Senin, 22 Februari 2016

Tak Reda

aku tak ingin hatimu yang megah
karena terasa pongah
berkesan tak ramah.
aku ingin bersemayam di hatimu yang sederhana
hangat dan membuatku nyaman di dalamnya.
di sana ada damai dan bahagia sehingga aku dengan leluasa
bisa menulis puisi semauku
bisa bermanja seperti inginku
bahkan bisa menjadi apa saja
hingga segala rasa dan kangen beriak tak reda

Pada akhirnya

Pada akhirnya
Apakah semua orang akan menikah dengan pujaan hatinya?
Coba tanyakan pada kakek, nenek, bapak atau ibumu
Tidak semuanya
Mereka lebih merelakan dirinya untuk orang yang mencintainya
Dengan begitu hidupnya mungkin akan lebih damai
Walaupun mungkin dengan keterpaksaan
Mereka rela membohongi dirinya sendiri
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu,
Mereka dapat membiasakan diri
Membiasakan untuk mencintai
Membiasakan untuk menyayangi
Membiasakan untuk mengasihi
Dan itu semua lebih indah dari segalanya

@RHaryantoracing

Saat ini sedang ingin menulis 
Tentang dirimu saja 
Yang pasti yang ku tulis semuanya tentangmu..
Aku.. yang dari kejauhan memperhatikanmu, 
Membayangkanmu.....
Rasanya hangat dalam hati ini... 
Entah karena senyummu  atau tatapan matamu.....
Yang kutahu ini bahasa hati
Untuk selanjutnya, 
Biarlah ku sebut namamu  dari bibirku
Hanya kamu, dengan perasaanku 
Untuk  setiap mimpiku saat 5 jam berlalu,
Aku masih menggenggam erat senyum dan tatapanmu....


Minggu, 21 Februari 2016

Formula One

Izinkan aku jadi  pembalap 
Menaklukan setiap lintasan hatimu 
Menjadi tercepat setiap race 
Untuk dapatkan mahkota cintamu.
Ribuan rambu ku terjang 
Agar aku jadi pemenang 
Tapi hanya satu rambu keraguan 
Yang membuatku harus memilih 
Tepat di depan mata finish terpampang spanduk tertulis
"Dilarang Parkir di hatiku" 
Aku berhenti terdiam 
Ingin putar balik pergi 
Tapi kemenangan didepan mataku. 
Haruskah pasrah menyerah 
Ku bulatkan tekad terus melaju 
Inilah tantangan untuk 
Terjang Dan robohkan
Akan ku tulis spanduk  dengan tulisan baru 
"Parkirlah  hatimu di hatiku....



Sabtu, 12 Desember 2015

Jarum

Ayahku adalah jarum
Dan ibu benangnya
Mereka selalu bersama
Menisik robekan demi robekan
Yang retas pada pakaian kami
Menambal lubang lubang yang menganga
Pada jiwa kami

Sajadah

Seharusnya aku malu bersujud di atas sajadah
Karena manusia dari tanah kembali ke tanah
Karena debu sebenarnya bukan kotoran
Bahkan bisa mengabadikan kecantikan
Diam diam sajadah memperbodoh diriku
Agar tak bisa menghargai aroma debu
Yang selalu mengingatkan kematian
Yang pasti bakal tiba kapan kapan


Peta Surga

Berita dan cerita tentang surga
Telah kau beberkan
Lewat pengajian dan khotbah
Tapi semuanya terasa tak lengkap
Karena peta surga tetap gaib
Jangan jangan peta surga itu di hati
Di dalam hati setiap manusia
Yang kelak baru terbaca
Setelah mati.