Rabu, 20 Mei 2015

Tak Pernah Ada

Ingin sekeras petir ku teriak
Agar sesak dadaku lenyap
Hilang secepat cahaya kilat
Ingin menangis sederas hujan
Agar hanyut perihnya hatiku
Terbawa arus air
Hai angin kencang
Dengarkah rintihan hatiku
Apa salahku
Hingga aku tak pernah ada
Dalam isi hati dan kepalanya ?

Hanya Ingin

Aku hanya ingin
Seseorang yang mau menjadi pelengkap kekurangan ku
Membuat aku merasa 
Ada
Membuat aku tersenyum
Dan berkata
"Aku beruntung memilikinya"


Ikhlaskan

Jika matamu berat memandangku
Ringankan lah matamu pergi dariku
Jika bibirmu terpaksa senyum padaku
Relakan lah wajahmu berpaling dariku
Jika susah melupakan kesalahanku
Senangkan lah lidahmu untuk menghinaku
Tapi seandainya suatu hari nanti
Kau mendengar kematianku
Ikhlaskan tanganmu menitipkan doa untukku.

Dalam Jamuan Makan

Saat hadir dalam undangan
Kenaikan pangkat seorang laki laki
Saat testimoni laki laki
Diucapkan
Semua mata memandang
Dan mendengarkan
Suara lelaki yang terbata mengucapkan 
Terima kasih yang tak terhingga
Untuk orangtua yang selalu mendoakan dirinya
Untuk orangtua yang telah menjadikan dirinya
Seperti sekarang....
Isak tangis terdengar lirih dalam ruangan
Di sudut ruang
Seorang perempuan menahan tangisan
Menahan keperihan 
Mencoba air mata tidak jatuh berderai
Tidak mendengar namanya disebutkan 
Tidak mendengar statusnya dikatakan
Tidak dianggap peran yang dia lakukan
Wajahnya memerah....mengais tisu dan menutupi makanan
Menahan kesakitan
Perempuan itu adalah ibu dari anaknya
Perempuan itu adalah isteri dari lelaki itu
Yang setiap saat mendoakan
Dalam kehidupan pernikahannya
Dengan laki laki yang sukses di kehidupan dan pekerjaannya
Tapi namanya tak disebutkan
Tapi namanya tak teringat kan
Dan tak ada yang mengingatkan
Dalam pikiran lelaki
Dalam ucapan lelaki
Terlebih kata Terima kasih.....


Tidak Dianggap

Katanya....
Rezeki suami itu rezekinya anak isteri
Doa dari anak isteri
Karena....
Sebelum laki laki itu menikah
Rezeki yang Allah kasih 
Tidak sebanyak rezeki setelah laki laki menikah
Nyatanya....
Suami menikmati rezekinya sendiri
Suami menyimpannya sendiri
Bila anak isteri menginginkan rezekinya
Selalu tidak pernah ada
Tetapi....
Bila mereka yang dikenal membutuhkannya
Rezeki itu selalu mengalir
Penuh kelancaran
Bukan untuk anak isterinya 
Yang selalu mendoakan setiap langkahnya
Yang menjadi orang terdekat dengannya...
Mungkin....
Isterinya dianggap tak pernah ada
Cukup dengan uang bulanan yang diterima
Tak perlu menikmati rezeki di luar itu
Cukup...
Jangan banyak meminta....
Karena suara isteri tak pernah ada......


Rabu, 06 Mei 2015

Bermimpi

Ingin aku bermimpi
Bermimpi di dada hangatmu 
biar lenyap  gelisah
Karena
perkara cicilan rumah 
Bensin mahal..
Jalan macet...
dan tarif listrik yang ganjil
Hilang semua 
Meski cuma dalam mimpi

Minggu, 05 April 2015

Kamu

Kamu seperti saudagar follower di twitter. 
Gemar menyapa, 
tapi malas membalas sapaan.