jenazah belia membiru
Terbujur di kamar mayat sebuah rumah sakit
Seorang teman dekatnya
Memperkosa tubuh kanak-kanaknya
Hingga ia bingung menyembunyikan
Perutnya yang buncit
Tuhan,tangan siapa yang memijit paksa
Rahim rapuh miliknya
Libur sekolah usai
Kutatap bangkunya yang kosong
Tak ada lagi ia disana
Dengan seragam putih abu
Duka tiba-tiba datang dadaku sesak
Sekarang aku mengerti
Mengapa wajahnya muram.




Matahari di Tembok

Matahari di tembok
Mengukir cahaya yang lenyap itu
Aku membaca kata dan nama
Berdebar sepanjang senja
Mengapa wajahmu begitu hidup di tembok
Wajahmu itu
Wajah yang dirahasiakan sejarah.