Rabu, 12 Oktober 2011

Semua indah pada waktunya....

Tuhan tak akan terlambat, juga tak akan lebih cepat.....
Tuhan  tahu beberapa hal yang dapat mendorongmu untuk tetap bertahan ......
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia, .........
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih, ........
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja, ........
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon, .............
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi, ............
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan, ..........
Tuhan dapat menenangkanmu......


Maaf Untuk Anakku

Waktu semakin cepat berlalu...Kamu sudah tumbuh bertambah besar, tinggi, dan ganteng
Rasanya baru beberapa saat...kamu ibu timang...selalu tersenyum
Semakin waktu cepat berlalu...semakin banyak waktu yang tersita terbuang
Semakin banyak kehilangan saat2-saat kau tumbuh...
maafkan jika Ibu mengatasnamakan dirimu untuk bekerja
Maafkan jika Ibu mengatasnamakan dirimu untuk mencari ilmu supaya mendapatkan yang terbaik
Semua atas nama dirimu...
Sementara...engkau  hanya menunggu dan berucap..."Ibu jangan pergi kerja..."
Maafkan Ibu ya Nak....

Ibu mempunyai mata untuk melihat kalian tumbuh dewasa
Ibu mempunyai hidung untuk menciummu dengan sayang
Ibu mempunyai mulut untuk berbicara menasihati dirimu
Ibu mempunyai tangan untuk memeluk erat engkau karena rindu sayang
Ibu mempunyai kaki untuk mencari rejeki yang Allah sediakan untukdirimu
dan,... Ibu mempunyai hati untuk selalu Mencintai Menyayangmu
dan.... Ibu mempunyai semuanya untukmu...tiada pernah hilang sayang cinta rindu Ibu untuk engkau nak...

Ijinkanlah Ibu selalu ada di hatimu...
Ijinkanlah Ibu selalu bs mencium memelukmu...

Semoga Allah selalu memberikan kalian hati yang baik, sholeh...
Kasih Ibu tiada pernah berujung Nak...Kemana pun engkau pergi...Tiada lepas Doa Ibu untukmu....

Anak Laki-laki Ku...

Anak laki-laki Ommy...

Ku intip kau disudut kerinduanku
Apakah masih ibu yang kau ingat dalam mimpimu ?
Atau sudah ada yang lain ?
Malam ini ibu tetap titipkan doa untukmu ..
Semoga tak sia-sia segala usahamu...
Semoga amanah segala langkahmu....
Dan semoga penuh berkah segala tutur perilakumu...

Kau tetaplah anak laki-laki ibu yang sedang nakal-nakalnya...
Pergi bermain lalu tak pulang-pulang...
Hingga ibu datang menjemputmu...
Yang ibu ingat kau tertawa-tawa tak menyadari kenakalanmu...
Ketika lelah dan jatuh tertidur...
Ibu berjingkat ke tempat lain.....,
Supaya kau tetap terlelap....

Ingin rasanya ibu buatkan bekal untukmu..
Agar kau tak usah jajan terlalu banyak dan bisa menabung...
Ingin juga rasanya ibu selipkan selembar sajadah dalam ranselmu
Agar kau ingat bahwa ada Tuhan yang selalu siap untuk kau temui...

Maaf jika ibu betul-betul memperlakukanmu seperti anak kecil...
Bukan menganggapmu tak tahu apa-apa ....
Tapi naluri seorang ibu yang takut kehilangan anak laki-lakinya....
Sebab anak laki-laki tak boleh salah memilih teman....
Ketika seorang anak laki-laki salah berteman,.....
Itu sama dengan menyakiti ibu secara perlahan.....
Sebab anak laki-laki tak boleh salah jalan....
Ketika seorang anak laki-laki salah jalan,...
Bisakah kau bayangkan anak dari anak laki-laki itu seperti apa ?.........................

Jadilah laki-laki yang membanggakan dirimu sendiri dan .......
jiwa Ommy 'Nak....

Tentang Suatu Masa


Berapa lama waktu memisahkan kita? 20? 25 tahun? mungkin juga lebih.
Sungguh bukan waktu yang sebentar.

Sudut sekolah, jalan-jalan menuju pulang dan pergi serta wajah teman-teman dan keriangan masa kecil terkadang melintas dalam mimpi malam hari.
Ada masa di mana hati kita menjadi lebam. Terluka dan dilukai. Namun ada juga kenangan indah, manis, dan tak terlupakan.

Kita adalah kanak yang ingin menjadi dewasa lebih awal
membenci kesendirian dan membutuhkan teman
mencari jati diri sepenuhnya
melalui kawan dan pertemanan
dengan buku dan kesunyian
melewati kekecewaan dan penolakan

Hidup kemudian mengajarkan arti dewasa yang sesungguhnya
untuk aku, untuk kamu

Kawan, tak selamanya kita searah dan sejalan
Namun persahabatan tidak pernah mengingkari apa yang telah kita tanam
Di manapun aku dan kamu berada, selamanya kita akan bersama
dalam sebuah ingatan, yang bernama kenangan.


I love you Mom and Dad

KETIKA AKU SUDAH TUA

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,...........
bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat
sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan
kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah
beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu
mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru,
jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini,
sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.


From dad & mom

Renungan


saat kata-kata sudah tak lagi bermakna
jika berbuat baikpun di anggap palsu

maka,
diamlah...

diam,
bukan pergi

diam,
bukan berarti bungkam

kau akan rasakan sebenar-benarnya
bahwa ternyata,
diam itu adalah emas


Apa kabar mamah apa kabar bapak ?

Ditengah kesibukan yang tidak luar biasa, bahagia sekali mendapat telepon dari mamah dan bapa tercinta....
Telepon dari mamah dan bapa tercinta yang seperti biasa menanyakan kabar kesehatan, pekerjaan dan anak sungguh menjadi doa dan barokah tiada tara..

Sungguh mereka berdua tiada henti menginginkan kebahagiaan anaknya. Mengalirkan ketulusan, cinta dan kasih sayang.
Juga tidak henti mendidik jiwa, mencontohkan bagaimana menjadi orangtua yang penuh tanggung jawab.
Tidak lengah memperhatikan anaknya , meskipun aku sudah dewasa.....

Mendengar suara mamah dan bapa ditelepon seringkali membuat aku meneteskan airmata. Terkadang aku merasa berdosa.
Karena mereka terasa begitu lebih merindukan aku, ketimbang aku merindukan mereka.
Ya, aku rindu kepada mereka, .....
tetapi rindu mereka berdua kepada ku jauh lebih besar dan mungkin jauh lebih kuat dan dalam.....

Aku khawatir kalau termasuk mereka yang tidak berbakti kepada orangtua.
Aku khawatir terlalu asyik dengan dunia ku, sehingga hak mereka berdua tidak aku tunaikan.
Meskipun aku sangat yakin mereka sangat mencintai ku dan tidak mempersoalkan, apakah aku merindukan mereka atau tidak.

Hari ini aku harus kembali beraktivitas. Sesungguhnya hari ini aku begitu rindu kepada mamah juga kepada bapa....
Aku tidak yakin hari ini memiliki waktu untuk mencium tangan mereka berdua.
Tetapi aku tidak ingin didahului mereka yang menelepon ku....

Hari ini aku akan menelepon mereka, mendengar suara indah mereka, dan mohon doa restu mereka.
Aku menginginkan bulan ini aku harus menginap dirumah orangtua....

Diantara huruf-huruf yang tersusun ini, wajah mamah dan bapa tercinta muncul begitu saja.
Oh apa kabar Mamah ?...
Apa kabar Bapak ?....


Dari anakmu Dinnie Badar...