Setelah kaki kananku
Melangkah keluar
Garis pintu rumah
Di sana nasib
Mengikat leherku
Ikatlah nasib ditanganmu
Seperti kambing terikat!
Minggu, 31 Maret 2013
Penuntun
Setelah Sekian Musim
Selalu mencoba
Melukiskan lagi
Bait-bait syair
Dan lantun lagu
Tentang kelana
Di kota rahim ibu
Dalam senyap
Masih kau kenali
Sandal jepit itu
Dalam isi kepalamu
Sandal yang pernah kita tukarkan
Kini umur kita
Memaksa melupakan
Catatan-catatan itu
Apakah anak cucu
Akan menjadi jembatan
Setelah sekian musim
Kita menghitung uban
Satu persatu?
Buku Harian
Hari ini kita batal menonton film
Dan tak seorangpun pernah menemukan kita.
Kamu kembali menutup semua dengan memesan kopi.
Aku tahu tidak akan ada waktu yang terbaik.
Makan malam itu hanya akan mengoyak satu lembar lagi dari buku harian kita.
Sesudah itu kosong
Pandangan Jarak Jauh
Mimpi atau bukan.
Aku melihat bayanganku mengendap-endap menuju pintu,
Menuju merkuri lampu jalan
Tak berkata apa-apa
Tapi sebelum mengungkit gerendel
Bayanganku menoleh,
Dan dalam gelap aku melihat :
Seorang perempuan yang menulis
Hurufnya penuh luka.
Rabu, 27 Maret 2013
Cinta
Dalam raga ada hati,
Dan dalam hati.....
Ada satu ruang tak bernama....
Di tanganmu tergenggam kunci pintunya...
Minggu, 24 Maret 2013
Aku Tak Tahu
Aku tak tahu bagaimana jantungku mengenalimu
Detaknya kian kuat
Aku tak tahu kapan darahku mengingatmu
Arusnya terus berdesir
Aku tak tahu kau musibah atau anugerah
Tiap bersamamu derita dan bahagia tak terpilah
Aku tak tahu...






